Menteri PUPR Dody Hanggodo Pastikan Infrastruktur Gunungkidul Tepat Manfaat

Langit cerah menyelimuti Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (5/10/2025) siang, saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo tiba un

Jul 16, 2026 - 01:00
0 0
Menteri PUPR Dody Hanggodo Pastikan Infrastruktur Gunungkidul Tepat Manfaat

Langit cerah menyelimuti Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (5/10/2025) siang, saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo tiba untuk melakukan kunjungan kerja yang padat dan penuh makna. Bukan sekadar seremonial, kunjungan ini menjadi ajang verifikasi langsung sejauh mana pembangunan infrastruktur dan perumahan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di salah satu kabupaten paling selatan Yogyakarta itu.

Menelusuri Jalan Penghubung Antar-Kecamatan

Titik pertama yang disambangi Menteri Dody adalah ruas jalan penghubung Kecamatan Semanu dan Ponjong yang selama puluhan tahun dikeluhkan warga karena kondisinya yang sempit dan bergelombang. Mengenakan kemeja putih lengan panjang dan topi lapangan, ia berjalan kaki sejauh 300 meter di atas aspal yang masih menguarkan bau segar—proyek peningkatan jalan yang baru rampung pekan lalu.

Saya ingin pastikan setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar proyek,” ujarnya sambil menyentuh permukaan jalan, seakan mencoba merasakan tekstur harapan yang kini lebih mulus.

Dialog dengan Warga dan Kepala Daerah

Di bawah pohon trembesi yang rindang di tepi jalan baru itu, Menteri Dody menggelar dialog singkat dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan puluhan warga yang sudah menanti sejak pagi. Seorang petani bernama Sukirman (58) menyampaikan rasa terima kasihnya dengan suara bergetar: “Dulu, kalau musim panen, hasil bumi kami rusak sebelum sampai pasar karena jalan berlubang. Sekarang, satu jam sudah cukup untuk mengangkut singkong ke kota.”

“Kami tidak butuh kemewahan, Pak Menteri. Kami cuma ingin infrastruktur yang awet dan adil. Jangan cuma kota yang mulus, desa kami juga butuh napas pembangunan.”

Menanggapi harapan itu, Dody Hanggodo menegaskan bahwa paradigma pembangunan PUPR kini adalah infrastruktur kerakyatan—berbasis pada kebutuhan masyarakat kecil, bukan sekadar angka realisasi anggaran.

Proyek Perumahan Swadaya yang Mencuri Perhatian

Kunjungan berlanjut ke Desa Nglanggeran, tempat Kementerian PUPR menggulirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi 150 keluarga berpenghasilan rendah. Dari 150 unit rumah, 45 di antaranya sudah rampung 100 persen. Menteri Dody memasuki salah satu rumah yang dihuni oleh Mbah Sarmi (72), seorang janda petani yang kini bisa tidur nyenyak di rumah layak huni dengan dinding bata dan atap seng anti bocor.

“Saya tidak menyangka di usia senja ini bisa punya rumah yang tidak lagi kebocoran saat hujan,” bisik Mbah Sarmi sambil menggenggam tangan Menteri Dody. Momen itu menjadi magnet perhatian banyak kamera, namun bagi Dody Hanggodo, ini adalah rapor sesungguhnya dari kementerian yang dipimpinnya.

Angka dan Realita: Antara Data dan Cerita Lapangan

Dalam pemaparan singkat di Balai Desa Nglanggeran, dipaparkan data bahwa total anggaran infrastruktur di Gunungkidul tahun 2025 mencapai Rp 287 miliar, mencakup jalan, jembatan, irigasi, serta rumah swadaya. Namun Menteri Dody mengingatkan bahwa angka-angka itu hanya bermakna jika diikuti dengan kualitas dan ketepatan sasaran. Ia menekankan pentingnya pengawasan berlapis oleh masyarakat.

Beberapa poin penting yang disampaikan:

  • Prioritas pembangunan jalan produksi untuk memangkas biaya logistik pertanian hingga 22 persen.
  • Target seluruh rumah tidak layak huni di Gunungkidul yang berjumlah 8.700 unit harus tertangani bertahap hingga 2027.
  • Sinergi dengan pemerintah daerah wajib bebas dari praktik mark-up dan penyimpangan lahan.

Respons dan Komitmen Jangka Panjang

Kepala Dinas PUPR Gunungkidul, Agus Priyono, menyambut baik perhatian langsung pemerintah pusat. “Ini jadi kunjungan yang bikin kami semangat. Pak Menteri tidak hanya melihat presentasi PowerPoint, tapi menyentuh langsung realita,” katanya. Sementara itu, pengamat infrastruktur dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Ratna Sari, menilai pola kunjungan seperti ini mampu menekan potensi white elephant project—proyek megah yang tak berfungsi optimal.

Mengakhiri kunjungan, Menteri Dody menitipkan pesan yang jadi penutup berkesan: “Pembangunan bukan tentang megahnya struktur, tapi tentang tawa warga yang kini bisa menjemput masa depan di depan rumah mereka sendiri.” Matahari sore di perbukitan Gunungkidul seolah jadi saksi bahwa pembangunan sejati adalah ketika harapan tak lagi menemui jalan buntu.

[SOCIAL_TWEET]: Menteri PUPR Dody Hanggodo turun langsung ke Gunungkidul memeriksa jalan dan rumah rakyat. “Bukan soal megahnya struktur, tapi tawa warga yang bisa menjemput masa depan.” Infrastruktur harus tepat sasaran! 🏗️🏡 #PUPR #Gunungkidul #PembangunanDesa[SOCIAL_TG]: 🛣️ Menteri PUPR Dody Hanggodo tiba di Gunungkidul—cek jalan mulus baru, dialog dengan petani, sampai masuk rumah Mbah Sarmi yang kini bebas bocor. Total anggaran Rp287 miliar dipastikan tepat guna. Pembangunan yang manusiawi dan tidak meninggalkan desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User