Maroko Singkirkan Belanda via Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Guadalupe, Meksiko — Panggung Estadio BBVA menjadi saksi bisu terhentinya langkah Belanda di Piala Dunia 2026. Dalam laga babak 32 besar yang digelar Senin
Guadalupe, Meksiko — Panggung Estadio BBVA menjadi saksi bisu terhentinya langkah Belanda di Piala Dunia 2026. Dalam laga babak 32 besar yang digelar Senin malam (29/06), Maroko sukses mengandaskan tim asuhan Ronald Koeman melalui drama adu penalti dengan skor akhir 4–2, setelah kedua tim bermain imbang 1–1 selama 120 menit. Cody Gakpo dan kawan-kawan harus pulang lebih awal, sementara Singa Atlas melaju ke babak 16 besar.
Pertarungan Sengit Sejak Menit Awal
Sejak peluit kick-off dibunyikan di stadion berkapsitas 53 ribu penonton di pinggiran Monterrey itu, intensitas pertandingan langsung terasa. Belanda menguasai bola hingga 58%, namun Maroko justru lebih mengancam lewat serangan balik cepat yang digalang Achraf Hakimi dan Hakim Ziyech. Peluang emas pertama hadir di menit ke-23, saat sundulan Noussair Mazraoui masih membentur mistar gawang yang dikawal Jasper Cillessen.
Tim Oranje bukan tanpa reaksi. Di babak kedua, tepatnya menit ke-67, kerja sama apik antara Xavi Simons dan Cody Gakpo membuahkan gol pembuka. Gakpo menuntaskan umpan tarik Simons dengan sepakan mendatar yang tak mampu dijangkau Yassine Bounou. Skor 1–0 untuk Belanda seolah membungkam mayoritas suporter Maroko yang memenuhi stadion.
Namun Singa Atlas enggan menyerah. Permainan agresif pelatih Walid Regragui berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-81. Sepakan first-time Ayyoub Bouaddi dari luar kotak penalti—setelah memenangi duel fisik dengan Gakpo—meluncur deras tanpa bisa dihalau Cillessen. Skor 1–1 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa pertandingan dilanjutkan ke extra time.
Adu Penalti Penuh Drama
Dua kali 15 menit perpanjangan waktu tak mampu memecah kebuntuan. Belanda tampil lebih dominan tetapi gagal menembus pertahanan rapat Maroko. Drama puncak pun berpindah ke titik putih.
Esksekutor pertama Belanda, Memphis Depay, sukses menjalankan tugas. Namun petaka datang pada penendang kedua, Donyell Malen, yang sepakannya membentur tiang kiri. Maroko tak menyia-nyiakan celah itu. Hakimi, Ziyech, Bouaddi, dan akhirnya Amine Adli menuntaskan empat tendangan dengan dingin. Gakpo sempat memperpanjang napas Belanda di tendangan ketiga, tetapi setelah eksekusi keempat Maroko bersarang, skor 4–2 memastikan kelolosan tim Afrika Utara.
Pahlawan dan Kekecewaan
Bounou menjadi pahlawan meski tak mencatat penyelamatan penalti; ketenangannya di bawah mistar membuat para algojo Belanda tertekan. Sementara itu, Bouaddi dinobatkan sebagai Man of the Match berkat gol krusial dan kontribusinya mengganggu ritme lini tengah lawan.
“Ini adalah malam yang emosional. Saya bangga dengan para pemain yang tampil penuh keyakinan. Kami pantas melaju,” ujar Regragui kepada awak media dengan mata berkaca-kaca.
Di kubu seberang, kekecewaan mendalam tergambar di wajah Koeman. “Kami mengontrol permainan tapi tidak cukup klinis. Sepak bola kadang kejam, inilah rasanya,” keluhnya singkat. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri rekor positif Belanda yang selalu mencapai perempat final di tiga Piala Dunia terakhir.
Bagi Maroko, kemenangan ini memperpanjang kisah manis mereka sejak melaju ke semifinal di Qatar 2022. Kini, Singa Atlas menanti pemenang laga Argentina versus Korea Selatan di babak 16 besar.
Comments (0)