Kalah dari Inggris, Erling Haaland Tinggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kekecewaan

MIAMI, WARKINI.COM — Sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari seorang mesin gol sekelas Erling Haaland. Penyerang andalan Timnas Norwegia itu meninggal

Jul 13, 2026 - 07:21
0 0
Kalah dari Inggris, Erling Haaland Tinggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kekecewaan

MIAMI, WARKINI.COM — Sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari seorang mesin gol sekelas Erling Haaland. Penyerang andalan Timnas Norwegia itu meninggalkan lapangan Miami Stadium dengan langkah gontai, kepala tertunduk, dan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam. Norwegia baru saja tumbang 1-2 dari Inggris dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang dramatis, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Mimpi mereka untuk menembus semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah pupus sudah.

Di stadion yang dipenuhi lebih dari 65.000 penonton itu, Haaland sebenarnya sempat memberi harapan. Namun, dua gol cepat Inggris di babak pertama dan kegagalan Norwegia memanfaatkan peluang di babak kedua membuat mereka harus pulang lebih awal. Kini, bintang Manchester City itu harus menunda—atau bahkan mungkin mengubur—ambisinya membawa Norwegia berbicara banyak di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Perjalanan yang Penuh Harapan

Norwegia datang ke Piala Dunia 2026 dengan optimisme tinggi. Setelah absen di edisi 2022, lolos ke putaran final yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini adalah pencapaian besar. Apalagi, skuad asuhan Ståle Solbakken diperkuat oleh sejumlah talenta muda seperti Martin Ødegaard, Antonio Nusa, dan tentu saja Erling Haaland yang sedang berada di puncak kariernya.

Fase grup dilalui dengan cukup mulus. Norwegia finis sebagai runner-up Grup E setelah mengalahkan Korea Selatan dan bermain imbang dengan Uruguay, serta kalah tipis dari Portugal. Di babak 16 besar, mereka mengejutkan Spanyol lewat adu penalti. Haaland mencetak dua gol di sepanjang turnamen sebelum laga kontra Inggris, menjadikannya tumpuan utama lini depan.

Babak Pertama yang Menghancurkan

Laga melawan Inggris di Miami Stadium diprediksi akan berjalan ketat. Namun, kenyataan berbicara lain. Inggris langsung tampil agresif dan membuka skor pada menit ke-18 melalui Jude Bellingham yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Baru sepuluh menit berselang, Bukayo Saka menggandakan keunggulan lewat serangan balik mematikan. Norwegia seperti kehilangan arah, dan Haaland nyaris tak mendapat suplai bola bersih.

“Kami seperti tidak siap menghadapi intensitas Inggris di 30 menit pertama. Itu yang membunuh kami,” ujar Solbakken dalam konferensi pers usai laga, dengan nada penuh penyesalan.

Norwegia sebenarnya memiliki peluang emas di menit ke-35 ketika Haaland berhasil lolos dari jebakan offside, namun tendangannya masih bisa ditepis oleh kiper Jordan Pickford. Momen itu seolah menjadi gambaran frustrasi Norwegia sepanjang babak pertama.

Haaland Berjuang, tetapi…

Masuk babak kedua, Norwegia mencoba bangkit. Solbakken memasukkan beberapa pemain ofensif dan mengubah formasi menjadi 4-2-4. Hasilnya, tekanan demi tekanan mulai dilancarkan. Puncaknya terjadi di menit ke-67, ketika umpan silang Julian Ryerson berhasil disambut sundulan keras Haaland yang tak mampu dihalau Pickford. Skor berubah 1-2, dan Miami Stadium bergemuruh.

Sejak gol itu, Haaland menjadi semakin hidup. Berkali-kali ia menusuk pertahanan Inggris dan memenangi duel udara. Sayangnya, penyelesaian akhir dan keberuntungan tak berpihak. Tembakan Martin Ødegaard membentur tiang, sementara gol Haaland di menit ke-83 dianulir VAR karena offside tipis. Kekecewaan jelas tergambar di wajah sang striker.

“Saya merasa kami pantas mendapatkan lebih. Kami berjuang sampai detik terakhir, tapi sepak bola kadang kejam. Saya minta maaf untuk para pendukung yang sudah datang jauh-jauh,” kata Haaland dengan suara bergetar di zona campuran, matanya sedikit berkaca-kaca.

Analisis Taktik: Kelemahan yang Dieksploitasi

Kekalahan Norwegia tidak terlepas dari kejelian Gareth Southgate, pelatih Inggris, yang membaca kelemahan lini tengah lawan. Dengan menempatkan Declan Rice dan Bellingham sebagai poros ganda, Inggris sukses memutus koneksi antara Ødegaard dan para penyerang. Akibatnya, Haaland harus mencari bola hingga ke area yang kurang menguntungkan. Statistik mencatat, sepanjang laga Haaland hanya melakukan 3 sentuhan di kotak penalti pada babak pertama, angka yang sangat minim untuk seorang striker kelas dunia.

Table berikut menunjukkan perbandingan sentuhan Haaland per babak:

PeriodeSentuhan di Kotak PenaltiTembakanGol
Babak 1310
Babak 2841

Peningkatan signifikan terlihat di babak kedua setelah Norwegia bermain lebih langsung. Namun, dua gol Inggris sudah cukup menjadi bantalan yang sulit dikejar.

Warisan dan Masa Depan Norwegia

Meski gagal melaju ke semifinal, pencapaian Norwegia di Piala Dunia 2026 tetap layak diapresiasi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka mampu mencapai perempat final, mengulangi prestasi terbaik mereka di Piala Dunia 1998. Generasi emas yang dipimpin Haaland dan Ødegaard diyakini masih akan bersinar di turnamen-turnamen mendatang, termasuk Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.

Namun, bagi Haaland secara pribadi, kekalahan ini menjadi pil pahit. Di level klub, ia sudah mengoleksi hampir semua trofi bergengsi bersama Manchester City, termasuk Liga Champions, Premier League, dan Ballon d’Or. Namun, membawa Norwegia ke puncak kejayaan adalah obsesi yang belum terwujud.

Seorang komentator sepak bola Norwegia, Jan Åge Fjørtoft, menyampaikan pandangannya: “Erling adalah pemimpin sejati. Dia membawa tim ini lebih jauh dari yang pernah diharapkan. Kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk masa depan.”

Namun, waktu terus berjalan. Pada 2026 ini Haaland sudah berusia 26 tahun, dan Piala Dunia berikutnya ia akan berusia 30 tahun. Akankah ia bisa menjaga kebugaran dan motivasi untuk kembali berjuang? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Perjalanan Norwegia mungkin berakhir di Miami, namun kisah Erling Haaland dan rekan-rekannya di panggung internasional masih panjang. Para pendukung di seluruh dunia tentu berharap, suatu hari nanti, sang raksasa Norwegia ini bisa mengangkat trofi yang paling didambakan di muka bumi.

[SOCIAL_TWEET]: Erling Haaland tak kuasa menahan kekecewaan setelah Norwegia kalah 1-2 dari Inggris di perempat final Piala Dunia 2026. Mimpinya ke semifinal pupus. #PialaDunia2026 #Haaland #Norwegia[SOCIAL_TG]: 💔 Erling Haaland tak bisa sembunyikan kekecewaan usai kalah dari Inggris. #PialaDunia2026

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User