warkini.
Travel

NEW YORK — Amerika Serikat Peringati 25 Tahun Tragedi 11 September

Suasana haru dan khidmat kembali menyelimuti langit Amerika Serikat saat warga dunia mengenang salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah modern. Tepa

NEW YORK — Amerika Serikat Peringati 25 Tahun Tragedi 11 September

Suasana haru dan khidmat kembali menyelimuti langit Amerika Serikat saat warga dunia mengenang salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah modern. Tepat 25 tahun berlalu sejak serangan teror mematikan pada 11 September 2001, kota New York dan Washington D.C. menggelar serangkaian acara peringatan megah untuk menghormati kenangan hampir 3.000 korban jiwa yang gugur dalam tragedi Menara Kembar World Trade Center.

Warkiner, momen seperempat abad ini bukan sekadar seremoni tahunan biasa. Bagi jutaan masyarakat Amerika Serikat dan keluarga korban, luka dari trauma masa lalu itu seakan dipanggil kembali lewat instalasi seni cahaya yang memukau dan hening cipta mendalam di seluruh pelosok negeri.

Instalasi Cahaya dan Pertunjukan Drone yang Memukau Langit Manhattan

Puncak penghormatan visual dimulai dari pusat Ground Zero, tempat berdirinya 9/11 Memorial & Museum di Manhattan. Sejak Jumat malam hingga fajar menyingsing di hari Sabtu, dua sorot lampu raksasa berwarna biru membumbung tinggi ke angkasa, menembus awan dan melambangkan sepasang Menara Kembar yang pernah berdiri kokoh di sana.

Tak hanya lampu sorot ikonik, peringatan 25 tahun ini tampil beda dan canggih dengan menghadirkan pertunjukan ratusan drone. Armada drone tersebut membentuk siluet Menara Kembar di atas langit The Big Apple, menghadirkan nostalgia visual yang menguras emosi ribuan warga yang berkumpul di pinggir jalan dan tepi sungai.

"Setiap kali sinar lampu biru itu dinyalakan dan membentuk bayangan gedung di langit malam, kami tidak hanya mengingat kehancurannya, tetapi juga keberanian para petugas pemadam kebakaran dan persatuan masyarakat saat itu," ungkap salah seorang warga lokal yang hadir di lokasi memorial.

Selain itu, gedung-gedung paling ikonik di lima distrik New York—mulai dari Empire State Building hingga One World Trade Center—serta berbagai landmark nasional di Amerika Serikat memancarkan kilau warna biru dan putih sebagai simbol solidaritas dan harapan.

Kehadiran Tokoh Bangsa dan Pertemuan Para Pemimpin

Acara peringatan 25 tahun 11-S ini juga menjadi momentum berkumpulnya para pemimpin dan mantan presiden Amerika Serikat. Di Manhattan, sejumlah mantan presiden AS tampak hadir bersama para veteran perang dan keluarga korban untuk mengheningkan cipta serta membacakan nama-nama korban satu per satu.

Sementara itu, titik peringatan terpisah digelar di ibu kota Washington D.C. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memimpin langsung upacara penaburan bunga dan penghormatan resmi di lokasi Pentagon, tempat pesawat ketiga dihantamkan oleh kelompok Al-Qaeda 25 tahun silam.

Berikut adalah ringkasan serangkaian kegiatan utama dalam peringatan 25 tahun tragedi 11 September:

Lokasi Utama Bentuk Penghormatan Kehadiran Tokoh Penting
Ground Zero, New York Instalasi Tribute in Light, pertunjukan drone Menara Kembar, pembacaan nama korban Mantan Presiden AS, Tokoh Masyarakat, Keluarga Korban
Pentagon, Washington D.C. Upacara militer, penaburan bunga, hening cipta nasional Presiden Donald Trump & Pejabat Tinggi Negara
Shanksville, Pennsylvania Renungan di Lapangan Memorial Penerbangan 93 Perwakilan Pemerintah & Komunitas Lokal

Warisan Trauma Seperempat Abad dan Harapan Masa Depan

Serangan 11 September 2001 telah merombak lanskap geopolitik global secara drastis, memicu perang melawan terorisme selama bertahun-tahun, serta mengubah sistem keamanan penerbangan dunia selamanya. Namun di balik isu politik global, aspek kemanusiaan tetap menjadi intisari dari peringatan seperempat abad ini.

Pengamat sosial dan budaya menilai bahwa keberhasilan masyarakat Amerika Serikat untuk bertahan dan bangkit dari tragedi ini adalah bukti ketahanan jiwa manusia. "Trauma tragedi 11 September mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang dari ingatan kolektif dunia, namun keberanian orang-orang yang saling menolong di tengah kekacauan menjadi warisan abadi yang terus menginspirasi generasi muda," pungkas analisis dari pengamat geopolitik internasional.

Melalui kilauan cahaya drone dan lampu sorot yang membumbung tinggi di New York, pesan yang disampaikan dunia pada hari ini sangat jelas: kita tidak akan pernah lupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User