HokBen Solo: Gurihnya Chicken Teriyaki di Jantung Kota Surakarta

Kuliner Solo yang MenggodaKota Solo tidak pernah kehabisan daya tarik bagi para petualang rasa. Dari warung angkringan yang legendaris hingga restoran bintang lima, kuliner Solo menyajikan palet yang

Jul 16, 2026 - 10:41
0 0
HokBen Solo: Gurihnya Chicken Teriyaki di Jantung Kota Surakarta

Kuliner Solo yang Menggoda

Kota Solo tidak pernah kehabisan daya tarik bagi para petualang rasa. Dari warung angkringan yang legendaris hingga restoran bintang lima, kuliner Solo menyajikan palet yang begitu kaya. Namun di tengah dominasi makanan khas Solo seperti timlo dan nasi liwet, ada satu jenis sajian yang cukup mencuri perhatian: Japanese fast food yang halal, cepat, dan ramah di kantong. Kehadiran HokBen di Solo Square membuktikan bahwa selera masyarakat Kota Bengawan tidak melulu soal tradisi. Ada ruang untuk menikmati semangkuk nasi hangat dengan siraman ayam teriyaki yang legit, tanpa harus terbang ke Tokyo.

Dalam misi warkini.com kali ini, kami menyambangi gerai HokBen Solo yang berlokasi di salah satu pusat perbelanjaan paling ikonik di Jalan Slamet Riyadi. Bukan sekadar mencicipi, kami ingin mengupas tuntas mengapa chicken teriyaki ala HokBen bisa menjadi semacam comfort food baru bagi warga Solo dan sekitarnya. Apakah sekadar nama besar, atau memang ada kualitas yang terjaga di setiap suapan?

Profil HokBen Solo

HokBen, singkatan dari Hoka Hoka Bento, merupakan waralaba restoran Jepang yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sejak berdiri pertama kali pada 1985 di bawah naungan PT Eka Bogainti, brand ini terus melebarkan sayapnya hingga ke berbagai kota besar, termasuk Surakarta. Gerai HokBen Solo hadir di Solo Square, sebuah mal yang strategis di Jalan Slamet Riyadi nomor 451-455. Lokasinya yang berada di lantai dasar menjadikannya mudah diakses, baik oleh pengunjung mal maupun mereka yang sengaja datang untuk menyantap menu andalannya.

Yang menarik, HokBen mampu memposisikan diri sebagai restoran cepat saji ala Jepang yang sepenuhnya halal. Di tengah skeptisisme sebagian orang terhadap kehalalan makanan Jepang—terutama soal penggunaan mirin dan sake dalam masakan aslinya—HokBen justru tampil percaya diri dengan sertifikasi halal dari MUI. Komitmen ini membuatnya diterima luas oleh berbagai kalangan, termasuk keluarga Muslim konservatif yang menjadi mayoritas di Solo. Dengan kapasitas tempat duduk sekitar 100 orang, gerai ini relatif luas, bersih, dan memiliki area kasir yang tertata rapi sehingga antrean dapat terlayani dengan efisien.

“HokBen hadir sebagai alternatif kuliner Solo yang modern namun tetap menghormati preferensi lokal, terutama dalam aspek kehalalan.”

Menu Andalan & Cita Rasa

Berbicara soal HokBen, hampir tidak mungkin melewatkan Chicken Teriyaki. Menu ini adalah primadona yang sudah mendarah daging dengan identitas brand. Seporsi Chicken Teriyaki disajikan dengan nasi putih pulen, potongan daging ayam tanpa tulang yang dipanggang dengan sempurna, lalu disiram saus teriyaki khas HokBen yang manis gurih. Aroma karamelisasi dari saus yang sedikit mengental di atas panggangan langsung menusuk indra penciuman begitu nampan disodorkan.

Saat pertama kali suapan, tekstur ayam yang empuk dan sedikit juicy berpadu harmonis dengan rasa saus yang legit namun tidak berlebihan. Rasa manisnya bukan tipe manis enek, melainkan manis gurih yang diimbangi oleh sesame seed sangrai yang ditaburkan di atasnya. Ada sentuhan bawang putih dan jahe yang samar, persis seperti yang diharapkan dari hidangan Jepang orisinal. Porsinya sendiri cukup memuaskan; bagi yang lapar sedang, paket Chicken Teriyaki reguler sudah lebih dari cukup untuk mengganjal perut.

