Kronologi Ledakan Tabung di Pabrik KIC Semarang

Sebuah ledakan keras mengguncang lingkungan pabrik PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Semarang, pada Rabu (1/7/2026). Insiden yang diduga berasal dari ta

Jul 08, 2026 - 05:08
0 1
Kronologi Ledakan Tabung di Pabrik KIC Semarang

Sebuah ledakan keras mengguncang lingkungan pabrik PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Semarang, pada Rabu (1/7/2026). Insiden yang diduga berasal dari tabung bertekanan ini menewaskan satu karyawan dan melukai tujuh pekerja lain. Korban jiwa teridentifikasi sebagai Muhammad Bryan Febryantoro (21), pemuda asal Demak yang baru beberapa bulan bergabung di bagian produksi.

Berdasarkan pantauan Warkini.com di lokasi, dentuman terdengar hingga radius ratusan meter dari titik kejadian. Pusat ledakan berada di salah satu unit pemrosesan bahan baku nabati. Dinding beton setebal 15 sentimeter di area itu retak dan sebagian ambruk akibat tekanan mendadak. Serpihan material logam dan pecahan kaca berserakan di lantai pabrik.

Tim pemadam kebakaran dan aparat kepolisian dari Polsek Ngaliyan tiba dalam waktu singkat setelah menerima laporan warga sekitar pukul 10.30 WIB. Proses evakuasi terhadap korban berlangsung dramatis karena reruntuhan sempat menghalangi akses menuju titik kritis.

“Korban meninggal dunia atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Demak, laki-laki. Sudah dievakuasi dibawa ke rumah sakit. Dari dampak ledakan itu, bangunan temboknya ada sebagian yang runtuh,” ujar Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphardt, saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, tujuh karyawan mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Enam di antaranya menderita luka bakar derajat dua di bagian tangan, wajah, dan punggung. Satu orang lainnya harus menjalani perawatan intensif karena luka bakar mencapai 40 persen dari permukaan tubuh. Seluruh korban luka dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang dan rumah sakit swasta terdekat.

Dugaan sementara, ledakan bermula dari tabung gas yang digunakan untuk proses ekstraksi senyawa aktif dari tumbuhan. Tabung tersebut diduga mengalami kebocoran kemudian memicu ledakan hebat saat berinteraksi dengan percikan listrik atau sumber panas lain di ruang tertutup. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan tabung, panel kontrol, dan rekaman CCTV untuk diselidiki lebih lanjut.

Penyelidikan dan Langkah Keamanan

Tim Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah telah diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengumpulkan sampel residu, memetakan titik awal ledakan, serta menghitung kekuatan dorong yang mengakibatkan kerusakan struktural bangunan. Pihak manajemen pabrik dimintai keterangan mengenai standar operasional prosedur (SOP) penggunaan peralatan bertekanan di lingkungan kerja.

“Kami masih mengumpulkan data dan keterangan saksi, termasuk operator yang bertugas saat insiden. Prosedur seperti apa yang dijalani, apakah ada pemeliharaan berkala terhadap tabung-tabung itu, ini menjadi fokus kami,” terang seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya.

Media kami sempat mendokumentasikan area terdampak yang tampak porak poranda. Terlihat petugas memasang garis polisi di sekitar bangunan yang mengalami keruntuhan sebagian. Aktivitas produksi di pabrik tersebut dihentikan sementara, dan seluruh pekerja dipulangkan lebih awal. Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah juga dikabarkan akan turun tangan untuk memeriksa kepatuhan perusahaan terhadap regulasi keselamatan kerja.

Hingga saat ini, keluarga korban Muhammad Bryan Febryantoro telah mendapat pendampingan dari pihak kepolisian dan manajemen perusahaan. Jenazah rencananya akan disemayamkan di kampung halaman di Demak setelah selesai proses autopsi rumah sakit. Duka mendalam menyelimuti rekan-rekan kerja almarhum yang selama ini mengenal Bryan sebagai sosok pekerja keras dan periang.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi kawasan industri di Jawa Tengah akan pentingnya audit instalasi dan peralatan berbahaya secara berkala. Pemerintah daerah diharapkan segera meninjau kembali perizinan operasional pabrik yang menggunakan material bertekanan tinggi, terutama di kawasan padat industri seperti KIC Semarang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User