LOANO — Ketika vibe pembangunan desa biasanya identik dengan betonisasi jalan atau

Nggak Cuma Bangun Jalan, Tapi Juga Bangun Kesadaran Kita semua paham, selama ini dana desa seringkali terserap untuk proyek-proyek visible; infrastruktur

Jul 08, 2026 - 22:15
0 1

Nggak Cuma Bangun Jalan, Tapi Juga Bangun Kesadaran

Kita semua paham, selama ini dana desa seringkali terserap untuk proyek-proyek visible; infrastruktur fisik yang hasilnya langsung bisa dilihat dan di-share ke media sosial. Tapi kali ini, Kasi Pembangunan Kecamatan Loano hadir di Rakor tersebut dengan misi yang lebih dalam dan berdampak panjang. Rakor ini menjadi benchmark baru bahwa kebijakan penggunaan anggaran desa bisa fleksibel untuk menyelamatkan nyawa, bukan cuma mempercantik wilayah. Ini adalah langkah konkret untuk menyadarkan kita semua bahwa "sehat" itu fondasi utama sebelum berbicara tentang "maju".

Bayangin aja bestie, selama ini diskusi soal HIV/AIDS atau TBC masih sering bisik-bisik, penuh stigma, dan kurang greget di level pemerintahan desa. Dengan adanya arahan ini, diharapkan dana desa bisa dialokasikan untuk skrining gratis, penyuluhan door-to-door ala soft selling yang nggak menghakimi, hingga pengadaan kelambu anti nyamuk untuk memberantas Malaria. Ini adalah realisasi nyata dari jargon "Tidak ada yang tertinggal" dalam sektor kesehatan.

Dari Loano untuk Indonesia: Aksi Lokal, Dampak Global

Yang bikin langkah ini makin top tier adalah kesadaran bahwa penanggulangan penyakit menular nggak bisa dikerjakan setengah hati. Kita ingat betapa chaos-nya dunia pas pandemi COVID-19 kemarin, dan dari situ kita belajar bahwa prevention is way cheaper than cure. Dengan melibatkan struktur pemerintahan terkecil seperti desa, deteksi dini terhadap TBC dan HIV bisa dilakukan lebih masif. Malaria yang kerap dianggap penyakit endemis di daerah tertentu pun bisa ditekan angka penyebarannya tanpa harus menunggu pasien sampai stadium parah.

"Kami ingin memastikan bahwa dana desa tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga menghasilkan manusia-manusia yang sehat dan produktif. Rakor ini adalah titik awal kolaborasi masif antara pemdes, kader kesehatan, dan masyarakat untuk berantas ATaM (AIDS, Tuberkulosis, Malaria)," ujar perwakilan Kasi Pembangunan Kecamatan Loano dengan penuh semangat saat ditemui usai acara.

Buat Gen Z dan milenial di luar sana, ini saatnya kita support gerakan kayak gini. Karena isu kesehatan ini relatable banget sama kehidupan kita. TB masih jadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia, sementara HIV/AIDS seringkali mengintai tanpa kita sadari karena minimnya edukasi seks yang aman dan benar. Kalau pemerintah desa aja udah gercep, masa kita masih mager untuk peduli?

Pergerakan ini juga membuka mata kita bahwa istilah "pembangunan" itu harus didefinisikan ulang. Membangun manusia itu nggak kalah pentingnya dengan membangun gedung. Dengan alokasi dana yang tepat, kita bisa menghapus stigma, menyelamatkan generasi produktif, dan yang paling penting, menciptakan ekosistem masyarakat yang inklusif dan berempati. Laporan dari Kecamatan Loano menunjukkan bahwa sinergi antara perangkat desa dan dinas kesehatan menjadi kunci sukses realisasi program ini ke depannya.

Jadi gimana? Apakah kamu setuju kalau dana desa harus mulai banyak dikucurkan untuk program kesehatan preventif atau lebih baik tetap fokus ke infrastruktur fisik dulu? Atau jangan-jangan di desamu malah udah ada program kece kayak gini? Drop di kolom komentar, ya! Jangan lupa share berita ini biar makin banyak anak muda yang sadar pentingnya hilangkan stigma terhadap pasien AIDS, TBC, dan Malaria. Kita sehat, kita kuat, kita yang gaungkan perubahan!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User