Kondisi gizi masyarakat Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama terkait pemenuhan asupan serat harian. Menanggapi situasi tersebut, perusahaan bahan pangan dan nutrisi global BENEO memanfaatkan pameran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, untuk memperkenalkan terobosan baru berupa konsep fibremixxing atau penggabungan berbagai jenis serat pangan.
Krisis Asupan Serat Masyarakat Indonesia
Kebutuhan intervensi pada produk pangan olahan kian mendesak jika merujuk pada data kesehatan nasional. Pola konsumsi harian masyarakat tercatat masih sangat jauh dari pedoman gizi seimbang yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan maupun otoritas kesehatan dunia.
Berikut adalah catatan data dan fakta terkait kondisi konsumsi serat di tanah air:
- 96,7 Persen Kurang Serat: Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 96,7 persen penduduk berusia lima tahun ke atas belum memenuhi anjuran konsumsi minimal lima porsi buah dan sayur per hari.
- Rendahnya Kesadaran Pola Makan: Kesenjangan antara gaya hidup modern yang serba praktis dengan minimnya asupan pangan berserat memicu risiko gangguan pencernaan dan penyakit metabolik jangka panjang.
- Peluang Fortifikasi Pangan: Tingginya angka defisit serat ini membuka ruang kolaborasi yang luas bagi produsen makanan untuk menambahkan serat fungsional ke dalam produk pangan sehari-hari.
Inovasi Formulasi Melalui Konsep Fibremixxing
Konsep fibremixxing yang diusung BENEO menawarkan pendekatan mutakhir dalam rekayasa pangan. Konsep ini memadukan berbagai sumber serat pangan untuk menciptakan produk akhir yang tidak hanya bernutrisi tinggi, tetapi juga tetap mempertahankan tekstur, stabilitas, dan cita rasa yang disukai konsumen.
Managing Director BENEO Asia Pacific, Christian Philippsen, menjelaskan bahwa setiap serat pangan memiliki karakter molekuler yang unik saat dicampurkan ke dalam adonan makanan.
"Karena setiap jenis serat berinteraksi secara berbeda dengan matriks pangan, keahlian dalam formulasi menjadi hal yang sangat penting. Pemilihan kombinasi serat yang tepat memastikan manfaat fungsionalnya bekerja optimal tanpa merusak kualitas sensorik makanan," jelas Christian.
Eksplorasi Bahan Fungsional Berbasis Alami
Melalui portofolio Fibre Toolbox, industri pangan kini disuguhkan berbagai pilihan bahan baku serat larut maupun tidak larut untuk menjawab kebutuhan konsumen modern. Beberapa bahan unggulan yang dipamerkan meliputi:
- Serat Akar Chicory: Berfungsi sebagai prebiotik alami yang efektif mendukung kesehatan mikrobiota usus serta memperbaiki sistem pencernaan.
- Biji-bijian Utuh Berbasis Barley: Kaya akan senyawa beta-glukan yang terbukti secara klinis membantu menjaga kesehatan kardiovaskular dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
- Orafti® β-Fit: Tepung biji-bijian utuh inovatif dari barley yang mengandung kombinasi beta-glukan, arabinoksilan, dan selulosa guna menghasilkan perpaduan serat larut dan tidak larut dalam satu formulasi praktis.
Langkah inovasi ini diharapkan mampu mendorong industri makanan dan minuman di Indonesia untuk memproduksi pangan fungsional yang lezat sekaligus membantu menekan defisit asupan serat masyarakat secara signifikan.
Comments (0)