warkini.
Politik

Profil Maulana Wiga: Dari Pendiri BepahKopi hingga Ketua Umum STARFINDO

Profil lengkap Maulana Wiga, pendiri BepahKopi yang kini memimpin STARFINDO periode 2026-2029. Dari bisnis kopi hingga visi teknologi untuk industri nasional.

Profil Maulana Wiga: Dari Pendiri BepahKopi hingga Ketua Umum STARFINDO

Jakarta — Nama Maulana Wiga belakangan menjadi sorotan setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Startup for Industry Indonesia (STARFINDO) periode 2026–2029. Namun sebelum memimpin asosiasi yang menaungi ratusan startup berbasis industri ini, Wiga telah menempuh perjalanan panjang sebagai pendiri dan inovator di sektor hilirisasi kopi nasional. Perjalanan kariernya mencerminkan bagaimana talenta dari daerah mampu menembus batas geografis dan membawa dampak nyata bagi ekosistem wirausaha Indonesia.

Sosok kelahiran Sumatra Barat ini memulai kiprahnya dari industri kopi—komoditas unggulan Indonesia yang kerap diekspor dalam bentuk mentah. Wiga melihat adanya rantai nilai yang belum optimal: petani Gayo menjual biji kopi arabika premium dengan harga rendah, sementara konsumen global menikmati kopi sangrai dengan harga berkali lipat. Dari sinilah BepahKopi lahir pada pertengahan dekade 2010-an.

BepahKopi: Dari Aceh ke Pasar Global

BepahKopi dirintis dari skala kecil di Banda Aceh, dengan modal terbatas dan tekad besar untuk mengubah paradigma bisnis kopi. Wiga mengadopsi model bisnis yang terintegrasi secara vertikal: membina petani, mengelola proses sangrai, mengemas produk secara profesional, dan melakukan pemasaran langsung ke konsumen akhir. Strategi ini memotong rantai distribusi yang panjang dan meningkatkan margin bagi semua pihak dalam ekosistem.

Hasilnya tidak main-main. Pada tahun 2019, BepahKopi berhasil menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Timur Tengah dengan volume awal 2 ton kopi sangrai per bulan ke Kuala Lumpur. Keberhasilan ini tidak lepas dari ketelitian Wiga dalam menerapkan standar sertifikasi internasional, termasuk sertifikasi halal dan organik. Baginya, kualitas adalah kunci untuk bersaing di pasar global yang sangat kompetitif.

“Saya melihat langsung bagaimana produk Indonesia diterima di pasar dunia. Itu keyakinan yang ingin saya tularkan ke seluruh anggota STARFINDO,” ujar Wiga dalam sebuah forum wirausaha di Jakarta awal 2026. Pernyataan ini bukan sekadar retorika—Wiga menjalani sendiri proses adaptasi kemasan, penyesuaian profil rasa, hingga strategi pemasaran digital yang dibutuhkan konsumen internasional.

Visi Teknologi untuk Industri Lokal

Melampaui bisnis kopi, Wiga juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk optimasi produksi pada industri kecil dan menengah (IKM). Startup keduanya fokus pada solusi manufaktur digital yang membantu IKM meningkatkan efisiensi produksi tanpa investasi besar. Pengalaman membangun dua perusahaan rintisan dari nol memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan nyata pelaku startup di luar pusat ekonomi utama seperti Jakarta.

Wiga percaya bahwa startup Indonesia harus menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna. Pandangan ini ia bawa ke dalam kepemimpinan STARFINDO, di mana ia mendorong anggota asosiasi untuk berani bermimpi besar: menciptakan kekayaan intelektual orisinal yang bisa diekspor ke pasar global. “Kita sudah punya cerita dan produk. Sekarang saatnya menulis babak baru dalam peta industri global,” tegasnya.

Memimpin STARFINDO Periode 2026–2029

STARFINDO sendiri merupakan asosiasi nasional binaan Kementerian Perindustrian RI yang didirikan tahun 2020. Hingga kini, organisasi ini menghimpun lebih dari 180 startup berbasis teknologi yang fokus pada sektor manufaktur, logistik, pangan, otomotif, dan industri berat. Misi utamanya adalah mendorong adopsi teknologi digital di kalangan industri tradisional sekaligus membuka akses pasar bagi startup rintisan.

Terpilihnya Wiga sebagai Ketua Umum melalui Musyawarah Nasional menandai babak baru. Bersama Wakil Ketua Umum Yosef Adhitya Duta Dewangga—praktisi platform manufaktur digital yang berpengalaman—Wiga mengusung tiga pilar utama:

  • Kolaborasi pentahelix: Memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, dan pelaku startup.
  • Pengembangan SDM: Mendorong program inkubasi dan akselerasi terstruktur untuk meningkatkan kompetensi anggota.
  • Akses pendanaan: Menggandeng lebih banyak lembaga keuangan dan modal ventura, termasuk skema blended finance yang melibatkan dana publik dan swasta.

Wakil Ketua Umum Yosef Adhitya menambahkan, “Kami akan memastikan bahwa STARFINDO menjadi simpul utama yang menghubungkan startup dengan kebutuhan konkret industri manufaktur nasional, terutama di era transformasi digital yang semakin kompetitif.”

Tantangan dan Peluang ke Depan

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, jumlah startup Indonesia mencapai lebih dari 2.500 pada tahun 2025, dengan kontribusi terhadap PDB diperkirakan menembus Rp 400 triliun. Namun tantangan tetap mengemuka: kesenjangan akses teknologi antara Jawa dan luar Jawa, pendanaan tahap lanjut yang mengetat, serta rendahnya adopsi solusi digital di sektor industri padat karya.

Wiga menyadari hal ini dan menargetkan pendirian lima pusat kolaborasi regional di Medan, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan untuk mendekatkan layanan asosiasi kepada anggota di luar Jakarta. “Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk membawa startup Indonesia naik kelas,” ujarnya dalam pidato perdana di hadapan anggota dan pemangku kepentingan.

Profil Singkat Maulana Wiga

NamaMaulana Wiga
AsalSumatra Barat
PendidikanSarjana Teknik, Universitas Syiah Kuala (informasi publik terbatas)
Perusahaan DidirikanBepahKopi (startup hilirisasi kopi), startup AI untuk IKM
Jabatan Saat IniKetua Umum STARFINDO (2026–2029)
Prestasi KunciMembawa BepahKopi ekspor ke Malaysia dan Timur Tengah (2019), mengembangkan solusi AI untuk manufaktur IKM
Filosofi KepemimpinanProfesionalisme, inklusivitas, orientasi hasil terukur

Perjalanan Maulana Wiga membuktikan bahwa visi besar dapat lahir dari mana saja—dari Banda Aceh hingga ke panggung nasional. Dengan pengalaman membangun bisnis dari nol, pemahaman teknologi, dan jejaring yang luas, Wiga diharapkan mampu membawa STARFINDO menjadi katalisator utama transformasi industri nasional menuju era digital yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User