IHSG Sempat Terseok dan Kena Trading Halt, Akhirnya Sedikit Membaik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperbaiki posisi pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026) setelah sebelumnya sempat tertekan cukup dalam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memperbaiki posisi pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026) setelah sebelumnya sempat tertekan cukup dalam hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.850,46, menyusut tipis 0,72 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.900,13. Meskipun masih melemah, pencapaian ini jauh lebih baik dari titik terendah harian yang menyentuh 6.555,21 atau anjlok hingga 5 persen di sesi pertama.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 4.931.760 kali, menandakan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi. Volume perdagangan saham mencapai 27,8 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp14,2 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meski diwarnai aksi jual besar-besaran, minat beli juga muncul ketika indeks menyentuh level rendah.
Kronologi Pergerakan IHSG Hari Ini
Pergerakan IHSG pada hari itu berlangsung sangat dinamis. Berikut adalah urutan kejadian penting yang terekam di lantai bursa:
- 09:00 WIB – Pembukaan Lesu: IHSG dibuka di level 6.875,88, langsung turun 0,35 persen dari penutupan sebelumnya. Sektor keuangan dan energi memimpin pelemahan awal.
- 10:15 WIB – Penurunan 3 Persen: IHSG menembus level 6.693,29. Investor asing mencatatkan net sell hingga Rp2,3 triliun, terutama pada saham perbankan besar.
- 10:30 WIB – Trading Halt Diaktifkan: Kemerosotan mencapai 5,07 persen di level 6.555,21. Otomatis, BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit sesuai Peraturan BEI Nomor II-A tentang Perdagangan. Seluruh transaksi dihentikan, investor hanya dapat mengamati layar dan menunggu.
- 11:00 WIB – Perdagangan Kembali Dibuka: Setelah jeda, IHSG perlahan bangkit didorong aksi borong investor domestik di saham-saham unggulan yang terdiskon. Indeks bergerak naik ke 6.720, memangkas kerugian menjadi sekitar 2,6 persen.
- 14:30 WIB – Fluktuasi Sesi Kedua: IHSG sempat kembali tertekan ke 6.780 namun bertahan di atas level tersebut. Sentimen mulai membaik setelah rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan inflasi terkendali.
- 15:45 WIB – Penutupan di 6.850,46: Adanya aksi beli di menit-menit akhir mengerek indeks ke zona hijau sempit. IHSG hanya minus 0,72 persen secara harian, sebuah pemulihan signifikan dari titik nadirnya.
Pemicu Aksi Jual Masif
Pasar saham Indonesia terguncang oleh kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Dari sisi global, ketidakpastian suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang diperkirakan akan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama membuat dana asing keluar dari pasar negara berkembang. Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok juga menyeret harga komoditas, yang berdampak pada emiten sektor pertambangan di dalam negeri.
Dari dalam negeri, investor mencermati rilis laporan keuangan kuartal IV-2025 sejumlah emiten besar yang kurang memuaskan. Kinerja beberapa bank mengalami tekanan akibat naiknya kredit bermasalah. Sentimen ini memicu aksi jual besar-besaran di saham-saham perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI yang berbobot besar di IHSG.
"Penurunan IHSG hari ini lebih banyak dipicu oleh sentimen eksternal dan kekhawatiran terhadap prospek suku bunga global. Namun, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid, tercermin dari cepatnya pemulihan indeks setelah trading halt," ujar Ekonom Senior, Budi Santosa.
Resiliensi Pasar di Tengah Tekanan
Yang menarik, meski sempat terperosok dan memicu trading halt, reaksi pasar selanjutnya menunjukkan adanya daya beli yang kuat dari investor lokal. Data BEI mencatat investor domestik membukukan beli bersih sebesar Rp1,8 triliun di sesi kedua, terutama di saham-saham teknologi dan konsumsi. Saham seperti GOTO, TLKM, dan UNVR menjadi penopang utama pemulihan indeks.
Tingginya frekuensi transaksi—hampir 5 juta kali—menunjukkan likuiditas yang masih sangat baik. Kapitalisasi pasar yang tetap di atas Rp14.900 triliun juga mengonfirmasi bahwa meskipun terjadi koreksi tajam, tidak ada kepanikan yang berlebihan di pasar.
Prospek dan Antisipasi Pelaku Pasar
Pasca kejadian ini, pelaku pasar akan terus memantau kebijakan bank sentral global dan domestik, serta rilis data makroekonomi seperti indeks keyakinan konsumen dan neraca perdagangan. Analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.800–7.000 dalam jangka pendek, dengan potensi konsolidasi sebelum melanjutkan tren.
Bagi investor, peristiwa ini mengingatkan pentingnya diversifikasi dan tidak terburu-buru mengambil keputusan saat terjadi volatilitas tinggi. Peran trading halt juga dinilai efektif untuk mendinginkan pasar dan mencegah kepanikan yang tidak perlu.
[SOCIAL_TWEET]: IHSG sempat tertekan lebih dari 5% hingga kena trading halt hari ini, namun ditutup hanya minus 0,72% di 6.850. Total transaksi 4,93 juta kali, kapitalisasi pasar Rp14.950 T. Apa yang sebenarnya terjadi? Simak kronologi lengkapnya. #IHSG #TradingHalt #PasarModal[SOCIAL_TG]: 📉 IHSG tumbang ke 6.555 pagi ini—kena trading halt! Tapi sore ditutup di 6.850, cuma minus 0,72%. Apa yang terjadi? Baca selengkapnya 👇
Comments (0)