CIKAMPEK — Berburu Malam Lailatul Qadar, Warga Itikaf Khusyuk di Masjid Asy-Syuhada Cikampek

Malam ke-27 Ramadhan 1443 H menyelimuti Masjid Asy-Syuhada di Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan cahaya iman yang tak kasatmata. Ratusan jamaah dari berb

Jul 12, 2026 - 07:04
0 0
CIKAMPEK — Berburu Malam Lailatul Qadar, Warga Itikaf Khusyuk di Masjid Asy-Syuhada Cikampek

Malam ke-27 Ramadhan 1443 H menyelimuti Masjid Asy-Syuhada di Cikampek, Kabupaten Karawang, dengan cahaya iman yang tak kasatmata. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru kota memadati ruang utama hingga serambi masjid. Udara malam yang biasanya dingin berubah hangat oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, dan selawat yang bergema tanpa henti. Mereka datang bukan sekadar untuk salat berjamaah, melainkan untuk mengejar satu malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar.

Di sudut mihrab, seorang pria paruh baya menunduk dalam sujud panjang. Di sisi lain, sekelompok pemuda melantunkan Surat Al-Kahfi dengan tartil. Sementara itu, para ibu menghaturkan doa-doa terbaik bagi keluarga dan umat. Seluruh gerak dan laku mereka adalah wujud itikaf—diam di masjid dengan niat semata-mata mencari rida Allah SWT.

Itikaf: Ritual Sepuluh Malam Penuh Perburuan Spiritual

Itikaf bukanlah sekadar menginap di masjid. Ia adalah pensucian diri secara total dari hiruk-pikuk dunia. Dalam tradisi Islam, itikaf dijalankan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengikuti sunah Rasulullah SAW yang selalu mengintensifkan ibadah di pengujung bulan suci. Pada malam-malam ganjil—terutama malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29—umat meyakini Lailatul Qadar turun membawa keberkahan.

Di Masjid Asy-Syuhada, panitia Ramadhan menyiapkan segala kebutuhan jamaah sejak sore. Karpet-karpet digelar, pendingin ruangan diatur agar tetap sejuk, dan konsumsi sahur disediakan oleh para donatur. “Kami sengaja membuat suasana senyaman mungkin agar jamaah bisa fokus beribadah,” kata Ustaz Fadlil Azmi, imam dan pengurus masjid setempat, saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

“Ini malam penuh rahasia. Kami tidak tahu persis kapan Lailatul Qadar tiba, tetapi kami ingin menyambutnya dengan sepenuh hati. Setiap jamaah yang datang malam ini adalah bukti bahwa kerinduan kepada Allah itu nyata,” ujar Ustaz Fadlil dengan tatapan teduh.

Malam ke-27: Puncak Ekspektasi dan Kepasrahan

Malam ke-27 Ramadhan selalu menjadi magnet tersendiri. Sebagian ulama mengisyaratkan bahwa malam inilah Lailatul Qadar paling sering terjadi. Pantulan lampu kristal di langit-langit masjid seolah menyaksikan para jamaah yang khusyuk. Di tengah malam, beberapa orang terlihat menangis haru, yang lain tersenyum ringan seakan memperoleh ketenangan batin yang langka.

Ahmad Fauzi (45), seorang jamaah yang telah tiga tahun berturut-turut menghidupkan malam ke-27 di Masjid Asy-Syuhada, berbagi pengalamannya.

“Saya pernah membaca bahwa hati yang bersih bisa merasakan kehadiran malaikat di malam Lailatul Qadar. Di sini, saat semua orang larut dalam dzikir, saya merasa seperti tidak sendirian. Ada sesuatu yang mengalir, sejuk seperti air, tapi bukan dari AC. Itu mungkin kedamaian yang hanya turun di malam seribu bulan,” ungkap Ahmad, matanya berkaca-kaca.

Al-Qur’an, Dzikir, dan Selawat: Tiga Pilar Itikaf

Di masjid berkapasitas 1.500 jamaah ini, kegiatan itikaf dibagi dalam beberapa sesi. Selepas salat Tarawih dan Witir, jamaah dipersilakan membaca Al-Qur’an secara mandiri. Menjelang tengah malam, bilal memimpin dzikir bersama, diikuti ceramah singkat tentang fadhilah Lailatul Qadar. Menjelang sahur, selawat menggema, menggetarkan dinding-dinding masjid yang sebagian terbuat dari kayu jati khas Karawang.

