Gaya-gayaan Pemotor Jajah Trotoar Depok, Ngaku Tentara Padahal Bukan

Kota Depok — Aksi pengendara sepeda motor yang nekat melintasi trotoar kembali terekam dan memicu kemarahan publik. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kartini, kawasan yang padat pejalan

Jul 07, 2026 - 23:00
0 1
Gaya-gayaan Pemotor Jajah Trotoar Depok, Ngaku Tentara Padahal Bukan

Kota Depok — Aksi pengendara sepeda motor yang nekat melintasi trotoar kembali terekam dan memicu kemarahan publik. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kartini, kawasan yang padat pejalan kaki di pusat Kota Depok, Jawa Barat. Seorang pemotor bukan hanya mengabaikan hak pejalan kaki, tetapi juga membahayakan pengguna jalan dengan melaju melawan arus lalu lintas sambil tetap berada di atas trotoar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warkini.com, kejadian bermula ketika seorang pejalan kaki perempuan yang sedang melintas di trotoar tersebut merasa terganggu oleh laju motor yang seenaknya menggunakan jalur khusus pejalan kaki. Merasa geram dan prihatin, ia memberanikan diri menghadang dan menegur pengendara tersebut.

Pengakuan Mengejutkan di Tengah Trotoar

Bukannya menunjukkan rasa bersalah atau segera turun dari trotoar, pengendara motor itu justru melontarkan pengakuan yang mengejutkan. Ia mengklaim dirinya sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pengakuan ini diduga dilakukan untuk mengintimidasi pejalan kaki yang menegurnya agar tidak memperpanjang masalah.

"Saya kaget sekali. Dia bilang dia tentara, padahal dari penampilan dan sepeda motornya tidak ada ciri-ciri anggota. Saya tetap tegur karena itu jelas melanggar dan membahayakan orang banyak," ujar pejalan kaki perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya itu dalam video yang beredar di media sosial.

Wanita tersebut, yang sejak awal sudah merekam kejadian menggunakan telepon genggamnya, terus menyorot aksi pemotor itu. Dalam rekaman yang kemudian viral, tampak adu mulut terjadi di tengah trotoar. Pemotor tetap bersikeras tidak bersalah dan mempertahankan posisinya di atas trotoar, kendati telah diingatkan bahwa tindakannya melanggar aturan lalu lintas dan dapat mencelakai orang lain.

Kronologi dan Respons Publik

Rekaman amatir berdurasi singkat itu memperlihatkan detik-detik ketegangan. Pemotor yang belum diketahui identitasnya itu terlihat santai menaiki motor bebek tanpa pelat nomor dinas atau atribut militer apa pun. Sementara itu, suara pejalan kaki yang merekam terus terdengar lantang meminta pemotor untuk turun dari trotoar dan tidak mengaku-aku sebagai anggota TNI.

Setelah video diunggah ke media sosial, respons publik langsung membanjiri komentar. Banyak pengguna media yang mengecam tindakan arogan pengendara tersebut. Sejumlah warganet juga mempertanyakan kebenaran pengakuannya dan mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. "Pengakuan ngawur seperti ini bisa mencemarkan nama baik institusi TNI. Harus diusut, jangan sampai ada orang yang seenaknya mengaku sebagai tentara hanya untuk menakut-nakuti warga," tulis salah satu komentar di platform X yang dipantau media kami, Senin (18/5/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian ataupun Kodim setempat terkait identitas pengendara motor tersebut. Namun, praktik berkendara di trotoar di Kota Depok, khususnya di Jalan Kartini, bukanlah kejadian pertama. Warkini.com telah mencatat beberapa laporan serupa di lokasi yang sama, di mana pengguna jalan acap kali mengabaikan hak dasar pejalan kaki.

Menurut pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, tindakan seperti ini tidak hanya melanggar Pasal 131 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tetapi juga memperlihatkan rendahnya kesadaran akan keselamatan bersama. Belum lagi, pengakuan palsu sebagai anggota militer dapat dikenai pidana penipuan atau pencemaran nama baik institusi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa trotoar sebagai ruang publik yang seharusnya aman dan nyaman bagi pejalan kaki, masih terus dijajah oleh pengguna kendaraan bermotor yang tidak bertanggung jawab. Kasus ini juga membuka mata masyarakat agar lebih berani menegur pelanggaran di ruang publik dengan tetap mengedepankan keselamatan pribadi dan dokumentasi yang memadai sebagai barang bukti. Pihak berwajib diharapkan segera turun tangan untuk menelusuri identitas pengendara dan memberikan sanksi tegas, baik atas pelanggaran lalu lintas maupun atas pengakuan yang menyesatkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User