warkini.
Travel

Harga Ayam dan Cabai di Jembrana Meroket Akibat Pasokan Seret

Warga dan pedagang di Kabupaten Jembrana, Bali, kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Pasalnya, harga dua komodi

Harga Ayam dan Cabai di Jembrana Meroket Akibat Pasokan Seret

Warga dan pedagang di Kabupaten Jembrana, Bali, kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Pasalnya, harga dua komoditas pokok utama, yakni daging ayam ras dan cabai rawit merah, mengalami lonjakan harga yang cukup tajam di pasaran akibat menipisnya stok pasokan.

Pantauan langsung di Pasar Umum Negara, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana pada Selasa (15/9/2026), menunjukkan harga daging ayam ras kini bertengger di kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Angka ini melonjak drastis dari harga normal sebelumnya yang hanya berkisar Rp25.000 per kilogram, atau mencatat kenaikan hingga Rp20.000 dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Kronologi Kenaikan Harga Komoditas Pokok di Jembrana

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merangkak naik secara bertahap seiring dinamika pasokan dan permintaan:

  1. Juli 2026: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir aktif di wilayah Bali, yang memicu lonjakan permintaan daging ayam ras dalam skala besar untuk pemenuhan gizi anak sekolah.
  2. Agustus hingga Awal September 2026: Pasokan daging ayam mulai menipis di tingkat peternak lokal. Kenaikan harga terjadi perlahan namun konsisten, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram setiap harinya.
  3. Pertengahan September 2026: Cuaca panas ekstrem dan kekeringan melanda area sentra pertanian lokal, menyebabkan pasokan cabai rawit mandek total.
  4. Selasa, 15 September 2026: Harga cabai rawit merah meroket ke angka Rp65.000 per kilogram, naik Rp7.000 hanya dalam tempo 24 jam dari harga hari sebelumnya sebesar Rp58.000 per kilogram.

Daya Beli Melemah, Omzet Pedagang Ayam Ikut Terpangkas

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Umum Negara, Ni Kadek Astriadi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini sudah berlangsung selama hampir satu bulan penuh. Tingginya harga membuat para pembeli mulai membatasi volume belanja harian mereka demi menghemat pengeluaran.

"Kondisi ini sudah terjadi sebulan terakhir. Pembeli banyak yang mengeluh, pedagang pun sama. Pembeli yang biasanya beli satu kilo sekarang berkurang jadi setengah kilo. Otomatis omzet saya juga turun drastis," keluh Astriadi saat ditemui di lapak dagangannya.

Kekeringan Paksa Pedagang Datangkan Cabai dari Jawa

Kondisi serupa terjadi pada komoditas bumbu dapur. Kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh gagal panen dan penurunan produksi petani lokal akibat kemarau panjang. Untuk menutupi defisit pasokan di pasar, para pedagang terpaksa mendatangkan cabai dari luar pulau.

"Pasokan dari petani lokal sangat minim karena cuaca panas ekstrem. Kami terpaksa mengambil stok cabai yang didatangkan langsung dari Pulau Jawa agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi, meskipun ongkos kirim membuat harga jual ikut melambung," jelas Ni Wayan Muliada, pedagang bumbu dapur setempat.

Faktor Utama Pemicu Lonjakan Harga

Berdasarkan keterangan para pelaku pasar, ada beberapa pemicu utama melambungnya harga ayam dan cabai di Jembrana:

  • Lonjakan Permintaan MBG: Tingginya serapan bahan baku daging ayam untuk menu Makan Bergizi Gratis membuat stok di pasaran umum kian menipis.
  • Faktor Cuaca Ekstrem: Suhu panas tinggi dan kekeringan berkepanjangan memicu penurunan hasil panen cabai di tingkat petani lokal Jembrana dan sekitarnya.
  • Ketergantungan Pasokan Luar Daerah: Biaya logistik dan distribusi cabai rawit dari Pulau Jawa menambah beban harga jual eceran ke konsumen akhir.

Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah intervensi pasar atau menggelar operasi pasar murah guna menstabilkan kembali harga kebutuhan pokok sebelum memicu inflasi daerah yang lebih tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User