Presiden Prabowo Terima Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama di Gorontalo
Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan tertinggi dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), berupa Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama. Penganugerahan ini berlangsung pada puncak a
Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan tertinggi dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), berupa Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama. Penganugerahan ini berlangsung pada puncak acara Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di GOR David-Tony, Limboto, Gorontalo, Rabu (24/6). Lencana kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor sebagai simbol apresiasi atas konsistensi dan keberpihakan Presiden terhadap kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia.
Penas XVII menjadi forum strategis bagi ribuan petani dan nelayan dari seluruh Nusantara untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring. Kehadiran Prabowo di acara ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap sektor pertanian dan perikanan, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Menurut laporan Warkini.com, momentum penyerahan penghargaan berlangsung khidmat, disaksikan oleh para peserta Penas, pejabat daerah, serta perwakilan kelompok tani dan nelayan dari berbagai provinsi.
Komitmen Nyata untuk Petani dan Nelayan
Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama bukan sekadar simbol, melainkan wujud pengakuan terhadap kebijakan dan langkah konkret yang telah diambil oleh Presiden Prabowo dalam mengangkat derajat pelaku usaha pertanian dan perikanan. Sejak awal masa kepemimpinannya, berbagai program pro-petani dan nelayan digulirkan, termasuk percepatan distribusi pupuk bersubsidi, modernisasi alat tangkap, serta penguatan akses pasar dan permodalan.
“Kehadiran Bapak Presiden pada PENAS XVII ini menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi keluarga besar KTNA untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk terima kasih yang tulus atas perhatian dan komitmen beliau terhadap kesejahteraan petani dan nelayan,” ujar Yadi Sofyan Noor dalam sambutannya.
Media kami mencatat, ajang Penas di Gorontalo juga menjadi arena diskusi produktif antara pemerintah dan para pelaku sektor primer. Berbagai isu krusial seperti regenerasi petani, digitalisasi pertanian, dan adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi topik hangat yang dibahas dalam sesi-sesi temu lapang. Penganugerahan lencana ini diharapkan mampu memacu semangat kolaborasi lintas pihak untuk memajukan pertanian Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dengan diterimanya penghargaan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan agar semakin berdaya saing di kancah global, serta menjamin kesejahteraan bagi para petani dan nelayan sebagai pahlawan pangan bangsa.
Comments (0)