Kafilah Kabupaten Tangerang Pertahankan Juara Umum MTQ Banten di Tengah Kebakaran TPA
Asap pekat yang mengepul dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin tak menyurutkan lantunan ayat suci. Di tengah bencana kebakaran yang melanda kawas
Asap pekat yang mengepul dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin tak menyurutkan lantunan ayat suci. Di tengah bencana kebakaran yang melanda kawasan Tangerang, kafilah Kabupaten Tangerang justru menunjukkan ketangguhan spiritual dengan mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 Tingkat Provinsi Banten.
Kemenangan di Bawah Kepulan Asap
Peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin yang terjadi sejak awal pekan lalu sempat menimbulkan kekhawatiran akan mengganggu pelaksanaan MTQ. Kepulan asap tebal dan bau menyengat dirasakan hingga radius beberapa kilometer, termasuk di sekitar arena perlombaan. Namun, panitia dan peserta tetap melanjutkan kompetisi dengan protokol kesehatan tambahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat bahwa api berhasil dilokalisir dan tidak sampai merembet ke pemukiman warga maupun lokasi MTQ, meski kualitas udara sempat memburuk.
Dalam kondisi yang tidak ideal tersebut, kafilah Kabupaten Tangerang berhasil meraih total 127 poin, unggul tipis dari Kota Tangerang Selatan di posisi kedua dengan 115 poin, dan Kota Serang di peringkat ketiga dengan 98 poin. Cabang-cabang unggulan seperti tilawah dewasa, tahfiz 10 juz, dan tafsir Al-Qur’an menjadi penyumbang medali emas terbanyak. “Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Kami seperti diuji dua kali: oleh asap yang memedihkan mata dan oleh tekanan kompetisi,” ujar salah satu peserta yang enggan disebut namanya.
Semangat yang Tak Padam Meski Bencana Mengintai
Keberhasilan kafilah Kabupaten Tangerang mempertahankan juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut ini bukan hanya soal keahlian membaca Al-Qur’an. Ini adalah cerita tentang ketahanan mental dan spiritual. Beberapa peserta mengaku sulit berkonsentrasi karena aroma asap yang sesekali terbawa angin. Latihan-latihan terakhir bahkan harus digelar di masjid-masjid yang lebih jauh dari pusat kebakaran. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang menyebut peristiwa ini sebagai “mukjizat kecil” bagi para qari dan qariah.
Dukungan dari pemerintah daerah pun mengalir deras. Pj Bupati Tangerang secara simbolis memberikan bonus dan beasiswa bagi para pemenang, sambil menegaskan bahwa prestasi ini mengharumkan nama daerah di tengah cobaan. “Anak-anak kami tidak hanya piawai membaca ayat suci, tapi juga mampu mengelola emosi dan tidak menyerah pada keadaan,” kata Pj Bupati dalam seremoni penutupan.
Pesan Moral dari PBNU: Sabar dan Istiqomah
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, yang hadir sebagai peninjau di arena MTQ, menyampaikan apresiasi mendalam.
“Kebakaran TPA Jatiwaringin adalah ujian, bukan hanya bagi warga sekitar tetapi juga bagi peserta MTQ. Namun semangat para qari dan qariah membuktikan bahwa cobaan bukanlah penghalang untuk terus mengumandangkan firman Allah. Inilah cerminan keimanan yang sejati,”ujar KH Zulfa Mustofa saat ditemui seusai menutup acara.
KH Zulfa Mustofa juga mengaitkan peristiwa ini dengan ajaran Al-Qur’an tentang kesabaran (sabr) dan keteguhan hati (istiqomah). Ia mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum MTQ ini sebagai ajang introspeksi dan peningkatan kualitas ibadah di tengah musibah. “Api di Jatiwaringin mengingatkan kita bahwa dunia ini fana. Yang abadi adalah amal dan bacaan Al-Qur’an yang kita lantunkan dengan ikhlas,” tambahnya.
Data Kunci dan Jejak Prestasi
Berikut adalah rekapitulasi perolehan medali lima besar MTQ ke-23 Provinsi Banten:
- Kabupaten Tangerang: 12 emas, 8 perak, 5 perunggu (127 poin)
- Kota Tangerang Selatan: 9 emas, 10 perak, 6 perunggu (115 poin)
- Kota Serang: 7 emas, 6 perak, 9 perunggu (98 poin)
- Kabupaten Serang: 5 emas, 7 perak, 8 perunggu (82 poin)
- Kota Cilegon: 4 emas, 5 perak, 7 perunggu (68 poin)
Musabaqah tahun ini diikuti oleh 8 kabupaten/kota se-Banten dengan total 426 peserta yang berlomba di 13 cabang musabaqah. Penyelenggaraan awalnya dikhawatirkan akan tertunda akibat kebakaran, namun berkat koordinasi cepat antara panitia, BPBD, dan pemerintah daerah, acara dapat berlangsung sesuai jadwal.
Perpaduan antara bencana dan kemenangan ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Banten. TPA Jatiwaringin yang terbakar menjadi saksi bisu bahwa dari puing-puing musibah, manusia dapat memetik pelajaran berharga: keindahan ayat-ayat Ilahi tetap bisa berkumandang, mengalahkan kegelapan asap dan api.
[SOCIAL_TWEET]: Asap kebakaran TPA Jatiwaringin tak padamkan semangat kafilah Kabupaten Tangerang! Juara umum MTQ Banten ke-23 dengan 127 poin. KH Zulfa Mustofa: “Cobaan bukan penghalang kumandangkan firman Allah.” #MTQBanten #TangerangJuara #KebakaranTPA[SOCIAL_TG]: 🔥 Asap kebakaran TPA Jatiwaringin yang mengepul tak menyurutkan lantunan ayat suci. Kabupaten Tangerang kembali juara umum MTQ Banten ke-23. Simak bagaimana para qari dan qariah bertahan di tengah musibah.
Comments (0)