Makassar — Sulsel Siapkan Pesta Wastra Raksasa, Targetkan Perajin Lokal Go Global

Halo, Sobat Warkini! Siap-siap ya, karena tahun ini Sulawesi Selatan bakal jadi center of attention nasional. Bukan cuma soal keindahan alam atau kuliner l

Jul 08, 2026 - 05:14
0 1

Halo, Sobat Warkini! Siap-siap ya, karena tahun ini Sulawesi Selatan bakal jadi center of attention nasional. Bukan cuma soal keindahan alam atau kuliner legendarisnya, tapi karena provinsi ini siap menggelar dua event mega keren sekaligus: HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Double kill! Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 9–12 Juli 2026 ini bukan sekadar seremoni formal, lho. Pemerintah setempat punya misi besar: mendorong produk wastra (kain tradisional) dan kriya (kerajinan tangan) lokal agar bisa slay di kancah global. Bayangin, produk UMKM dari 24 kabupaten/kota di Sulsel siap unjuk gigi!

Bukan di Ballroom, tapi di Mall! Strategi 'Anak Muda' yang Ciamik

Nah, ini dia yang bikin acara ini beda. Biasanya pameran atau perayaan HUT organisasi besar kayak gini identik dengan gedung pertemuan atau hotel mewah yang kadang bikin masyarakat umum agak sungkan buat datang. Tapi, panitia kali ini literally mikir out of the box. Mereka memilih Trans Studio Mall (TSM) Makassar sebagai venue utama. Kenapa? Karena TSM bukan cuma pusat belanja, tapi juga hangout spot favorit warga Makassar, terutama Gen Z dan Milenial.

Ketua Panitia Harian, Sukarniaty Kondolele, blak-blakan soal alasan di balik pemilihan lokasi ini. "Ini pertama kalinya dalam sejarah HUT Dekranas diadakan di mall. Kami ingin mendekatkan produk-produk UMKM langsung ke masyarakat, khususnya anak muda," katanya. Secara data, traffic-nya gila-gilaan! Pada hari biasa, TSM dikunjungi 5.000 hingga 7.000 orang. Nah, pas weekend? Meledak jadi 20.000 sampai 40.000 pengunjung. Ini marketing strategy yang relate banget: mengkonversi pengunjung mall yang lagi healing atau nongkrong jadi pembeli potensial kain tenun, aksesoris etnik, atau home decor kece buatan tangan perajin lokal. Mindset-nya bukan lagi "datang ke pameran", tapi "nemuin hidden gem keren pas lagi jalan-jalan".

AspekFormat Pameran KonvensionalFormat "Pameran di Mall" ala Sulsel 2026
Target PengunjungUndangan, komunitas spesifik, pebisnisPublik luas, semua kalangan, utamanya anak muda
Traffic HarianRatusan hingga 1.000 (terbatas)5.000 - 40.000 (organik dari pengunjung mall)
VibeFormal, eksklusifSantai, interaktif, modern yet traditional
Potensi Transaksi UMKMTergantung audiens undanganLebih tinggi karena volume dan diversifikasi pengunjung

'Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia': Lebih dari Sekedar Pameran

Tema tahun ini, "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", sejalan banget sama tren global yang lagi inklusif terhadap produk-produk etnik berkelanjutan. Targetnya jelas: membawa UMKM lokal naik kelas, dari sekadar pemain domestik menjadi player di pasar internasional. Untuk mencapai itu, acara ini bukan cuma pameran statis. Akan ada talkshow ekonomi kreatif yang pastinya inspiratif, lokakarya (buat kamu yang penasaran cara bikin wastra, wajib merapat!), pertunjukan seni budaya yang Instagramable abis, dan pastinya panggung peragaan busana.

Puncak acaranya sendiri dijadwalkan pada 10 Juli 2026, yang akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran. Sebelum kick off di TSM, Ibu Selvi diagendakan menyambangi salah satu sentra pemberdayaan ekonomi di Makassar, menandakan concern terhadap akar rumput. Opening ceremony itu sendiri akan diramaikan dengan penabuhan Ganrang Pakajara, kolaborasi MoU strategis antara Bank Indonesia dan Dekranas, dan tentunya pertunjukan budaya yang megah.

Dari sisi ekonomi, ini suntikan optimisme yang signifikan. Meski transaksi riil baru terlihat nanti, pemerintah provinsi memproyeksikan efek domino yang besar. Dengan hadirnya perwakilan dari 38 provinsi dan 548 kabupaten/kota yang sudah mengonfirmasi kehadiran, potensi business matching dan kolaborasi antar daerah sangat terbuka lebar. Perajin dari pelosok Sulsel bisa tiba-tiba dapat mitra dagang atau pesanan dalam jumlah besar dari provinsi lain. "Ini adalah jendela emas untuk menunjukkan bahwa kualitas wastra dan kriya kita tidak kalah, bahkan unggul. Seluruh produk yang ditampilkan sudah melalui proses kurasi ketat," pungkas Sukarniaty. Jadi, sudah siapkah kamu menyambut gelombang ekonomi kreatif ini, Sobat Warkini? Kira-kira produk UMKM keren apa lagi yang harus dipamerkan di sini? Drop pendapatmu di kolom komentar ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User