warkini.
Travel

Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Efisiensi APBN Bukan Cuma Pangkas Belanja

Langkah awal langsung diambil oleh Suahasil Nazara usai resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan. Menggantikan posisi yang sebelumnya diemban Purbaya, sang

Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Efisiensi APBN Bukan Cuma Pangkas Belanja

Langkah awal langsung diambil oleh Suahasil Nazara usai resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan. Menggantikan posisi yang sebelumnya diemban Purbaya, sang bendahara negara yang baru ini menegaskan pandangan fundamentalnya mengenai pengelolaan kas negara. Menurut Suahasil, efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jangan sampai dimaknai secara sempit hanya sebagai pemotongan alokasi dana belanja pemerintah.

Bagi Suahasil, tolok ukur utama dari sebuah efisiensi bukanlah seberapa banyak anggaran yang berhasil dipangkas, melainkan seberapa besar manfaat dan keluaran (output) yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dari setiap rupiah yang dibelanjakan negara.

Memaksimalkan Output dari Setiap Rupiah Anggaran

Dalam konferensi pers perdananya di Istana Negara, Jakarta, Suahasil menggarisbawahi bahwa strategi fiskal pemerintah harus tetap mengedepankan produktivitas dan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Belanja negara harus menjadi motor penggerak pembangunan, bukan sekadar angka di atas kertas yang dikurangi demi mengejar status hemat.

“Efisiensi itu adalah bagian dari gerak APBN, yang terdiri dari penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Tentu kita selalu mencari belanja yang lebih efisien, tetapi menghasilkan output yang sesuai dengan yang sudah direncanakan,” ujar Suahasil Nazara.

Ia menekankan bahwa pemotongan pos anggaran secara serampangan justru berisiko menghambat program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat. Karena itu, arah kebijakan belanja negara ke depan difokuskan pada optimalisasi kinerja anggaran agar menghasilkan dampak yang paling maksimal.

“Jadi efisiensi itu bukan hanya sekadar motong belanja. Efisiensi adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal,” tambahnya dengan tegas.

Tiga Pilar Penggerak APBN

Lebih lanjut, Suahasil memaparkan bahwa APBN bekerja secara dinamis dan tidak bisa dipandang dari satu sisi saja. Terdapat tiga komponen utama yang saling menopang satu sama lain dalam menjaga stabilitas ekonomi:

  • Penerimaan Negara: Memaksimalkan potensi pendapatan dari sektor pajak, kepabeanan, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara adil dan berkelanjutan.
  • Belanja Berkualitas: Mengalokasikan anggaran pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur dengan target terukur.
  • Pembiayaan yang Sehat: Menjaga rasio utang dan instrumen pembiayaan tetap aman serta terkelola dengan prinsip kehati-hatian fiskal.

Fokus pada Program Bermanfaat Nyata

Kini, publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan. Dengan rekam jejak panjangnya sebagai teknokrat di bidang ekonomi, ia diharapkan mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan roda perekonomian tetap melaju kencang di tengah berbagai tantangan global.

Komitmennya untuk tidak sekadar memangkas anggaran memberi sinyal positif bagi pelaku usaha dan masyarakat bahwa program-program pemulihan ekonomi, subsidi tepat sasaran, dan proyek strategis nasional akan terus berjalan dengan tata kelola yang jauh lebih presisi dan akuntabel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User