A110 Future disebut-sebut sebagai penerus spiritual dari A110 legendaris yang pertama kali meluncur pada 1960-an, dan kemudian dihidupkan kembali pada 2017 dengan mesin tengah 1.8 liter turbocharged. Namun, untuk generasi terbaru ini, Alpine tidak sekadar mengganti jantung mekanis dengan motor listrik—mereka mengklaim telah merancang ulang seluruh arsitektur kendaraan untuk melampaui standar performa yang selama ini ditetapkan oleh mobil-mobil bertenaga bensin.
### Spesifikasi dan Target Performa
Meskipun detail teknis belum diungkap secara penuh, bocoran dari sumber internal menyebutkan bahwa A110 Future akan mengusung platform dedicated EV yang dikembangkan bersama mitra aliansi Renault-Nissan. Baterai berkapasitas sekitar 70 kWh diprediksi mampu memberikan jarak tempuh lebih dari 450 km dalam siklus WLTP.
Dari sisi performa, Alpine menargetkan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik, menempatkannya sejajar dengan supercar listrik seperti Porsche Taycan Turbo S. Tenaga puncak diperkirakan berada di kisaran 500–600 dk yang disalurkan melalui sistem all-wheel-drive dengan torsi vektor.
Yang paling menarik adalah klaim Alpine bahwa bobot kendaraan akan dijaga di bawah 1.400 kg—angka yang sangat rendah untuk sebuah mobil listrik berperforma tinggi. Sebagai perbandingan, Tesla Model 3 Performance memiliki bobot sekitar 1.850 kg. Bila target ini tercapai, A110 Future bisa menjadi tolok ukur baru untuk mobil sport listrik ringan.
### Dinamika Berkendara: Misi Mengalahkan ICE
Alpine dikenal dengan filosofi "ringan dan lincah" yang menjadi DNA-nya sejak era rally 1970-an. Dalam wawancara eksklusif, Chief Engineer Alpine, Laurent Rossi, menegaskan bahwa A110 Future dirancang bukan hanya untuk mengejar angka akselerasi di lintasan lurus, melainkan mengutamakan kelincahan di tikungan dan keterlibatan pengemudi.
"Kami tidak ingin membuat mobil listrik yang cepat namun membosankan. Tantangannya adalah mempertahankan sensasi berkendara khas Alpine—responsif, presisi, dan menyenangkan—sementara harus beralih ke motor listrik yang memiliki karakter torsi berbeda," ujar Rossi kepada media Prancis L'Équipe pekan lalu.
Untuk mencapai hal tersebut, tim insinyur Alpine dilaporkan mengembangkan sistem suspensi adaptif generasi baru dan perangkat lunak kontrol traksi yang dapat dipersonalisasi. Fitur drift mode dan track mode turut disiapkan untuk memuaskan penggemar hardcore.
### Desain: Futuristik dengan Sentuhan Warisan
Bocoran gambar kamuflase yang beredar di media sosial memperlihatkan siluet A110 Future yang tetap mempertahankan garis atap melengkung khas coupe Alpine. Namun, detail seperti lampu depan LED matriks ramping dan grille tertutup menegaskan identitas listriknya.
Interior didesain minimalis dengan dua layar besar yang berfungsi sebagai panel instrumen dan infotainment, mirip pendekatan yang dilakukan Tesla. Namun, Alpine mempertahankan tombol fisik untuk fungsi berkendara penting seperti pemilihan mode berkendara dan kontrol ESC, mengakomodasi kritik terhadap antarmuka serba sentuh yang dianggap kurang ergonomis saat melaju kencang.
### Perbandingan: A110 Future vs Kompetitor ICE
Tabel berikut memberikan gambaran bagaimana positioning A110 Future terhadap rival-rivalnya:
| Model | Tenaga | 0-100 km/jam | Bobot | Penggerak |
| Alpine A110 Future (estimasi) | ~550 dk | <3,0 detik | <1.400 kg | AWD EV |
| Porsche 718 Cayman GT4 RS | 500 dk | 3,4 detik | 1.415 kg | RWD ICE |
| Lotus Emira V6 | 400 dk | 4,3 detik | 1.405 kg | RWD ICE |
| Maserati MC20 | 630 dk | 2,9 detik | 1.500 kg | RWD ICE |
Sumber: Data pabrikan masing-masing; estimasi Alpine berdasarkan bocoran
Data di atas menunjukkan bahwa jika klaim Alpine terbukti, A110 Future akan menawarkan akselerasi setara supercar sambil mempertahankan bobot seringan coupe bermesin tengah konvensional—kombinasi yang belum pernah terjadi di segmen mobil listrik.
### Strategi Pasar dan Harga
Alpine tampaknya tidak ingin A110 Future menjadi sekadar halo car yang tidak terjangkau. Sumber menyebutkan harga mulai dari €80.000 hingga €95.000 (sekitar Rp1,3–1,5 miliar), bersaing langsung dengan Porsche 718 Cayman dan sedikit di bawah Lotus Emira versi listrik.
Peluncuran di Goodwood Festival dipilih karena acara ini dikenal sebagai panggung bagi mobil-mobil performa dengan warisan motorsport kuat. Sejarah Alpine yang pernah berjaya di Le Mans dan rally dunia diharapkan mampu membangkitkan gairah para petrolhead, meski produknya kini bertenaga baterai.
---
Artikel ini memberikan gambaran awal tentang ambisi besar Alpine memasuki era sportscar listrik. Apakah A110 Future benar-benar bisa mengonversi penggemar setia mesin pembakaran internal? Kita tunggu debutnya besok di Inggris.
Comments (0)