Misi Kemanusiaan Eskpedisi JALUR Polda Riau Tembus Pelosok Bagikan Bansos
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar ekspedisi kemanusiaan menyusuri desa-desa terpencil di wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Mengusung program JALUR (Jelajar Riau untuk Rakyat), puluhan personel g
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar ekspedisi kemanusiaan menyusuri desa-desa terpencil di wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Mengusung program JALUR (Jelajar Riau untuk Rakyat), puluhan personel gabungan bertolak dari Markas Polda Riau pada Senin (22/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini menyasar permukiman warga yang minim akses transportasi, terutama di Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
Ekspedisi dipimpin langsung oleh Direktur Binmas Polda Riau Kombes Eko Budhi Prawono. Tim terdiri dari personel Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas), Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes), serta Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Riau. Perjalanan darat dari Pekanbaru menuju titik awal di Kecamatan Kampar Kiri Hulu menjadi pembuka sebelum tim melanjutkan penjelajahan ke permukiman yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai.
Menembus Sungai Demi Bantuan Sosial
Kampar Kiri Hulu dikenal memiliki kontur alam berat dengan sejumlah desa yang terisolasi dari jalan darat utama. Tim Ekspedisi JALUR menggunakan perahu motor milik Ditpolairud untuk melintasi aliran sungai berkelok dan berarus deras. Medan seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang membawa puluhan paket bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok, perlengkapan sekolah, serta layanan kesehatan gratis.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, sedikitnya tujuh desa menjadi sasaran pada tahap pertama ekspedisi ini. Desa-desa itu tersebar di wilayah hulu dan hanya bisa dijamah setelah menempuh perjalanan sungai selama berjam-jam. Meski demikian, antusiasme warga menyambut kedatangan personel polisi sangat tinggi. Di setiap titik, tim menyerahkan bantuan sekaligus membuka posko pengobatan keliling yang diampu tenaga medis dari Biddokes Polda Riau.
“Ekspedisi ini bukan sekadar penyaluran bansos, melainkan wujud nyata polisi hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal, terutama di wilayah terisolir seperti Kampar Kiri Hulu,” ujar Kombes Eko Budhi Prawono kepada media kami di sela perjalanan.
Kombes Eko menambahkan, program JALUR dirancang sebagai model pembinaan masyarakat berbasis kewilayahan. Dengan mengombinasikan unsur bantuan sosial, layanan kesehatan, dan komunikasi langsung dengan tokoh setempat, Polda Riau berharap dapat membangun kepercayaan publik sekaligus mendeteksi dini potensi kerawanan sosial di daerah-daerah yang jarang tersentuh program pemerintah.
Rangkaian kegiatan di Kampar Kiri Hulu ini akan dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lain di Riau dalam beberapa bulan ke depan. Setiap tahap ekspedisi akan memetakan desa-desa prioritas berdasarkan tingkat kesulitan akses dan indeks kerentanan sosial. Polda Riau menargetkan setidaknya 30 desa terisolir dapat dijangkau hingga puncak perayaan Hari Bhayangkara pada 1 Juli mendatang.
Layanan kesehatan gratis yang disediakan dalam ekspedisi meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi dokter umum, serta pembagian vitamin dan obat-obatan dasar. Para personel juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat kepada warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan nelayan sungai.
Ekspedisi JALUR turut melibatkan peran serta Bhabinkamtibmas setempat yang telah lebih dulu memetakan kebutuhan warga. Koordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat menjadi kunci kelancaran distribusi bansos agar tepat sasaran. Polda Riau memastikan seluruh bantuan yang disalurkan bersumber dari anggaran internal dan sumbangan sukarela personel, bukan dari mitra swasta yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Comments (0)