warkini.
Travel

Kulon Progo — Puluhan Siswa Keracunan Usai Santap Menu MBG Berlendir

Kabar mengejutkan datang dari Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjad

Kulon Progo — Puluhan Siswa Keracunan Usai Santap Menu MBG Berlendir

Kabar mengejutkan datang dari Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar pemenuhan gizi anak sekolah justru berujung insiden medis. Puluhan siswa dari dua sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi paket makanan yang dibagikan pada jam istirahat sekolah.

Peristiwa ini langsung memicu kepanikan pihak sekolah dan para orang tua murid. Pasalnya, sejumlah murid mengeluhkan tekstur salah satu lauk atau sayur dalam menu MBG yang terasa aneh dan diduga sudah mulai berlendir saat disantap.

Kronologi Dugaan Keracunan di Dua Sekolah

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa ini bermula saat paket makan siang dibagikan serentak kepada para siswa. Berikut adalah urutan kejadian yang memicu dilarikannya puluhan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat:

  1. Distribusi Makanan: Sekitar pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB, pihak penyedia katering mendistribusikan ratusan paket makanan MBG ke sekolah-sekolah sasaran di wilayah Temon.
  2. Siswa Menyantap Menu: Para siswa mulai memakan bekal tersebut saat jam istirahat. Beberapa anak sempat melaporkan bahwa salah satu komponen makanan berlendir dan aromanya kurang sedap, namun sebagian anak tetap menghabiskannya.
  3. Gejala Mulai Muncul: Sekitar 1 hingga 2 jam pascakonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual parah, pusing, kram perut hebat, hingga muntah-muntah di dalam kelas.
  4. Evakuasi Cepat: Menyadari situasi darurat akibat jumlah korban yang terus bertambah, para guru bersama pihak komite langsung mengevakuasi siswa ke Puskesmas Temon dan klinik kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Anak-anak mengeluh mual dan perut melilit tidak lama setelah makan siang. Kami langsung bergerak cepat membawa mereka ke puskesmas agar segera ditangani medis dan mencegah dehidrasi."

Dinkes Kulon Progo Uji Laboratorium Sampel Makanan

Mendengar laporan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo langsung menerjunkan tim epidemiologi ke lokasi sekolah serta fasilitas kesehatan penanganan korban. Petugas medis bergerak cepat mengamankan sisa sampel makanan MBG yang belum sempat dikonsumsi maupun yang tersisa dari wadah para siswa.

Langkah penanganan yang sedang berjalan meliputi beberapa poin utama:

  • Uji Laboratorium: Sampel makanan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Yogyakarta untuk meneliti kandungan bakteri atau mikroorganisme berbahaya, seperti Escherichia coli atau Staphylococcus aureus.
  • Pemeriksaan Dapur Penyedia: Tim sanitasi memeriksa kebersihan, proses pengolahan, hingga durasi waktu pengemasan di pihak rekanan katering MBG.
  • Pemantauan Korban: Memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan intensif, cairan infus bagi yang mengalami muntah berulang, dan pemulihan kondisi tubuh hingga stabil.

Evaluasi Menyeluruh Standar Keamanan Pangan

Kasus keracunan di Temon ini menjadi alarm keras bagi pengawasan program MBG di daerah. Standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan massal dituntut lebih ketat, mulai dari pemilihan bahan baku segar, higiene juru masak, hingga jeda waktu antara proses memasak dengan waktu konsumsi anak-anak.

Pemerintah daerah setempat menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap vendor atau dapur umum penyedia program MBG guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User