KLH Imbau Warga Jaga Jarak 1,7 Km dari Pusat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Warkini.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memasang perangkat pemantau kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, sebagai respons atas kebakara

Jul 08, 2026 - 04:52
0 0
KLH Imbau Warga Jaga Jarak 1,7 Km dari Pusat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Warkini.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memasang perangkat pemantau kualitas udara di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, sebagai respons atas kebakaran yang telah berlangsung selama berhari-hari. Pemantauan ini menjadi krusial untuk mengukur tingkat pencemaran dan dampaknya terhadap kesehatan warga sekitar.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di luar ruangan, khususnya dalam radius 1,7 kilometer dari titik pusat kebakaran. Langkah ini diambil setelah kementerian melakukan analisis mendalam terhadap data pantauan terbaru.

"Berdasarkan analisa data pantau yang kami lakukan hingga 3 Juli malam dan elaborasi data dari BMKG, kami menggunakan simulasi pemodelan teknis dengan parameter kunci PM2.5. Partikel ini sangat berbahaya bagi sistem pernapasan dan berpotensi langsung menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Dari hasil pemodelan tersebut, kami perkirakan batas aman bagi warga adalah berada di luar radius 1,7 km dari titik pusat TPA Jatiwaringin," jelas Jumhur dalam keterangannya pada Minggu (5/7/2026).

Imbauan ini didasari oleh karakteristik partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil, sehingga mampu menembus jauh ke dalam saluran pernapasan dan bahkan masuk ke aliran darah. Bagi populasi rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit paru, paparan ini dapat memperburuk kondisi kesehatan secara signifikan.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin sendiri telah memasuki hari keenam. Tim pemadam gabungan dari berbagai instansi masih berjibaku melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di beberapa titik api yang terus muncul dari tumpukan sampah. Selain itu, laporan dari media kami menyebutkan bahwa petugas di lapangan juga menyemprotkan air secara berkala untuk mengurangi penyebaran asap tebal yang mengganggu jarak pandang dan kualitas udara di permukiman padat penduduk.

KLH berjanji akan terus memperbarui data dan memperluas cakupan pemantauan untuk memastikan keselamatan warga. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan langkah-langkah evakuasi apabila kondisi semakin memburuk dan radius aman perlu diperluas. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, terutama jenis N95, jika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah dalam jarak yang telah ditentukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User