Iran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Jika Israel Serang Lebanon
Otoritas Iran kembali menutup Selat Hormuz menyusul eskalasi serangan Israel di Lebanon selatan. Langkah ini diambil bersamaan dengan dimulainya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss,
Otoritas Iran kembali menutup Selat Hormuz menyusul eskalasi serangan Israel di Lebanon selatan. Langkah ini diambil bersamaan dengan dimulainya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss, pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik kedua negara.
Kantor berita Iran, Tasnim, mengutip seorang pejabat yang dekat dengan tim negosiasi AS-Iran, melaporkan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon belum sepenuhnya dihormati. Sumber tersebut juga menegaskan bahwa jalur air strategis itu akan tetap ditutup hingga izin ekspor minyak Iran dikeluarkan, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya pada Senin (22/6/2026).
"Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati. Jalur air itu juga akan tetap ditutup sampai izin yang memungkinkan penjualan minyak Iran dikeluarkan."
Penutupan ini menandai babak baru ketegangan di kawasan, mengingat Selat Hormuz merupakan arteri vital perdagangan minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati selat ini, sehingga gangguan pada jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi dan memperkeruh dinamika geopolitik internasional.
Iran sebelumnya telah beberapa kali mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dan militer, terutama terkait sanksi terhadap ekspor minyaknya. Kali ini, penutupan terjadi di tengah dimulainya kembali dialog Washington-Teheran, yang diharapkan dapat menenangkan situasi, tetapi justru dibarengi dengan manuver militer Israel yang memantik reaksi keras Iran.
Para analis menilai langkah Teheran sebagai taktik tekanan ganda: di satu sisi menuntut pengakuan kedaulatan ekonomi melalui izin penjualan minyak, di sisi lain menunjukkan solidaritas terhadap Lebanon yang terus digempur. Sementara itu, perundingan di Swiss diwarnai ketidakpastian akibat kondisi di lapangan yang masih memanas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat menanggapi penutupan kembali Selat Hormuz. Namun, komunitas internasional mengkhawatirkan dampak lanjutan terhadap rantai pasok energi global. Demikian laporan Warkini.com.
Comments (0)