warkini.
Travel

Jakarta — Menhan Sjafrie Minta BPKP Perkuat Peran Pengawasan Keuangan

Halo Sobat Warkini! Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, secara tegas mendorong Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna

Jakarta — Menhan Sjafrie Minta BPKP Perkuat Peran Pengawasan Keuangan

Halo Sobat Warkini! Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, secara tegas mendorong Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk terus memperkuat perannya sebagai instrumen vital negara. Dalam pandangannya, dinamika serta tantangan nasional dan global yang dihadapi Indonesia saat ini kian kompleks. Kondisi ini membutuhkan aparatur pengawas yang tangguh, profesional, serta siap mengawal berbagai kebijakan strategis nasional pada Senin, 14 September 2026.

Sjafrie menekankan bahwa penguatan BPKP tidak hanya sebatas pemenuhan fungsi pengawasan internal rutin atau pemeriksaan dokumen administrasi belaka. Lebih dari itu, penguatan harus menyasar manajemen dan pengawakan lembaga agar BPKP mampu berdiri sebagai benteng tata kelola keuangan negara yang solid dan tepercaya.

"BPKP adalah instrumen negara yang harus kita perkuat. Pengawakan dan manajemennya harus kuat," tegas Sjafrie Sjamsoeddin saat menyampaikan arahannya.

Transformasi Pengawasan: Dari Cara Berpikir Normatif ke Eksploratif

Salah satu poin krusial yang disorot oleh Menhan Sjafrie adalah pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di tubuh aparatur pengawas negara. Menurutnya, perkembangan situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global membuat aparatur tidak bisa lagi bekerja secara kaku atau sekadar berpatokan pada prosedur normatif semata.

Ia menyuarakan pentingnya pendekatan yang lebih terbuka dan eksploratif. Pendekatan ini memungkinkan para pengawas keuangan untuk mampu membaca potensi risiko di masa depan, bukan sekadar mencatat kekeliruan administrasi setelah sebuah program anggaran selesai dilaksanakan.

  1. Mitigasi Risiko Dini: Pengawasan eksploratif berfokus pada upaya membaca dinamika mendatang agar potensi penyimpangan dapat dicegah lebih awal.
  2. Penyediaan Solusi Konkrit: Auditor tidak hanya menemukan kesalahan, melainkan memberikan opsi pemecahan masalah bagi instansi pemerintah.
  3. Pengawasan Berorientasi Manfaat: Memastikan setiap rupiah alokasi anggaran negara benar-benar memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
"Kalau normatif, kita bisa membaca. Tetapi kalau eksploratif, kita harus mampu melihat apa yang mungkin terjadi di depan," kata Menhan menambahkan.

Tabel Analisis: Pengawasan Normatif vs Pengawasan Eksploratif

Untuk memahami dorongan transformasi yang dimaksud Menhan Sjafrie, berikut adalah perbandingan antara pendekatan pengawasan konvensional dan pengawasan eksploratif:

Parameter Pengawasan Normatif Pengawasan Eksploratif
Fokus Utama Kepatuhan administratif & regulasi baku Mitigasi risiko masa depan & efektivitas program
Pola Kerja Reaktif (memeriksa kejadian lalu) Proaktif (memprediksi kemungkinan ke depan)
Hasil Akhir Laporan temuan & sanksi administrasi Rekomendasi strategis & solusi terintegrasi

Keberanian Mengambil Keputusan di Koridor Hukum

Menhan Sjafrie juga menggarisbawahi bahwa BPKP memegang posisi yang amat strategis dalam mendukung keberhasilan program pertahanan dan pembangunan nasional. Pengawasan sektor keuangan publik, terutama yang berkaitan dengan alokasi anggaran pertahanan serta pengadaan strategis, membutuhkan aparatur yang memiliki keyakinan teguh.

Ia mengingatkan agar seluruh jajaran pengawas tidak ragu atau takut dalam mengambil keputusan strategis, selama hal tersebut dilakukan dengan integritas penuh dan berada di dalam koridor hukum yang berlaku. Langkah ini dinilai kunci utama untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan responsif terhadap tantangan zaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User