Gunung Dukono Erupsi Dahsyat, Warga Maluku Utara Mengungsi
Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi dahsyat pada Rabu pagi, 15 Juli 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitiga
Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi dahsyat pada Rabu pagi, 15 Juli 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu vulkanik membumbung hingga ketinggian 5.000 meter di atas puncak kawah, disertai suara dentuman keras yang terdengar hingga radius puluhan kilometer. Peristiwa ini memaksa ribuan warga di lima desa sekitar kaki gunung untuk mengungsi ke titik-titik evakuasi yang telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kronologi Letusan Dahsyat Dini Hari
Berdasarkan data seismograf PVMBG, aktivitas kegempaan mulai meningkat tajam pada pukul 03.45 WIT dini hari. Tremor vulkanik secara progresif menguat hingga mencapai amplitudo maksimum pada pukul 07.20 WIT, menandakan tekanan magma yang signifikan di dalam perut gunung. Letusan utama terjadi dalam dua fase:
- Fase pertama (07.25 WIT): Lontaran material pijar dan abu tebal membentuk kolom erupsi setinggi 3 kilometer ke arah barat daya, memicu hujan abu lebat di Kecamatan Tobelo.
- Fase kedua (07.45 WIT): Letusan eksplosif susulan menghasilkan kolom abu setinggi 5.000 meter yang mengarah ke timur-tenggara, memaksa penutupan sementara Bandara Gamarmalamo dan pelabuhan lokal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah Maliupang. Status Gunung Dukono saat ini kami naikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga),” tegas Kepala PVMBG dalam konferensi pers darurat pagi tadi.
Dampak dan Luas Wilayah Terdampak
Hujan abu vulkanik dilaporkan telah mencapai tiga kecamatan: Tobelo, Galela, dan Loloda Utara. Ketebalan abu di beberapa titik permukiman mencapai 5-8 sentimeter, merusak tanaman hortikultura dan perkebunan kelapa yang menjadi andalan ekonomi warga. Data sementara BPBD mencatat 1.247 kepala keluarga atau sekitar 4.800 jiwa telah dievakuasi ke 12 titik pengungsian. Tidak ada laporan korban jiwa, namun tujuh warga dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan abu vulkanik dan telah mendapatkan perawatan medis di pos kesehatan darurat.
Respons Cepat dan Imbauan Keselamatan
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah mendistribusikan 15.000 masker N95 serta mendirikan dapur umum di titik pengungsian utama. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. PVMBG mengingatkan potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin mengingat tingginya curah hujan di puncak gunung yang dapat memobilisasi material piroklastik yang telah mengendap.
[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Gunung Dukono di Maluku Utara erupsi dahsyat pagi ini, kolom abu 5.000 meter. 4.800 warga mengungsi, 7 korban sesak napas. Status kini Level III (Siaga). #GunungDukono #Erupsi #MalukuUtara[SOCIAL_TG]: 🚨 Gunung Dukono erupsi hebat! Kolom abu 5 km, 4.800 warga mengungsi. Status Siaga. Tetap waspada dan pakai masker, jauhi radius 6 km dari kawah.
Comments (0)