Selain sang juara teriyaki, HokBen juga menawarkan varian lain seperti Beef Yakiniku, irisan daging sapi yang dimasak dengan saus yakiniku yang lebih kuat rempahnya, serta Ebi Furai atau udang goreng tepung yang renyah. Bagi pelanggan yang ingin variasi, tersedia paket Bento yang menggabungkan nasi, lauk utama, dan beberapa side dish seperti egg chicken roll dan salad. Untuk kategori makanan ringan, Tori no Teba (sayap ayam goreng) dan French fries ala HokBen menjadi teman setia di waktu santai. Semua menu tersebut berada dalam kisaran harga Rp 25.000 hingga Rp 55.000, sangat kompetitif untuk ukuran makanan khas Solo maupun restoran waralaba nasional.

Sebagai catatan personal, saya sempat mencoba Salmon Mentai yang sempat viral beberapa waktu lalu. Irisan salmon segar yang dibakar dengan saus mentai creamy di atas nasi hangat memberikan pengalaman berbeda. Walaupun harganya sedikit lebih tinggi dibanding menu reguler lain, perpaduan rasa gurih, creamy, dan sedikit asam dari nasi yang dibumbui cuka beras cukup layak untuk dicoba setidaknya sekali.

Suasana, Harga & Pelayanan

Memasuki gerai HokBen Solo, pengunjung akan disambut dengan interior khas restoran Jepang modern: dominasi warna merah, hitam, dan sentuhan kayu. Pencahayaan cukup terang tanpa kesan menyilaukan, cocok untuk makan siang yang singkat maupun pertemuan santai bersama teman. Area duduk terdiri dari meja-meja kayu solid dan bangku panjang, dengan konfigurasi yang memungkinkan kelompok besar duduk berdekatan.

Kebersihan menjadi nilai plus tersendiri. Meskipun ramai pengunjung terutama di jam makan siang dan akhir pekan, staf gerai dengan sigap membersihkan meja begitu ada pelanggan yang pergi. Layanan pemesanan dilakukan di kasir depan, dengan nomor meja yang akan dipanggil jika pesanan sudah siap. Sistem ini cukup efisien; rata-rata waktu tunggu hanya sekitar 5-7 menit, cocok dengan tagline cepat saji-nya. Bagi yang ingin praktis, tersedia pula opsi take away dengan kemasan yang rapi dan tidak mudah bocor.

Soal harga, HokBen bersaing di segmen menengah. Dengan rentang Rp 25.000 - Rp 55.000, satu paket lengkap dengan nasi dan lauk masih terbilang terjangkau, apalagi bila dibandingkan restoran Jepang konvensional yang bisa menembus Rp 100.000 per orang. Promo seperti Tea Time atau paket hemat keluarga juga sering hadir, menjadikannya pilihan favorit para ibu yang ingin mengajak anak-anaknya makan di mal tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Namun, ada satu catatan kecil: pada jam-jam tertentu, gerai ini bisa sangat ramai hingga antrean mengular. Bagi yang ingin menikmati suasana lebih tenang, disarankan datang di luar jam sibuk, seperti pukul 14.00-16.00. Selain itu, area parkir Solo Square yang kadang penuh di akhir pekan bisa menjadi tantangan tersendiri, jadi rencanakan waktu dengan baik.

Penutup: Bagi Anda yang sedang menjelajahi kuliner Solo dan ingin mencicipi sesuatu yang berbeda dari gudeg atau tengkleng, HokBen Solo adalah destinasi yang patut dikunjungi. Chicken Teriyaki-nya yang legendaris, jaminan halal, dan pelayanan cepat menjadikan tempat ini layak menjadi langganan baru. Baik untuk santap siang bersama rekan kerja, makan malam dengan keluarga, atau sekadar mengisi perut setelah berkeliling Solo Square, HokBen menawarkan konsistensi rasa yang sulit ditandingi di kelasnya. Sampai jumpa di review warkini.com berikutnya, dan selamat berburu kelezatan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User