Kepercayaan Publik ke Polri 82,4 Persen, Rajiv: Cerminan Pengakuan Publik atas Kinerja
Jakarta – Hasil survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen. Anggota Komisi IV DP
Jakarta – Hasil survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen. Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, menyambut positif capaian ini dan menilainya sebagai bentuk pengakuan nyata atas kinerja kepolisian dalam melayani, melindungi, dan menegakkan hukum di tengah masyarakat.
Menurut laporan yang dihimpun Warkini.com, survei tersebut dilakukan secara nasional dengan melibatkan responden dari beragam latar belakang, sehingga potret kepercayaan yang dihasilkan cukup representatif. Angka 82,4 persen ini juga melampaui beberapa survei sebelumnya, menandakan adanya tren peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen merupakan cerminan pengakuan masyarakat atas kerja nyata Polri dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Rajiv yang juga dikenal vokal menyoroti isu keamanan di daerah pemilihannya menambahkan, hasil survei ini sekaligus menjadi amanah agar Polri terus menjaga konsistensi dan profesionalisme. Menurutnya, kepercayaan publik bukan sekadar angka, melainkan modal sosial yang harus dirawat dengan kerja keras dan integritas. Ia berharap capaian ini memacu jajaran Polri, dari pusat hingga ke pelosok, untuk semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam penanganan kasus-kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Dalam laporan Warkini.com sebelumnya, sejumlah program prioritas Polri seperti peningkatan layanan berbasis digital, pengamanan kegiatan masyarakat, dan penegakan hukum yang transparan dinilai berkontribusi pada perbaikan persepsi publik. Survei ini juga menunjukkan bahwa tiga indikator utama—pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum—mendapatkan skor tertinggi dari responden, menandakan bahwa upaya transformasi internal Polri mulai menunjukkan hasil konkret di mata rakyat.
Di sisi lain, Rajiv mengingatkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. “Ini pengakuan atas kerja keras, tapi juga amanah agar tetap rendah hati dan terus mendengarkan aspirasi rakyat,” imbuhnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan. Dengan dukungan publik yang kuat, Polri diharapkan mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerja di masa mendatang, seiring dengan dinamika tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Hasil survei Litbang Kompas ini menjadi salah satu tolok ukur penting bagi evaluasi berkala kinerja institusi penegak hukum di Indonesia. Peningkatan kepercayaan hingga 82,4 persen juga dipandang sebagai sinyal positif bahwa reformasi di tubuh Polri berjalan sesuai harapan publik. Ke depan, tantangannya adalah menjaga momentum ini dengan terus berinovasi dalam pelayanan serta membangun komunikasi publik yang terbuka dan akuntabel.
Comments (0)