Agustin Teras Narang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah

Agustin Teras Narang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah

Jul 12, 2026 - 06:29
Updated: 2 hours ago
0 0
Agustin Teras Narang: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Tengah

Lo pasti sering denger nama Agustin Teras Narang berseliweran di timeline kalau lagi bahas isu Kalimantan atau Palangka Raya bersinar. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) dua periode ini bukan cuma politikus senior, tapi juga pejuang hak masyarakat adat yang nggak pernah kehabisan bensin. Gaya bicaranya yang tegas dan sering pakai data bikin dia disegani, bahkan kadang bikin "panas" lawan politiknya. Lah, emang segokil apa sih profil dan kinerja beliau? Cus, kita kupas.

Profil Singkat: Dari Ranah Hukum ke Singgasana Bumi Tambun Bungai

Agustin Teras Narang lahir di Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, 12 Agustus 1955. Sejak muda, darah aktivis udah mengalir deras di tubuhnya. Beliau adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Nggak heran kalau cara berpikirnya sangat sistematis dan "advokatif" banget. Sebelum jadi orang nomor satu di Kalteng, gue rasa banyak yang lupa kalau beliau adalah mantan Ketua Umum DPP KNPI periode 1990-1993. Artinya, beliau udah jadi “bos besar” anak muda Indonesia sejak zaman lo belum lahir!

“Generasi muda harus kritis, tapi jangan cuma jago koar-koar. Harus kuasai data, kuasai peta masalahnya.” — Prinsip yang sering dipegang Teras Narang.

Karier dan Riwayat Jabatan: Naik Kelas Tanpa Skip

Karir politik Teras Narang itu ibarat naik tangga yang rapi, nggak ujug-ujug loncat. Dimulai dari anggota DPRD Kalteng, lalu terbang ke Senayan jadi Anggota DPR RI selama dua periode (1999-2004 dan 2004-2005). Di DPR, beliau sudah vokal soal otonomi daerah dan lingkungan. Tahun 2005 jadi puncaknya: beliau terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Tengah dan sukses memimpin selama dua periode berturut-turut hingga 2015.

Setelah purna tugas sebagai gubernur, bukan berarti pensiun dan duduk manis. Beliau melanjutkan pengabdian sebagai Senator DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Di periode 2024-2029 ini, usia boleh kepala tujuh, tapi suara beliau makin lantang menyuarakan kepentingan daerah, terutama soal kebijakan sawit berkelanjutan dan perimbangan dana pusat-daerah yang masih timpang.

Kinerja dan Program Unggulan: Bukan Sekadar "Aspal" dan Beton

Selama memimpin Kalteng, Teras Narang punya beberapa flagship program yang impact-nya masih kerasa sampai sekarang. Nggak cuma fisik, tapi juga sentuhan kultural dan lingkungan. Ini dia beberapa di antaranya:

  • REDD+ dan Katingan Project: Lo tau kan kalau Kalteng itu paru-paru dunia? Di era Teras, Kalteng jadi pionir program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+). Proyek Katingan Mentaya jadi salah satu proyek karbon hutan gambut terbesar yang diakui dunia. Nggak cuma nyelamatin lingkungan, tapi juga buka lapangan kerja buat warga lokal.
  • Legalisasi Kebun Sawit Rakyat: Ini program yang bikin pamor beliau moncer di mata petani. Banyak kebun sawit warga Kalteng dulu statusnya "abu-abu". Teras Narang mendorong legalisasi dan kemitraan dengan perusahaan besar. Jadi, petani nggak was-was dan bisa akses permodalan.
  • Membangun Palangka Raya sebagai Kota Pendidikan: Beliau nggak mau warga Kalteng jauh-jauh ke Jawa buat kuliah. Makanya, pembangunan Universitas Palangka Raya (UPR) dan institusi pendidikan lainnya digenjot habis-habisan. Kini, UPR sudah jadi salah satu kampus bonafit dengan fasilitas yang lumayan nggak kalah dari kampus di Jawa.
  • Festival Isen Mulang: Untuk urusan budaya, beliau tahu betul anak muda Kalteng butuh wadah ekspresi. Festival Isen Mulang yang rutin digelar jadi ajang pelestarian budaya Dayak yang bisa dinikmati semua kalangan, nggak cuma seremoni pejabat doang.

Tantangan dan Harapan: PR yang Belum Kelar

Meskipun berhasil membawa perubahan signifikan, bukan berarti perjalanan Teras Narang mulus kayak jalan tol. Deforestasi untuk perkebunan dan tambang ilegal tetap jadi "hantu" yang menghantui Kalteng. Sebagai Senator, tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kalteng butuh insentif fiskal yang adil karena mereka menjaga hutan untuk kepentingan global. Beliau nggak bosan-bosan menyuarakan green budget dan keadilan ekologis.

Harapan ke depan, banyak anak muda yang berharap sosok "konseptor" seperti Teras Narang bisa terus menularkan ilmunya. Kepemimpinan tegas dan "walk the walk" seperti ini yang sangat dibutuhkan di tengah kebanyakan politisi yang cuma jago pencitraan. Setuju, nggak?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User