IHSG Bergerak Dua Arah di Sesi Pagi, Saham Bank Raksasa Kompak Melemah

Warkini.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan pergerakan dua arah pada sesi perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini sempat tergelincir ke

Jul 08, 2026 - 06:16
0 1
IHSG Bergerak Dua Arah di Sesi Pagi, Saham Bank Raksasa Kompak Melemah

Warkini.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan pergerakan dua arah pada sesi perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini sempat tergelincir ke zona merah sebelum berhasil bangkit dan menembus level 6.200-an dalam waktu kurang dari satu jam setelah pasar dibuka. Pergerakan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara tekanan jual dan minat beli yang cukup tinggi di kalangan investor.

Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari RTI Business, pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat menguat 0,47% ke posisi 6.206,47. Sebelumnya, pada menit-menit awal pembukaan perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendahnya di 6.156,34, menandakan adanya aksi lepas saham yang cukup signifikan. Namun, reli pembelian yang masuk dengan cepat mampu mendorong indeks kembali ke jalur penguatan. Hingga pukul tersebut, volume transaksi tercatat mencapai 1,83 miliar saham, dengan nilai transaksi yang menembus Rp 1,39 triliun. Adapun frekuensi perdagangan yang terjadi telah mencapai 164.308 kali, mencerminkan tingginya aktivitas pasar di awal sesi.

IHSG menguat 0,47% ke 6.206,47 pada pukul 09.10 WIB setelah sebelumnya sempat melemah ke 6.156,34. Volume transaksi sebesar 1,83 miliar saham dengan nilai Rp 1,39 triliun.

Di tengah penguatan indeks secara umum, saham-saham bank raksasa justru kompak melemah dan menjadi salah satu sektor yang membebani laju indeks. Emiten perbankan berkapitalisasi pasar besar tercatat bergerak di zona merah, memberikan sinyal adanya rotasi sektoral yang dilakukan oleh pelaku pasar. Pelemahan pada saham bank kakap ini cukup menarik perhatian karena biasanya saham perbankan menjadi motor penggerak utama IHSG. Kondisi ini bisa jadi dipicu oleh aksi ambil untung setelah penguatan pada pekan sebelumnya, atau adanya kekhawatiran terhadap tekanan pada margin bunga bersih di tengah dinamika suku bunga global.

Pergerakan dua arah yang terjadi pada sesi pagi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi. Investor tampaknya menimbang berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun global, sebelum mengambil posisi lebih agresif. Meski demikian, kemampuan indeks untuk kembali bangkit ke atas level psikologis 6.200 memberikan indikasi bahwa sentimen positif masih cukup mendominasi. Para pelaku pasar kini akan mencermati apakah penguatan ini dapat bertahan hingga sesi penutupan, terutama dengan masih adanya tekanan dari sektor perbankan yang menjadi salah satu pilar utama bursa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User