warkini.
Viral

JAKARTA — 29 Pelajar Terjaring Demo Dikirim ke Barak TNI Citeureup

Suasana ruang kelas yang tenang mendadak berganti dengan riuh baris-berbaris dan disiplin ketat khas militer. Sebanyak 29 pelajar asal Jakarta harus merela

JAKARTA — 29 Pelajar Terjaring Demo Dikirim ke Barak TNI Citeureup

Suasana ruang kelas yang tenang mendadak berganti dengan riuh baris-berbaris dan disiplin ketat khas militer. Sebanyak 29 pelajar asal Jakarta harus merelakan waktu belajar formal mereka di sekolah untuk menjalani program pembekalan bela negara secara intensif. Langkah tegas ini diambil oleh pihak berwenang setelah para remaja tersebut tertangkap tangan ikut serta dalam aksi demonstrasi yang berpotensi berujung anarkis di wilayah ibu kota.

Bukannya berada di perpustakaan atau lapangan olahraga sekolah, para siswa ini kini menghabiskan hari-hari mereka di bawah pengawasan ketat personel tentara. Langkah pengiriman ke fasilitas militer ini memicu beragam reaksi dari publik, mulai dari dukungan penuh atas nama kedisiplinan hingga kekhawatiran terkait metode pembinaan anak di bawah umur.

Karantina Kedisiplinan di Citeureup Bogor

Program pembekalan ini dipusatkan di markas Standby Force TNI, yang berlokasi di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Selama periode 5 hingga 14 September 2026, puluhan pelajar tersebut akan mengikuti rangkaian kegiatan terstruktur yang dirancang untuk menggembleng fisik serta mental mereka.

Selama sepuluh hari penuh, rutinitas para pelajar diubah secara drastis. Bangun sebelum fajar, latihan fisik pagi, hingga materi wawasan kebangsaan menjadi makanan sehari-hari. Pihak penyelenggara menekankan bahwa program ini bukan bentuk hukuman pidana, melainkan upaya pembinaan karakter agar mereka tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab saat ada unjuk rasa.

"Kami ingin mengembalikan mereka ke jalur yang benar. Remaja seusia mereka sangat rentan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu dalam aksi unjuk rasa. Di barak ini, mereka belajar tentang arti kedisiplinan, cinta tanah air, dan tanggung jawab," ujar salah satu pejabat pendamping dari Pemprov DKI Jakarta.

Detail Program dan Skema Pembekalan

Berikut adalah gambaran ringkas mengenai skema pembekalan bela negara yang harus dijalani oleh para pelajar tersebut selama berada di barak TNI:

Parameter Keterangan Program
Jumlah Peserta 29 Pelajar asal DKI Jakarta
Lokasi Kegiatan Standby Force TNI, Citeureup, Kabupaten Bogor
Durasi Pelatihan 10 Hari (5 – 14 September 2026)
Fokus Pembekalan Kedisiplinan, Wawasan Kebangsaan, Latihan Fisik, & Ideologi Pancasila

Antara Pembinaan Karakter dan Respon Masyarakat

Langkah mengirim pelajar yang terlibat aksi jalanan ke markas militer memang bukanlah hal yang baru, namun selalu mengundang perdebatan hangat. Di satu sisi, para orang tua yang merasa kesulitan membimbing anak-anak mereka menyambut baik tindakan ini. Mereka berharap gemblengan dari prajurit TNI dapat mengubah pola pikir anak-anak yang gemar keluyuran dan terlibat aksi berbahaya di jalanan. Rasa cemas orang tua sedikit terobati dengan adanya pengawasan penuh 24 jam dari para instruktur profesional.

Di sisi lain, beberapa pengamat sosial dan pakar perlindungan anak mengingatkan agar pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan aspek psikologis remaja. Penggunaan pendekatan fisik tanpa pemahaman mendalam atas motif psikologis remaja dikhawatirkan hanya memberikan efek jera sementara tanpa menyelesaikan akar masalah kenakalan remaja.

"Pendidikan karakter bagi remaja yang terlibat aksi unjuk rasa harus menyeimbangkan antara kedisiplinan tegas dan dialog emosional," ungkap seorang sosiolog perkotaan. Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak muda dalam aksi demonstrasi sering kali dipicu oleh rasa ikut-ikutan teman sebaya atau pencarian identitas diri yang belum tersalurkan secara positif.

Menanti Hasil Pembekalan di Barak TNI

Setelah menyelesaikan masa pembekalan pada 14 September mendatang, para siswa ini rencananya akan dikembalikan kepada orang tua dan sekolah masing-masing dengan pemantauan berkala. Pihak sekolah juga diminta memberikan ruang bagi mereka untuk mengejar ketertinggalan pelajaran selama menjalani pembekalan di Bogor.

Harapan besar kini tertumpu pada pundak 29 remaja tersebut. Pelatihan intensif di markas TNI diharapkan mampu membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih bijak, matang, dan tidak mudah tergiur oleh seruan unjuk rasa anarkis di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User