Suhardi Duka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Barat

Suhardi Duka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Barat

Jul 12, 2026 - 07:27
Updated: 1 hour ago
0 0
Suhardi Duka: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Barat

Lo pasti setuju, jarang banget ada sosok pemimpin yang bener-bener bisa bikin anak muda penasaran. Nah, Suhardi Duka ini lain. Dia bukan tipikal pejabat yang cuma nongol pas campaign terus ilang. Di usianya yang udah kepala lima, gaya blusukan dan ceplas-ceplosnya justru bikin warganet Sulbar—dan gue juga—merasa, “Wah, ada angin segar nih.”

Profil Singkat

Lahir di Mamuju pada 15 Agustus 1968, Suhardi Duka tumbuh besar di lingkungan yang sederhana. Bapaknya seorang petani kakao, ibunya buruh tani. Jadi biar sekarang lo lihat dia pakai jas dan dasi resmi, dulu dia ini bocah yang tiap subuh bantuin ngangkut hasil kebun ke pasar. Pengalaman hidup macam itu yang bikin dia deket banget sama persoalan wong cilik.

Dia nggak langsung terjun ke politik, lho. S1-nya dia ambil di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Puangrimaggalatung, terus S2 Magister Manajemen di Universitas Muslim Indonesia. Jadi basic-nya birokrat tulen—bukan tiba-tiba jadi calon gubernur. Salah satu kutipan favorit gue dari dia pas wawancara tempo hari: “Saya nggak mau cuma jadi pemimpin yang difoto. Saya mau hadir di sawah, di pasar, dan di grup-grup WA pemuda.” Kalimat itu sederhana, tapi dalem banget buat ukuran politisi yang terbiasa dengan pencitraan.

Karier dan Riwayat Jabatan

  • 1995–2005: Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara, merintis dari staf biasa sampai eselon III. Katanya, inilah masa paling berkesan karena dia belajar bikin program langsung dari bawah.
  • 2005–2010: Penjabat Bupati Mamuju Utara (sekarang Kabupaten Pasangkayu), lalu terpilih jadi bupati definitif. Di sini dia mulai dikenal dengan terobosan digitalisasi desa—sesuatu yang waktu itu masih asing buat kabupaten baru.
  • 2015–2020: Ketua DPRD Sulawesi Barat. Banyak yang menduga dia bakal nyaman di legislatif, tapi tahun 2024 dia justru melompat ke kontestasi gubernur.
  • 2025–sekarang: Gubernur Sulawesi Barat, terpilih lewat Pilkada Serentak 2024, resmi dilantik oleh Presiden pada awal 2025. Kemenangannya cukup telak, sekitar 52% suara, setelah berkoalisi dengan beberapa partai kecil dan kekuatan relawan pemuda.

Perjalanannya panjang. Kata anak Jaksel sih, “Glow up-nya real, gaes.” Dari ASN biasa sampai orang nomor satu di provinsi yang penuh potensi tapi juga penuh PR ini.

Kinerja dan Program Unggulan

Begitu dilantik, Suhardi langsung tancap gas. Tiga bulan pertama, dia udah ngeluarin Peraturan Gubernur tentang Transparansi Dana Desa Berbasis Aplikasi. Kantong-kantong desa yang dulu suka bikin warga garuk-garuk kepala sekarang bisa dipantau via ponsel. Lo tinggal buka “Sulbar Open Budget”, semua aliran dana kelihatan. Oke, belum sempurna, tapi ini langkah yang gue acungi jempol.

“Saya bermimpi Sulawesi Barat jadi provinsi digital pertama di Indonesia Timur. Bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi supaya anak muda kita nggak perlu ke Jawa buat dapat kerja layak.” – Suhardi Duka, pidato pelantikan, 2025.

Lalu ada program “Sarjana Seribu Desa”—beasiswa penuh untuk pemuda desa kuliah sambil magang di BUMDes. Hingga awal 2026, sudah 1.200-an mahasiswa penerima. Program ini bener-bener nyasar ke akar masalah: banyak anak cerdas di desa yang putus kuliah karena biaya.

Di bidang infrastruktur, dia fokus pada jalan poros Mamuju–Majene–Pasangkayu yang sempat mangkrak hampir satu dekade. Sekarang progresnya udah mencapai 75%. Bukan pakai dana “pinjol” daerah, tapi hasil renegosiasi kontrak dengan kontraktor besar yang diberi insentif percepatan penyelesaian. Lo tau sendiri kan, betapa sulitnya negosiasi begini di birokrasi

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User