Keindahan bawah laut Nusa Penida kembali diselimuti duka. Seorang wisatawan asing (WNA) asal Malaysia dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas diving di kawasan perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Tragedi memilukan ini terjadi setelah rombongan penyelam dihantam arus kuat di bawah permukaan laut.
Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan ekstra dan keterbukaan mengenai kondisi kesehatan sebelum memutuskan untuk menyelam ke kedalaman laut. Meskipun panduan keselamatan (*safety briefing*) telah dijalankan oleh pemandu wisata (*tour guide*), takdir berkata lain ketika kondisi fisik dan ganasnya arus bawah laut bertemu di saat yang bersamaan.
Batuk Sejak Penyelaman Pertama di Manta Bay
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, rangkaian aktivitas menyelam tersebut dimulai pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WITA. Rombongan wisatawan yang diikuti oleh korban terlebih dahulu menyambangi spot populer Manta Bay yang juga terletak di Desa Sakti.
Sebelum benar-benar menjejakkan kaki dan menyelam di Manta Bay, pemandu wisata sebenarnya sudah menangkap sinyal kondisi fisik yang kurang menguntungkan dari korban. Korban terdengar batuk-batuk beberapa kali. Pemandu yang sigap langsung menanyakan kondisi kesehatan korban untuk memastikan apakah ia masih sanggup melanjutkan penyelaman. Namun, korban meyakinkan pemandu bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja dan siap menyelam. Sesi pertama di Manta Bay ini pun berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dihantam Arus Bawah Laut Crystal Bay
Puas menikmati keindahan Manta Bay, rombongan melanjutkan perjalanan menuju spot kedua, yakni Crystal Bay, yang dicapai sekitar pukul 11.00 WITA. Di lokasi kedua ini, prosedur keselamatan kembali dijalankan oleh sang pemandu. Pemandu memberikan pilihan logis kepada korban: tetap ikut menyelam atau menunggu di atas perahu motor (*boat*) untuk beristirahat.
Sayangnya, korban tetap memilih untuk ikut turun menyelam bersama anggota rombongan lainnya. Ketika berada di bawah permukaan laut Crystal Bay, rombongan mulai menghadapi tantangan alam berupa arus bawah laut yang cukup kencang. Gelombang arus pertama masih bisa diatasi dengan baik oleh para penyelam. Namun, tak berselang lama, arus kedua yang jauh lebih kuat datang menerjang.
Arus dahsyat ini membuat situasi menjadi tidak terkendali. Tiga orang anggota rombongan mendadak terseret arus. Dalam kondisi darurat tersebut, pemandu meminta korban untuk tetap berdiam diri di titik aman sementara sang pemandu berusaha mengejar dan menyelamatkan tiga penyelam yang terseret.
Pernyataan Kepolisian dan Penanganan Korban
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, memaparkan kronologi penyelamatan yang dilakukan oleh petugas dan pemandu wisata di lapangan.
"Arus kedua menyebabkan tiga orang anggota rombongan terbawa arus. Guide kemudian meminta korban tetap berada di tempat, sementara guide bergerak mencari tiga penyelam tersebut," ujar Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa saat memberikan keterangan resmi.
Setelah arus laut mulai mereda, pemandu wisata bersama tiga penyelam yang berhasil diselamatkan kembali ke titik awal untuk menjemput korban. Namun, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah air. Upaya pertolongan darurat segera dilakukan dengan mengangkat korban ke permukaan dan membawanya ke fasilitas medis terdekat, tetapi nyawa wisatawan asal Malaysia tersebut tidak dapat ditolong lagi.
"Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para wisatawan bahari untuk selalu mengutamakan kesehatan fisik dan mematuhi imbauan pemandu, terutama saat berhadapan dengan karakter arus bawah laut Nusa Penida yang terkenal tidak terduga," tambah pihak kepolisian.
Ringkasan Kronologi Tragedi Diving Nusa Penida
| Waktu (WITA) | Lokasi | Catatan Kejadian |
|---|---|---|
| 08.00 | Manta Bay | Sesi diving pertama. Korban batuk, namun menyatakan siap menyelam. Sesi berjalan lancar. |
| 11.00 | Crystal Bay | Sesi diving kedua. Korban kembali dikonfirmasi dan menolak beristirahat di boat. |
| Pasca 11.00 | Crystal Bay | Terjadi hantaman arus laut kuat. Tiga penyelam terseret, korban terpisah lalu ditemukan tak bernyawa. |
Pentingnya Evaluasi Fisik Saat Menyelam
Aktivitas *scuba diving* memerlukan stamina yang sangat prima dan kondisi pernapasan yang optimal. Batuk atau keluhan saluran pernapasan ringan sekalipun dapat mengindikasikan masalah kesetaraan tekanan (*equalization*) atau potensi kelelahan saat bertarung melawan arus laut yang ekstrem. Pihak berwenang mengimbau agar setiap wisatawan tidak memaksakan diri demi keselamatan jiwa saat berwisata bahari.
Seorang WNA Malaysia meninggal dunia saat menyelam di perairan Crystal Bay, Nusa Penida. Korban dan rombongan sempat dihantam arus kencang bawah laut. Baca selengkapnya di Warkini.com
Comments (0)