Muhidin: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Selatan

Muhidin: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Selatan

Jul 12, 2026 - 06:36
Updated: 2 hours ago
0 0
Muhidin: Profil dan Kinerja Gubernur Kalimantan Selatan

Kalau lo ngikutin politik lokal, nama H. Muhidin pasti udah nggak asing lagi. Pria kelahiran Banjarmasin, 6 Maret 1958 ini resmi naik tahta jadi Gubernur Kalimantan Selatan menggantikan Sahbirin Noor (Paman Birin) yang kena kasus. Gaya kepemimpinannya yang merakyat dan blak-blakan bikin banyak anak muda Kalsel cukup relate sama beliau. Tapi jangan salah, di balik gaya santainya, Muhidin ini punya segudang pengalaman birokrasi yang bikin dia paham banget seluk-beluk Banua.

Siapa Sih Muhidin? (Profil Singkat)

Sebelum jadi orang nomor satu di Kalsel, gue kasih bocoran dulu nih. Muhidin bukan tipikal pejabat yang langsung nyemplung ke politik praktis. Beliau ini lulusan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dan sempat jadi dosen. Jadi, jangan heran kalau cara ngomongnya kadang kayak lagi ngajar di kelas—tapi santai dan gampang dicerna. Hobinya main bulu tangkis dan sepak bola, jadi wajar aja staminanya kuat buat blusukan ke pelosok.

Yang bikin Muhidin makin diterima warga, beliau dikenal religius, dekat dengan ulama, dan aktif di organisasi kemasyarakatan. Latar belakang ini yang bikin pondasi pendukungnya kuat, terutama dari kalangan NU dan Muhammadiyah di Kalsel. Jadi, pas dilantik jadi Gubernur definitif tanggal 25 April 2025, antusiasme warga lumayan tinggi.

Jejak Karier: Dari Dosen sampai Gubernur

Perjalanan karier Muhidin ini panjang, gaes. Nggak instan. Beliau memulai karier sebagai dosen Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) lalu masuk ke dunia birokrasi. Puncaknya, beliau menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2010-2015. Nah, di periode ini nama Muhidin mulai dikenal sebagai pemimpin yang berani—terutama dalam hal penataan kota dan pengelolaan sampah. Banjarmasin yang dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai" mulai kelihatan lebih rapi di era beliau.

Setelah itu, Muhidin naik kelas jadi Wakil Gubernur Kalsel periode 2016-2021 mendampingi Sahbirin Noor. Dilanjut jadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur sejak 2024 sebelum akhirnya diangkat penuh pada 2025. Jadi bisa dibilang, Muhidin ini bukan pemain baru di panggung politik Kalsel. Beliau udah malang melintang dan paham banget peta masalah di sana: dari banjir tahunan, infrastruktur, sampai birokrasi yang kadang mbulet.

Gaspol! Kinerja & Program Unggulan 2025-2026

Sejak dilantik penuh, Muhidin langsung tancap gas. Nggak pake lama. Ini beberapa program andalannya yang lagi jadi sorotan:

  • Gerakan Banua Bersih (GBB): Lo tau sendiri Banjarmasin dan sekitarnya tuh langganan banjir. Nah, Muhidin ngegas program pengerukan sungai besar-besaran, normalisasi drainase, dan relokasi pemukiman liar di bantaran sungai. Tahun 2025-2026, fokus utamanya adalah Sungai Martapura dan Sungai Barito yang sering meluap.
  • Digitalisasi Pelayanan Publik: Biar nggak ketinggalan zaman, Pemprov Kalsel di bawah Muhidin ngebut bikin aplikasi "Banua Digital". Sistem ini ngegabungin semua layanan—dari izin usaha, kependudukan, sampai bayar pajak—cukup dari HP lo aja. Tahun 2025, targetnya seluruh kabupaten/kota di Kalsel udah terintegrasi penuh.
  • Kalsel Smart Agro: Sektor pertanian dan perkebunan jadi prioritas. Muhidin dorong petani milenial pakai teknologi smart farming. Ada subsidi alat, pendampingan, dan akses pasar digital buat hasil panen. Kerennya lagi, beliau launching Kredit Usaha Banua (KUB) dengan bunga super rendah buat anak muda yang mau terjun ke agribisnis.
  • Infrastruktur Kawasan Tambang: Kalsel kan gudangnya batu bara. Muhidin tegas soal perbaikan jalan di area tambang yang rusak parah. Sampai akhir 2025, targetnya 60% jalan provinsi di lingkar tambang mulus lagi. Ini demi keselamatan warga dan kelancaran logistik.
"Saya mau semua urusan warga bisa diselesaikan dari rumah. Nggak perlu antre, nggak perlu bolak-balik. Cukup klik, beres!" — H. Muhidin saat launching Banua Digital, 2025.

Tantangan Berat & Harapan Warga Banua

Meskipun udah banyak gebrakan, tantangan Muhidin nggak enteng. Masalah banjir tahunan tetap jadi PR besar karena faktor alam dan perilaku warga yang masih buang sampah sembarangan. Terus, ketergantungan Kalsel pada batu bara jadi dilema karena ekonomi hijau global makin digencarkan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User