Khidmatnya Persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Jambi

Jambi - Umat Hindu di Jambi menggelar persembahyangan Hari Raya Kuningan dengan penuh khidmat. Perayaan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Gal

Jul 06, 2026 - 13:38
0 0
Khidmatnya Persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Jambi

Jambi - Umat Hindu di Jambi menggelar persembahyangan Hari Raya Kuningan dengan penuh khidmat. Perayaan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Galungan, mengakhiri masa perayaan yang berlangsung selama sepuluh hari. Pantauan tim liputan Warkini.com, sejak dini hari umat sudah memadati Pura Agung Jambi yang terletak di pusat kota, membawa berbagai sesaji dan perlengkapan upacara.

Rangkaian Upacara dan Makna Spiritual

Prosesi dimulai dengan puja yang dipimpin oleh pemangku pura, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Umat tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan, mulai dari penyucian diri menggunakan air tirta hingga memanjatkan doa. Suasana semakin sakral dengan alunan mantra dan genta yang mengiringi setiap gerakan sembahyang. Hari Raya Kuningan sendiri memiliki makna mendalam sebagai momen untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan kemakmuran kepada Sang Hyang Widi. Berbagai sarana upacara seperti tumpeng kuning, canang, dan paragpag yang terbuat dari janur menghiasi pelataran pura, masing-masing mengandung simbol doa restu bagi leluhur dan alam semesta. Umat percaya bahwa pada hari ini para leluhur yang turun saat Galungan akan kembali ke nirwana, sehingga mereka mempersembahkan sesaji sebagai bekal perjalanan.

"Kuningan bagi kami adalah puncak spiritual. Setelah merayakan kemenangan Dharma, kami memohon agar kebaikan itu terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari. Tumpeng kuning yang kami persembahkan melambangkan rasa syukur dan harapan terhadap kemakmuran lahir batin," tutur I Wayan Sudiarta, sesepuh umat Hindu Jambi, saat ditemui di sela-sela upacara.

Acara inti ditandai dengan persembahyangan serentak pada tengah hari, tepat saat matahari berada di atas kepala, yang diyakini sebagai waktu terbaik untuk menyampaikan sambrama atau puji-pujian. Setelah itu, dilanjutkan dengan natab atau membersihkan sesajen yang kemudian dibagikan kepada seluruh umat sebagai wujud berbagi berkah.

Harmoni Keberagaman di Pura Jambi

Menariknya, perayaan ini tidak hanya melibatkan umat Hindu semata. Warkini.com mencatat adanya sejumlah warga sekitar dari berbagai latar belakang yang turut menyaksikan prosesi. Beberapa pemuda dan tokoh masyarakat setempat bahkan hadir memberikan ucapan selamat dan membantu menjaga ketertiban. Kepala Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jambi, I Made Wirata, mengungkapkan rasa syukurnya atas toleransi yang terus terjaga di daerah ini. Menurutnya, kebersamaan yang terlihat selama perayaan membuktikan bahwa harmoni di Jambi bukan sekadar slogan, melainkan praktik sehari-hari.

"Ini bukan hanya perayaan agama, tetapi juga perayaan kebersamaan. Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang selalu mendukung. Simbol tamiang dan endongan yang kami pasang di rumah-rumah juga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu melindungi diri dari sifat buruk dan saling menghormati antar sesama," kata Made Wirata.

Rangkaian Kuningan diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana. Umat saling bertukar cerita dan menikmati hidangan khas seperti lawar dan kue tradisional. Perayaan ini menjadi refleksi tahunan akan pentingnya menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan alam sesuai ajaran Tri Hita Karana. Bagi masyarakat Hindu Jambi, kemeriahan Kuningan bukan hanya tentang ritual, melainkan juga momentum untuk memperkuat tekad hidup damai di tengah keanekaragaman budaya dan agama yang menjadi identitas Provinsi Jambi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User