warkini.
Travel

Filipina Mulai Sambut Kemeriahan Perayaan Natal Sejak Bulan September

Jika Anda berkunjung ke kawasan Metro Manila pada akhir Agustus atau awal September, jangan kaget jika mendapati suasana kota yang sudah dipenuhi gemerlap

Filipina Mulai Sambut Kemeriahan Perayaan Natal Sejak Bulan September

Jika Anda berkunjung ke kawasan Metro Manila pada akhir Agustus atau awal September, jangan kaget jika mendapati suasana kota yang sudah dipenuhi gemerlap lampu hias. Di saat banyak negara masih menikmati pengujung musim panas, masyarakat Filipina justru sudah bersiap menyambut perayaan akhir tahun. Pasar-pasar tradisional legendaris seperti Dapitan dan Divisoria mendadak berubah menjadi lautan ornamen warna-warni, pohon Natal, dan hiasan gantung yang dijajakan para pedagang.

Kemeriahan ini bukan tanpa alasan. Filipina dikenal secara global sebagai negara yang memiliki musim perayaan Natal terpanjang dan paling meriah di dunia. Fenomena ini bukan sekadar persiapan logistik toko retail, melainkan tradisi budaya mendalam yang berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Tradisi Bulan 'Ber' dan Fenomena Unik di Filipina

Di Filipina, hitung mundur menuju Hari Natal tidak dimulai pada bulan Desember, melainkan sejak tanggal 1 September. Masyarakat lokal menyebut periode ini sebagai fenomena "Ber Months"—merujuk pada bulan-bulan yang berakhiran -ber, yaitu September, Oktober, November, dan Desember. Begitu kalender menyentuh bulan September, lagu-lagu Natal klasik yang dibawakan oleh penyanyi kawakan Jose Mari Chan mulai bergema di stasiun radio, pusat perbelanjaan, hingga siaran televisi nasional.

Di kawasan belanja Divisoria, para perajin dan pedagang lokal sudah memajang parol—lentera berbentuk bintang khas Filipina yang terbuat dari rangka bambu dan cangkang kerang kapis. Persiapan super awal ini membuktikan betapa besarnya antusiasme warga dalam menyambut hari raya keagamaan tersebut.

"Bagi kami, ketika bulan September tiba, kehangatan suasana Natal sudah harus terasa di rumah. Menghias pohon Natal lebih awal membawa kegembiraan tersendiri setelah melalui rutinitas kerja yang melelahkan," ujar Maria Santos, salah satu warga Manila saat berbelanja hiasan di Pasar Dapitan.

Alasan Budaya dan Faktor Keluarga di Balik Kemeriahan

Ada beberapa alasan mendasar mengapa tradisi Natal di Filipina dimulai jauh lebih cepat dibanding negara lain. Faktor keagamaan memegang peranan penting, mengingat lebih dari 80 persen penduduk Filipina menganut agama Katolik Roma. Namun, aspek hubungan keluarga justru menjadi pendorong utama dari tradisi panjang ini.

Jutaan warga Filipina bekerja di luar negeri sebagai Overseas Filipino Workers (OFW). Bagi para pekerja migran ini, momen akhir tahun adalah kesempatan langka untuk pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga. Proses pengiriman paket hadiah atau balikbayan box dari luar negeri membutuhkan waktu berbulan-bulan, sehingga atmosfer menyambut kepulangan anggota keluarga sudah dibangun sejak awal September.

Bagi keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman, memasang dekorasi sejak dini adalah simbol harapan dan kasih sayang. "Natal adalah momen ketika anggota keluarga kami akhirnya lengkap kembali di rumah," ungkap seorang ibu yang menantikan kepulangan putranya dari luar negeri.

Perbandingan Durasi Perayaan Natal di Berbagai Negara

Untuk memahami betapa uniknya durasi perayaan ini, berikut adalah perbandingan waktu mulainya persiapan dan suasana Natal di Filipina dengan beberapa negara lainnya:

Negara Awal Waktu Persiapan Puncak & Akhir Perayaan
Filipina 1 September (Awal Bulan 'Ber') Puncak 25 Des s.d. Minggu Pertama Januari (Epiphany)
Amerika Serikat Akhir November (Setelah Thanksgiving) 25 Desember s.d. 1 Januari
Inggris & Eropa Awal Desember (Musim Advent) 25 - 26 Desember (Boxing Day)
Indonesia Pertengahan November 25 Desember s.d. Tahun Baru

Dampak Ekonomi dan Geliat Bisnis Ritel

Tradisi panjang ini tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Pusat perbelanjaan di Metro Manila memanfaatkan momentum "Ber Months" untuk mendorong konsumsi domestik lebih cepat. Program diskon dan pameran produk dekorasi rumah tangga sudah marak digelar sejak September, menciptakan perputaran uang yang signifikan bagi sektor ritel dan UMKM.

Meskipun tantangan ekonomi global dan inflasi kerap membayang-bayangi, semangat warga Filipina untuk merayakan Natal tidak pernah surut. Hiasan buatan tangan yang terjangkau tetap diminati, membuktikan bahwa inti dari tradisi panjang ini adalah kebersamaan dan rasa syukur, bukan sekadar kemewahan materi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User