Gol Spektakuler Lamine Yamal Bawa Spanyol Gilas Arab Saudi

Atlanta mendadak jadi saksi pesta La Roja. Spanyol tampil garang di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 dengan menghajar Arab Saudi 4-1 di Atlanta Stadium, Senin (22/6) dini hari WIB. Tapi sorotan ut...

Jul 12, 2026 - 06:29
0 0
Gol Spektakuler Lamine Yamal Bawa Spanyol Gilas Arab Saudi

Atlanta mendadak jadi saksi pesta La Roja. Spanyol tampil garang di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 dengan menghajar Arab Saudi 4-1 di Atlanta Stadium, Senin (22/6) dini hari WIB. Tapi sorotan utama jelas bukan sekadar skor akhir, melainkan sosok remaja ajaib bernama Lamine Yamal.

Bukan Sekadar Gol Biasa

Menit ke-63, Yamal mencetak gol yang langsung membuat stadion bergemuruh. Mendapat umpan terobosan di sisi kanan, bocah 18 tahun itu melewati dua pemain belakang Saudi dengan kecepatan dan kelincahan yang bikin lawan mati gaya. Tanpa ragu, ia melepaskan tembakan melengkung kaki kiri yang bersarang manis di sudut jauh gawang. Gol ketiga Spanyol malam itu, dan rasanya seperti pernyataan bahwa generasi emas anyar La Roja benar-benar sudah datang.

Selebrasi khas Yamal pun pecah. Tangannya membentuk gestur hati, lalu menunjuk ke arah bangku cadangan—momen yang langsung diabadikan fotografer AFP Justin Setterfield dan kini viral di mana-mana. "Gol itu untuk tim, untuk keluarga, dan untuk seluruh Spanyol yang percaya sama pemain muda," ujar Yamal singkat seusai laga.

Dari Euro ke Panggung Dunia

Yang bikin kisah ini makin gila: Yamal sebenarnya baru genap 18 tahun sepekan sebelum turnamen dimulai. Ia jadi pemain termuda kedua yang mencetak gol di Piala Dunia 2026, hanya kalah dari rekor legendaris milik Pelé. Padahal setahun sebelumnya di Euro 2024, ia sudah mencuri perhatian sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Kejuaraan Eropa.

Pelatih Luis de la Fuente, yang sejak awal percaya penuh pada Yamal, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. "Dia pemain spesial. Bukan hanya skill-nya, tapi mentalnya. Di usia segitu, main di Piala Dunia pertama, bikin gol kayak gitu—itu bukan bakat biasa. Itu hadiah untuk sepak bola," kata De la Fuente dalam konferensi pers yang penuh pujian.

Pertahanan Saudi Kewalahan

Arab Saudi sejatinya sempat memberi perlawanan di babak pertama. Gol cepat menit ke-12 dari Salem Al-Dawsari sempat membuat pertandingan terasa bakal ketat. Tapi Spanyol terlalu perkasa. Alvaro Morata menyamakan kedudukan lewat penalti sebelum turun minum, lalu Pedri membawa Spanyol unggul 2-1 di awal babak kedua.

Masuknya Yamal justru jadi bencana buat lini belakang Saudi yang digalang Abdulelah Al-Amri. Kecepatan dan dribel Yamal yang eksplosif berkali-kali merobek pertahanan. Gol menit ke-63 itu sekaligus memastikan momentum sepenuhnya milik Spanyol. Nico Williams, sahabat karib Yamal di sayap yang berseberangan, melengkapi kemenangan dengan gol keempat di menit ke-78.

Mimpi 2030 di Depan Mata

Yang menarik, Spanyol akan jadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 nanti. Yamal akan berusia 22 tahun saat itu—usia emas seorang pemain sayap. Banyak pengamat mulai membandingkan trajektori kariernya dengan Lionel Messi muda, sebuah perbandingan yang mungkin berlebihan, tapi jelas bukan sekadar hiperbol kosong melihat performanya di lapangan.

Statistik Yamal di laga ini bicara banyak: 4 dribel sukses, 2 umpan kunci, dan akurasi tembakan 100 persen dari dua percobaan. Ia bukan cuma pencetak gol, tapi pengacau sistem pertahanan lawan yang bikin pusing bek mana pun. Di grup yang masih menyisakan Kanada dan Republik Ceko, rasanya Spanyol tinggal selangkah lagi mengamankan tiket 16 besar.

Kemenangan ini juga jadi modal psikologis penting bagi skuad yang sempat diragukan setelah regenerasi besar-besaran. Generasi emas 2010 kini tinggal sejarah, dan generasi Yamal siap menulis bab baru. Pertanyaannya sekarang: seberapa jauh mereka bisa melangkah?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User