Jartatel Deklarasi, Dorong Kacamata AR untuk Tuli di Indonesia

Jakarta, Warkini.com – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) resmi mendeklarasikan diri dalam sebuah acara yang digelar di Jakart

Jul 12, 2026 - 02:32
0 1
Jartatel Deklarasi, Dorong Kacamata AR untuk Tuli di Indonesia

Jakarta, Warkini.com – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) resmi mendeklarasikan diri dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta pekan ini. Deklarasi ini menandai babak baru kolaborasi para pemangku kepentingan industri telekomunikasi tetap sekaligus menyoroti potensi pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kacamata augmented reality (AR) bagi penyandang disabilitas, khususnya Tuli.

Momen Bersejarah bagi Infrastruktur Digital Nasional

Bertempat di ballroom hotel bintang lima kawasan Sudirman, sejumlah petinggi perusahaan telekomunikasi, regulator, dan pakar teknologi hadir menyaksikan penandatanganan piagam deklarasi Jartatel. Asosiasi ini digawangi oleh para penyelenggara jaringan tetap pita lebar dan infrastruktur pendukungnya. Ketua Umum Jartatel terpilih, Dr. Andi Mulyana, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan asosiasi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh pelosok tanah air.

“Kami percaya bahwa jaringan tetap adalah tulang punggung transformasi digital. Melalui Jartatel, kami menyatukan visi agar tidak ada lagi wilayah blankspot, dan setiap warga negara—tanpa terkecuali penyandang disabilitas—dapat merasakan manfaat konektivitas yang setara,” ujar Andi di hadapan para delegasi.

Teknologi AR sebagai Inklusi bagi Penyandang Tuli

Salah satu sorotan utama dalam deklarasi tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Jartatel dan startup teknologi inklusi SeeSound, pengembang kacamata AR untuk penyandang Tuli. Perangkat yang digagas oleh Bram Van Oost ini mampu menangkap suara percakapan di sekitar pengguna, mengonversinya menjadi teks, dan menampilkannya secara real-time pada lensa kacamata. Di Indonesia, kolaborasi ini akan diujicobakan di tiga kota besar: Jakarta, Bandung, dan Surabaya, sebelum diperluas ke daerah lain.

Rangkaian acara deklarasi Jartatel berlangsung dalam beberapa sesi penting:

  1. Pukul 09.00 – 10.00: Pendaftaran dan coffee morning sekaligus pameran mini prototipe kacamata AR SeeSound.
  2. Pukul 10.00 – 10.30: Sambutan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengapresiasi terbentuknya asosiasi serta komitmen inklusivitas teknologi.
  3. Pukul 10.30 – 11.00: Pembacaan dan penandatanganan piagam deklarasi Jartatel oleh 12 penyelenggara jaringan tetap nasional.
  4. Pukul 11.00 – 11.30: Penandatanganan MoU antara Jartatel dan SeeSound disertai demo langsung kacamata AR yang dipakai oleh relawan Tuli.
  5. Pukul 11.30 – 12.30: Diskusi panel bertajuk “Masa Depan Broadband dan Aksesibilitas Digital” yang menghadirkan pakar dari BRIN, operator, dan komunitas disabilitas.
  6. Pukul 12.30 – 13.00: Konferensi pers dan sesi foto bersama.

Dukungan Pemerintah dan Target Ambisius

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkominfo, Laksmi Dewanti, menyampaikan bahwa inisiatif Jartatel sejalan dengan program prioritas nasional yaitu Peta Jalan Indonesia Digital 2030. Pemerintah menargetkan 95 persen wilayah berpenghuni dapat mengakses internet tetap berkecepatan minimal 100 Mbps pada tahun 2026, dan asosiasi ini diharapkan mampu mendorong investasi serta kolaborasi non-komersial. “Kacamata AR untuk penyandang Tuli adalah contoh nyata bahwa infrastruktur digital yang kuat memungkinkan lahirnya solusi sosial yang memberdayakan. Kita tidak lagi berbicara tentang koneksi semata, melainkan bagaimana koneksi itu mengubah hidup,” tandas Laksmi.

Ketua Harian Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Surya Wirawan, yang hadir sebagai undangan menyambut antusias rencana uji coba kacamata AR ini. Ia menekankan, selama ini akses informasi bagi komunitas Tuli masih sangat terbatas di ruang-ruang publik. “Jika perangkat ini bisa diintegrasikan dengan jaringan tetap berlatensi rendah, maka percakapan langsung di bank, rumah sakit, atau stasiun bisa diikuti oleh teman Tuli tanpa hambatan,” kata Surya.

Implikasi Bisnis dan Regulasi

Deklarasi Jartatel juga menjadi sinyal bagi pelaku industri bahwa era kompetisi infrastruktur yang tidak terkoordinasi akan segera berakhir. Asosiasi ini akan merumuskan standar teknis bersama serta mengadvokasi regulasi yang mendukung percepatan pembangunan jaringan tetap. Sebanyak 23 perusahaan telah menyatakan minat bergabung dalam tiga bulan pertama, mencakup penyedia fiber optik, menara telekomunikasi, dan penyedia layanan internet tetap. Di sisi lain, startup seperti SeeSound melihat peluang emas karena kacamata AR-nya memerlukan koneksi stabil yang hanya bisa dijamin oleh jaringan tetap pita lebar.

Jartatel merencanakan program kerja 100 hari pertama yang meliputi: penyusunan peta jalan bersama untuk fiberisasi nasional, lokakarya teknis inklusi digital, serta penggalangan dana riset bersama untuk perangkat bantu berbasis IoT. Andi Mulyana menutup pidatonya dengan optimisme: “Kita sedang menulis sejarah. Bukan hanya tentang kabel dan serat optik, tapi tentang masa depan di mana teknologi menjadi jembatan, bukan tembok, bagi semua orang.”

[SOCIAL_TWEET]: Baru saja dideklarasikan! Asosiasi Jartatel siap perluas internet tetap sekaligus uji coba kacamata AR untuk penyandang Tuli di 3 kota. Inklusivitas digital bukan lagi wacana. #Jartatel #InklusiDigital #ARforDeaf[SOCIAL_TG]: 🚀 Jartatel resmi berdiri! Kini, internet kencang dan kacamata AR untuk teman Tuli siap diuji di Jakarta-Bandung-Surabaya. Masa depan inklusi digital makin nyata. Yuk baca selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User