Jakarta — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin resmi membuka kick off program SMK Go Global di Jakarta. Program strategis ini dirancang untuk menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan berdaya saing di pasar kerja internasional. Kehadiran langsung Menteri Mukhtarudin pada ajang tersebut menegaskan posisi program ini sebagai salah satu prioritas nasional dalam rangka melindungi sekaligus memberdayakan calon pekerja migran dari jenjang pendidikan vokasi.
Komitmen Pemerintah Cetak PMI Berdaya Saing Global
Dalam sambutannya, Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi memandang bekerja ke luar negeri sekadar jalan keluar soal ekonomi, melainkan bagian dari strategi pengembangan karier dan keterampilan generasi muda. Ia menilai lulusan SMK memiliki modal utama berupa keahlian vokasional yang sangat dibutuhkan pasar kerja global, mulai dari manufaktur, konstruksi, perawatan kesehatan, pertanian modern, hingga pariwisata dan kuliner.
"Kami ingin lulusan SMK tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global dengan keterampilan yang diakui dunia," ungkap Mukhtarudin dalam sambutan kick off SMK Go Global.
Menurutnya, transformasi dari pekerja migran informal menuju PMI terampil akan berdampak pada peningkatan penghasilan hingga beberapa kali lipat, sekaligus menekan potensi persoalan pelindungan selama masa penempatan di negara tujuan.
Kronologi Kick Off SMK Go Global
Rangkaian acara kick off berlangsung hidup dan dihadiri pejabat kementerian, kepala sekolah, guru produktif, dunia usaha, serta perwakilan lulusan SMK dari berbagai daerah. Urutan kejadian dapat dirangkum sebagai berikut:
- Mukhtarudin tiba di lokasi dan meninjau stan pameran keterampilan yang menampilkan produk serta simulasi kejuruan dari sejumlah SMK binaan.
- Acara dibuka secara resmi dengan pertunjukan seni tradisional dan penyampaian laporan panitia mengenai kesiapan program.
- Menteri menyampaikan sambutan utama berisi arah kebijakan SMK Go Global beserta target jangka pendek dan panjang.
- Dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama antara KP2MI, dinas pendidikan, dan perwakilan dunia usaha untuk kolaborasi pelatihan serta penempatan.
- Dialog interaktif dengan peserta membahas skema sertifikasi, pelatihan bahasa, dan mekanisme pelindungan PMI di luar negeri.
- Acara ditutup dengan pelepasan simbolis calon peserta angkatan pertama sebagai tanda dimulainya implementasi di daerah.
Skema Pelatihan dan Sertifikasi bagi Lulusan SMK
Melalui SMK Go Global, peserta akan menjalani serangkaian pembekalan terpadu sebelum diberangkatkan. Kurikulum disusun menyesuaikan standar kompetensi negara tujuan sehingga lulusan tidak perlu memulai dari nol. Adapun pilar utama program meliputi:
- Pelatihan bahasa negara tujuan seperti bahasa Jepang, Korea, Mandarin, Inggris, dan Arab sesuai sektor pekerjaan.
- Sertifikasi kompetensi yang diakui internasional untuk menaikkan nilai jual lulusan SMK di pasar kerja global.
- Pemetaan permintaan tenaga kerja dunia melalui kerja sama dengan mitra pemerintah dan agensi resmi.
- Edukasi pelindungan diri, pemahaman kontrak kerja, serta kanal pengaduan bagi PMI di luar negeri.
Data Penting Pekerja Migran Indonesia
Data pemerintah mencatat lebih dari tiga juta PMI kini bekerja di berbagai negara, dengan penempatan terbesar di Malaysia, Arab Saudi, Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Sayangnya, mayoritas masih terserap di sektor berketerampilan rendah seperti pekerja rumah tangga dan buruh harian lepas yang rentan menghadapi masalah pelindungan. Padahal, kiriman uang atau remitansi PMI menyumbang devisa hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun bagi perekonomian nasional. Lewat SMK Go Global, pemerintah menargetkan komposisi PMI terampil terus meningkat agar nilai remitansi sekaligus citra tenaga kerja Indonesia di mata dunia ikut terangkat.
Tindak Lanjut Program Setelah Kick Off
Usai peluncuran, KP2MI berencana memperluas program secara bertahap ke SMK di berbagai provinsi dengan mendahulukan daerah sentra pencari kerja luar negeri. Kementerian juga bakal berkoordinasi dengan kementerian pendidikan, lembaga sertifikasi profesi, hingga perwakilan RI di negara tujuan agar alur pelatihan sampai penempatan berjalan terpadu. Mukhtarudin berpesan agar sekolah tidak berhenti pada pendaftaran siswa, tetapi mendampingi mereka hingga benar-benar bekerja dan terlindungi. Dengan demikian, SMK Go Global diyakini menjadi terobosan nyata mencetak generasi emas pekerja migran Indonesia yang kompeten dan dihormati mendunia.
[SOCIAL_TWEET]: Menteri P2MI Mukhtarudin resmi buka kick off SMK Go Global! Lulusan SMK kini punya jalur jadi PMI terampil bersertifikat dengan penghasilan lebih tinggi. Simak kronologinya di Warkini.com #SMKGoGlobal #PMI[SOCIAL_TG]: Menteri Mukhtarudin Buka Kick Off SMK Go Global untuk Cetak PMI Terampil — Pelatihan bahasa negara tujuan, sertifikasi kompetensi internasional, dan penempatan kerja resmi kini terbuka bagi lulusan SMK. Simak detail program dan kronologi kick off-nya di Warkini.com.
Comments (0)