Langkah Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menata sistem penarikan retribusi pariwisata mulai membuahkan hasil manis. Penerapan skema One Gate One Destination (OGOD) yang baru berjalan selama sembilan hari berhasil mencatatkan penerimaan daerah yang sangat signifikan. Tak tanggung-tanggung, pundi-pundi retribusi dari sektor pelesiran ini sukses menembus angka lebih dari Rp2,68 miliar atau mendekati Rp2,7 miliar.
Penerimaan jumbo tersebut terbagi ke dalam dua pos utama, yakni retribusi tiket masuk kawasan dan retribusi khusus di Daya Tarik Wisata (DTW). Berdasarkan data terintegrasi, retribusi kawasan menyumbang Rp748.195.000, sedangkan penerimaan dari lima DTW unggulan menyentuh angka Rp1.939.055.000. Seluruh transaksi ini terekam secara transparan lewat sistem digital Aplikasi Mahottama milik Pemkab Klungkung.
Lonjakan Pendapatan Harian hingga Dua Kali Lipat
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, mengungkapkan bahwa efektivitas sistem OGOD langsung terlihat dari rata-rata pemasukan harian. Selama periode 1 hingga 9 September, kas daerah rata-rata menerima ratusan juta rupiah per hari dari para pelancong yang menikmati keindahan Nusa Penida dan sekitarnya.
"Berdasarkan total penerimaan Rp2.687.250.000, rata-rata penerimaan mencapai sekitar Rp298,6 juta per hari. Rata-rata itu hampir Rp300 juta per hari," ujar Putra Mahajaya.
Capaian rata-rata harian ini melesat tajam jika disandingkan dengan periode sebelum sistem OGOD diberlakukan. Sebelumnya, penerimaan retribusi harian Pemkab Klungkung berada di rentang Rp100 juta hingga Rp150 juta saja. Penerapan sistem terpadu ini terbukti berhasil memangkas kebocoran dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari geliat pariwisata.
Dominasi Kuat Wisatawan Mancanegara
Tingginya angka pendapatan retribusi tentu berbanding lurus dengan arus kunjungan turis ke destinasi eksotis di Klungkung. Selama sembilan hari pencatatan, tercatat sebanyak 30.055 wisatawan mengunjungi kawasan wisata tersebut. Dari jumlah tersebut, wisatawan mancanegara (wisman) masih menjadi magnet utama yang mendominasi kunjungan.
Berikut rincian profil kunjungan wisatawan yang tercatat dalam sistem:
- Wisatawan Mancanegara (Wisman): Mencapai 24.130 kunjungan atau setara 80,28 persen dari total turis. Komposisinya terdiri dari 23.849 wisatawan dewasa dan 281 anak-anak.
- Wisatawan Nusantara (Wisnus): Menyumbang 5.925 kunjungan atau sekitar 19,72 persen, yang meliputi 5.888 wisatawan dewasa serta 37 anak-anak.
Destinasi Favorit Terekam Aplikasi Mahottama
Tingginya antusiasme pelancong terlihat jelas di sejumlah destinasi ikonik Klungkung. Melalui integrasi Aplikasi Mahottama, terdapat lima DTW utama yang datanya telah aktif tercatat secara real-time, antara lain:
- Pantai Kelingking
- Angel's Billabong dan Broken Beach
- Crystal Bay
- Tree House Molenteng (Rumah Pohon)
- Bukit Teletubbies
Sementara itu, destinasi populer lainnya seperti Devil's Tears saat ini masih dalam proses pembaruan data sistem agar segera terintegrasi penuh. Dengan digitalisasi dan pengawasan sistem satu pintu yang semakin rapi, Pemkab Klungkung optimistis sektor pariwisata akan terus menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah yang berkelanjutan.
Penerapan sistem One Gate One Destination (OGOD) di Klungkung sukses mencatatkan penerimaan daerah sebesar Rp2,68 miliar hanya dalam 9 hari. Pemasukan harian kini melonjak hingga hampir Rp300 juta/hari, didorong kunjungan 30 ribu wisatawan yang didominasi pelancong mancanegara.
Comments (0)