Komisi IX DPR Minta BGN Pertimbangkan Usulan Pasien TBC Terima MBG
Jakarta, Warkini.com — Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengakomodasi usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar penderita tuberkulosis (TBC)
Jakarta, Warkini.com — Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengakomodasi usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar penderita tuberkulosis (TBC) masuk dalam daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, yang menilai asupan gizi memadai merupakan komponen krusial dalam proses penyembuhan pasien TBC.
Dalam keterangannya kepada media kami, Kamis (25/6/2026), Yahya Zaini menegaskan bahwa permintaan Menkes tersebut sangat beralasan secara medis dan kemanusiaan. Menurutnya, pemenuhan nutrisi yang baik tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga secara signifikan mengurangi beban penderitaan yang dialami para pasien.
"Saya menghargai permintaan Menkes untuk memberikan MBG kepada penderita TBC, karena akan meringankan beban penyakitnya," ujar Yahya Zaini.
Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini menjelaskan bahwa saat ini BGN sedang melakukan penyesuaian atau refocusing sasaran penerima program MBG. Strategi baru tersebut mencakup pengurangan porsi bantuan bagi siswa yang berasal dari keluarga mampu secara ekonomi. Alokasi yang dikurangi itu rencananya akan dialihkan untuk memperkuat dukungan bagi kelompok prioritas utama yang dikenal dengan istilah ‘Tiga B’, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Langkah refocusing ini dinilai sejalan dengan salah satu misi fundamental program MBG, yakni menjadi garda terdepan dalam mencegah peningkatan angka stunting atau tengkes di Tanah Air. Dengan memperluas cakupan penerima, khususnya pada kelompok rentan seperti penderita TBC yang membutuhkan dukungan gizi ekstra, diharapkan program ini mampu memberikan dampak kesehatan masyarakat yang lebih luas dan terintegrasi.
Yahya Zaini menambahkan, sinergi antara BGN dan Kementerian Kesehatan sangat diperlukan agar kriteria penerima manfaat dapat diperluas tanpa mengorbankan tujuan awal program. Ia berharap agar data pasien TBC yang dimiliki Kementerian Kesehatan dapat segera terintegrasi dengan basis data penerima MBG milik BGN.
Sebagai informasi, TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Penderita penyakit ini kerap mengalami penurunan berat badan drastis dan malnutrisi yang justru memperparah kondisi infeksi. Oleh karena itu, intervensi gizi dalam bentuk makanan bergizi gratis dipandang sebagai terapi pendukung yang sangat efektif di luar pengobatan medis rutin. Hingga berita ini diturunkan, BGN belum memberikan pernyataan resmi mengenai waktu pasti implementasi usulan tersebut, namun DPR memastikan akan terus mengawal aspirasi ini dalam rapat-rapat kerja mendatang.
Comments (0)