Israel Anggap Turki Jadi Ancaman Lebih Besar Dibanding Iran

Tel Aviv - Sebuah analisis terbaru yang diterbitkan oleh surat kabar Israel, Maariv, mengungkap pandangan bahwa Turki kini menghadirkan ancaman yang lebih besar dan lebih serius bagi Israel dibanding

Jul 07, 2026 - 23:56
0 1
Israel Anggap Turki Jadi Ancaman Lebih Besar Dibanding Iran

Tel Aviv - Sebuah analisis terbaru yang diterbitkan oleh surat kabar Israel, Maariv, mengungkap pandangan bahwa Turki kini menghadirkan ancaman yang lebih besar dan lebih serius bagi Israel dibandingkan Iran. Menurut laporan yang dikutip media kami dari Middle East Eye dan Sada News pada Rabu (24/6/2026), pandangan ini didasarkan pada pertumbuhan pesat kapabilitas militer Turki serta lonjakan kemandirian industri pertahanan negara tersebut.

Kekuatan Militer Terbesar Kedua di NATO

Maariv menyoroti bahwa Turki memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di antara seluruh anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sebuah fakta yang sering kali terabaikan dalam perbincangan keamanan regional. Dengan jumlah personel yang masif, modernisasi persenjataan, dan proyeksi kekuatan yang semakin ekspansif, Ankara kini dipandang sebagai pemain kunci yang mampu mempengaruhi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah secara langsung. Analisis tersebut menekankan bahwa kekuatan militer Turki tidak lagi hanya bersifat defensif, melainkan telah bertransformasi menjadi kekuatan ofensif yang canggih dan responsif.

Lebih jauh, Maariv mencatat bahwa Turki saat ini telah mencapai sekitar 80 persen swasembada dalam industri pertahanan. Angka ini menandakan bahwa Ankara telah secara drastis mengurangi ketergantungan pada pasokan senjata dan teknologi dari negara lain, termasuk dari mitra-mitra NATO. Kemandirian itu memberi keleluasaan bagi Turki untuk mengambil kebijakan luar negeri yang lebih independen dan tak jarang berseberangan dengan kepentingan Israel.

Pergeseran Paradigma Ancaman

Selama bertahun-tahun, Iran diposisikan sebagai ancaman utama bagi Israel di kawasan, terutama melalui program nuklir dan jaringan proksinya. Namun, laporan Maariv menyiratkan bahwa ancaman dari Turki kini dipersepsikan lebih konkret karena mengombinasikan kekuatan militer konvensional yang besar, industri pertahanan yang matang, dan retorika politik yang semakin keras terhadap Tel Aviv. Pernyataan-pernyataan Presiden Erdogan mengenai Palestina serta kritik tajam terhadap kebijakan Israel memperkuat persepsi bahwa Turki bukan sekadar lawan diplomatik, melainkan potensi rival militer sesungguhnya.

"Turki bukan lagi ancaman retoris. Dengan kemampuan militer yang terus tumbuh dan kemandirian industri yang mendekati sempurna, Ankara mempunyai kapasitas nyata untuk mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan," demikian petikan analisis Maariv yang dikutip oleh media kami.

Meski demikian, para analis juga mengingatkan bahwa Iran tetap memiliki jaringan proksi yang luas dan ambisi nuklir yang sulit diabaikan. Akan tetapi, penilaian bahwa Turki merupakan ancaman yang lebih besar menandai perubahan paradigma dalam persepsi keamanan Israel. Negara Zionis itu kini harus memperhitungkan ancaman dari sesama sekutu NATO yang jaraknya hanya sejengkal dari perbatasan utara, dengan kemampuan tempur yang jauh lebih modern dan mandiri. Transformasi ini memicu perdebatan baru di kalangan pembuat kebijakan Israel tentang bagaimana merancang strategi pertahanan yang responsif terhadap ancaman multi-segi yang terus bergeser.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User