Kisah Dramatis Inggris Singkirkan Meksiko di Babak 16 Besar
Stadion Azteca bergemuruh. Hampir 90 ribu pasang mata fanatik Meksiko menyaksikan mimpi tim kesayangan mereka luruh hanya dalam hitungan menit. Pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsu...
Stadion Azteca bergemuruh. Hampir 90 ribu pasang mata fanatik Meksiko menyaksikan mimpi tim kesayangan mereka luruh hanya dalam hitungan menit. Pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung Minggu malam waktu setempat, Inggris berhasil memukul tuan rumah Meksiko dengan kemenangan dramatis 3-2, memastikan satu tempat di perempat final. Harry Kane menjadi bintang setelah mencetak tiga gol, termasuk gol penentu di menit-menit akhir yang memaksa Estadio Azteca terdiam.
Badai Awal Meksiko yang Mengejutkan
Tidak ada yang menyangka pertandingan akan berjalan sepanas ini sejak menit pertama. Meksiko, didorong tensi dukungan penuh pendukungnya, langsung menekan dengan intensitas tinggi. Belum genap sepuluh menit, umpan silang akurat dari sayap kiri berhasil dikonversi menjadi gol oleh striker muda sensasi mereka, Santiago Lopez. Ribuan suara serempak meledak. Inggris tampak limbung, kehilangan ritme permainan di bawah tekanan atmosfer yang mencekam. Tekanan semakin menjadi ketika di menit ke-24, kesalahan fatal dari bek tengah John Stones berujung pelanggaran di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Eksekusi dingin kapten Meksiko menjadikan skor 2-0, membuat publik tuan rumah percaya diri melangkah ke fase berikutnya.
Kebangkitan sang Kapten Inggris
Tertinggal dua gol di kandang lawan bukan perkara mudah. Namun mental baja pasukan Gareth Southgate perlahan muncul. Momen krusial terjadi tepat di penghujung babak pertama. Umpan terobosan cerdas dari Jude Bellingham berhasil disambut tap-in sederhana oleh Harry Kane setelah memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Meksiko. Gol itu menjadi titik balik psikologis. Skor 2-1 menutup babak pertama, menyuntikkan keyakinan bahwa misi comeback masih mungkin.
Memasuki babak kedua, Inggris bermain lebih sabar. Dominasi penguasaan bola mulai terlihat, dan puncaknya di menit ke-67, lagi-lagi Bellingham menjadi kreator. Dari situasi sepak pojok yang gagal dihalau sempurna, bola jatuh di kaki Kane yang dengan naluri predator langsung mendorongnya ke sudut bawah gawang Meksiko. Skor imbang 2-2. Kedudukan itu membuat seluruh struktur pertahanan tuan rumah berantakan.
Drama di Ujung Laga: Hat-trick Kane
Pertandingan berjalan semakin sengit memasuki 15 menit terakhir. Kedua tim saling serang, menciptakan sejumlah peluang emas. Ketika semua mengira laga akan berlanjut ke babak tambahan, plot twist itu datang di menit ke-88. Dari serangan balik cepat yang dibangun Bukayo Saka, bola dikirimkan ke kotak penalti dan disambut sundulan akurat Kane ke tiang jauh. Si kulit bundar bersarang mulus tanpa bisa dijangkau kiper Meksiko yang sudah melompat. Harry Kane, sang kapten, langsung berlari ke sudut lapangan dengan ekspresi meledak-ledak, mengepalkan tangan penuh emosi — momen yang terekam sempurna oleh kamera AP Photo.
Estadio Azteca Membisu, Inggris Melaju
Ratusan pendukung Meksiko tertunduk lesu. Suasana yang sebelumnya riuh rendah berubah menjadi hening mencekam. Bagi tim tamu, kemenangan ini bukan cuma soal lolos ke perempat final, melainkan pembuktian mental juara setelah dua kali tertinggal. Performa Harry Kane layak dicatat sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen. Dengan catatan tiga gol sekaligus malam itu, ia kini memuncaki daftar pencetak gol sementara dan mengirim pesan kuat kepada seluruh kandidat juara bahwa Inggris adalah ancaman nyata. Rival selanjutnya di perempat final masih menunggu, tetapi satu hal pasti: para pendukung Inggris punya keyakinan besar bahwa tim ini bisa melangkah lebih jauh lagi.
Comments (0)