Ketahanan Pangan Imipas Dinilai Berkontribusi pada Target Pembangunan Nasional
Jakarta - Program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dinilai tidak hanya bermanfaat bagi pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan sumbangan nyata
Jakarta - Program ketahanan pangan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dinilai tidak hanya bermanfaat bagi pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan sumbangan nyata terhadap pencapaian target pembangunan nasional. Kontribusi tersebut terlihat dari keterkaitannya dengan sejumlah indikator penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Demikian disampaikan Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jarot Indarto, dalam sebuah forum diskusi kelompok terarah (FGD) Ketahanan Pangan yang digelar di lingkungan Kemenimipas. Berdasarkan siaran langsung yang dipantau Warkini.com pada Selasa (23/6/2026), Jarot menguraikan bahwa struktur swasembada pangan dalam RPJMN memuat beberapa indikator yang harus dicapai hingga akhir tahun 2029.
"Struktur dari swasembada pangan di dalam RPJMN kita ada beberapa indikator yang kita tuangkan, indikator yang harus kita capai sampai dengan akhir tahun 2029, ada indikator indeks ketahanan pangan sampai dengan indeks kesejahteraan petani yang paling akhir, ini merupakan indikator pembangunan nasional yang perlu dicapai. Apa kaitannya dengan Bapak/Ibu? Akan sangat baik mengaitkan apa yang dilaksanakan Imipas untuk memberikan kontribusi ke dalam indikator nasional itu, bagaimana keterkaitan kuat produksi di lahan masing-masing, dengan indeks ketahanan pangan misalnya dengan pola pangan harapan, baik ketersediaan maupun konsumsi dan sebagainya," papar Jarot.
Indikator Kunci dalam RPJMN
Jarot menjelaskan bahwa indeks ketahanan pangan dan indeks kesejahteraan petani merupakan dua indikator utama yang menjadi target pembangunan nasional. Indeks ketahanan pangan mencakup aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan, sedangkan indeks kesejahteraan petani menggambarkan tingkat pendapatan dan kualitas hidup para petani. Dengan mengaitkan produksi pangan dari program pembinaan di Imipas, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kedua indikator tersebut.
Keterkaitan Produksi Lahan dengan Pola Pangan Harapan
Menurut Jarot, akan sangat baik jika Imipas dapat membangun keterkaitan yang kuat antara produksi pangan dari lahan-lahan yang dikelola warga binaan dengan indikator nasional. Salah satu contohnya adalah dengan pola pangan harapan, yang tidak hanya bicara soal ketersediaan pangan tetapi juga konsumsi. Melalui pendekatan ini, hasil panen dari program ketahanan pangan pemasyarakatan bisa diukur kontribusinya terhadap peningkatan skor indeks ketahanan pangan nasional.
Langkah tersebut dinilai strategis karena mampu mengubah peran warga binaan dari sekadar penerima pembinaan menjadi bagian dari rantai pasok pangan nasional. Dengan sinergi antara Kemenimipas dan Bappenas, diharapkan program ketahanan pangan di lapas dan rutan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan internal, melainkan juga ikut mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Comments (0)