Membaca Al-Qur’an menjadi prioritas karena malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya wahyu pertama. Banyak jamaah yang menargetkan khatam sekali dalam semalam. Sementara dzikir dan selawat adalah bentuk cinta dan penghormatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kombinasi tiga ibadah ini menciptakan ekosistem spiritual yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

“Saya tidak membawa target apa pun kecuali hadir,” kata Siti Nurjanah (38), ibu tiga anak yang baru pertama kali ikut itikaf. “Tapi begitu duduk, mulut ini entah mengapa terus berucap istighfar. Mungkin karena hati saya merasa kotor dan ingin dibersihkan,” ujarnya sambil menyeka sudut mata.

Persiapan Fisik dan Mental Demi Malam Istimewa

Menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan bukan tanpa tantangan. Rasa kantuk, lapar, dan pegal sering kali menjadi ujian. Para jamaah di Masjid Asy-Syuhada memiliki cara tersendiri untuk tetap bugar. Sebagian membawa camilan kurma dan air zamzam, sebagian lagi melakukan peregangan ringan di shaf belakang agar peredaran darah tetap lancar.

“Saya minum kopi sedikit saat sahur tadi,” bisik Ridwan, seorang mahasiswa asal Purwakarta yang sengaja datang ke Cikampek untuk beritikaf. “Tapi setelah dzikir tadi, kantuk itu hilang. Mungkin ini salah satu keajaiban kecil yang Allah berikan di malam seperti ini.”

Pengurus masjid juga menyediakan layanan kesehatan sederhana: minyak kayu putih, tensimeter, dan beberapa kotak obat darurat. “Alhamdulillah, setiap tahun antusiasme warga semakin tinggi. Tugas kami hanya memfasilitasi, urusan hidayah itu hak prerogatif Allah,” ujar Ustaz Fadlil lagi.

Lebih dari Sekadar Ritual: Merajut Solidaritas Umat

Di balik ibadah personal, itikaf di Masjid Asy-Syuhada juga melahirkan simpul-simpul solidaritas. Para jamaah saling berbagi takjil, membangunkan yang tertidur, hingga menyediakan tisu bagi yang menangis. Momen ini menegaskan bahwa Islam bukan hanya relasi vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga horizontal dengan sesama manusia.

Menjelang subuh, suasana semakin mengharu-biru. Doa bersama dipimpin imam dengan suara yang lirih tapi menusuk kalbu. “Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang kembali fitrah…,” pinta sang imam. Jamaah serentak mengamini. Air mata tak terbendung. Masing-masing larut dalam monolog kepada Tuhannya, memohon ampunan, petunjuk, dan keselamatan dunia akhirat.

Tepat saat fajar menyingsing, salat Subuh berjamaah menjadi penutup rangkaian itikaf. Beberapa jamaah tampak enggan beranjak. Mereka duduk sejenak, meresapi setiap detik yang telah berlalu dengan penuh rahasia. Siapa tahu, malam itulah Lailatul Qadar yang mereka buru.

FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Lailatul Qadar dan Itikaf

Apa itu Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang terjadi pada bulan Ramadhan, saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Ibadah di malam ini diyakini memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3).

Kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi?
Tidak ada yang tahu pasti. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Apa saja amalan utama saat itikaf?
Amalan utama meliputi membaca Al-Qur’an, berdzikir, berselawat, salat sunah, berdoa, dan introspeksi diri (muhasabah). Intinya adalah mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi urusan duniawi.

TAGS: #LailatulQadar #Itikaf #MasjidAsySyuhada #Ramadhan1443H #Karawang

[SOCIAL_FB]: Suasana malam ke-27 Ramadhan di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Karawang, benar-benar syahdu. Ratusan jamaah menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan itikaf: membaca Al-Qur’an, dzikir, dan selawat. Sebagian menangis haru, sebagian tersenyum damai. Mereka berburu satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bagaimana Anda mengisi malam-malam terakhir Ramadhan tahun ini? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. #LailatulQadar #Itikaf #Ramadhan1443H[SOCIAL_THREADS]: Malam ke-27 Ramadhan. Suhu ruangan 25 derajat, tapi hati terasa hangat. Rasanya seperti ada yang berbeda malam ini. Masjid Asy-Syuhada Cikampek dipenuhi jamaah yang beritikaf. Bukan sekadar menginap, tapi berburu malam lebih baik dari seribu bulan. 🕌✨ Aku bertanya pada seorang bapak, kenapa rela begadang sampai subuh. Jawabnya sederhana: “Karena malam ini perjanjian cinta dengan Allah.” Seketika aku terdiam. Semoga di antara ribuan sujud dan tetes air mata malam itu, ada doa yang diijabah. Untukmu, untukku, untuk kita semua. 🤲💚 #LailatulQadar #Itikaf #Ramadhan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User