Gemuruh sorak penonton di Arthur Ashe Stadium kembali menjadi saksi keperkasaan petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka. Bermain dengan gaya agresif yang menyerupai badai, petenis berusia 28 tahun ini berhasil mengandaskan impian wakil tuan rumah, Jessica Pegula, dalam babak semifinal US Open. Lewat pertarungan sengit selama dua set yang berakhir dengan skor 7-5, 6-2, Sabalenka sukses mengamankan tiket ke partai puncak untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kemenangan ini tidak hanya menegaskan dominasi Sabalenka di lapangan keras New York, tetapi juga membawanya kian dekat dengan rekor sejarah. Sabalenka kini berpeluang menyamai rekor legendaris milik Chris Evert dan Serena Williams sebagai petenis putri yang mampu mencetak three-peat alias juara US Open tiga kali berturut-turut. Sepanjang laga semifinal tersebut, Sabalenka tampil begitu perkasa dengan melepaskan 29 winners dan 7 ace yang membuat Pegula tak berkutik.
Dominasi Tanpa Kompromi dan Kebangkitan di Set Pertama
Pertandingan diawali dengan ketegangan tinggi. Jessica Pegula, yang diunggulkan di tempat ketiga, sempat memberikan perlawanan gigih lewat servis-servis terukurnya. Sabalenka bahkan sempat memperlihatkan gestur frustrasi di tengah lapangan saat kesusahan membongkar pertahanan rapat Pegula. Namun, ketenangan mental sang Juara Bertahan akhirnya menjadi pembeda utama pada momen-momen krusial.
Saat kedudukan imbang 6-5 di set pertama, tekanan berat mulai menghampiri Pegula. Memanfaatkan posisi tertinggal 0-40 pada game ke-12, Sabalenka langsung melancarkan pukulan return tajam yang memaksa Pegula melakukan kesalahan sendiri. Set pertama pun ditutup dengan skor 7-5 untuk keunggulan Sabalenka.
"Saya sangat bahagia bisa memainkan permainan seperti ini. Saya benar-benar sangat ingin menang. Saya menginginkannya dengan sepenuh hati," ungkap Sabalenka dengan emosional usai laga.
Memasuki set kedua, momentum sepenuhnya berada di genggaman Sabalenka. Pukulan forehand bertenaga petenis berpostur tinggi ini terus-menerus mengeksploitasi servis kedua Pegula yang relatif lemah. Keunggulan 3-1 berhasil diraih setelah sebuah pukulan silang tajam menghujam sudut lapangan Pegula. Pertandingan akhirnya diselesaikan secara dramatis lewat break point di akhir set kedua.
Statistik Kunci Semifinal US Open
Berikut adalah catatan performa mengagumkan Aryna Sabalenka saat menghentikan perlawanan Jessica Pegula di semifinal:
| Kategori Statistik | Aryna Sabalenka | Jessica Pegula |
|---|---|---|
| Pukulan Mematikan (Winners) | 29 | 12 |
| Ace | 7 | 2 |
| Hasil Akhir Set | 7, 6 | 5, 2 |
Misi Rekor Emas dan Catatan Unik Peringkat Dunia
Hasil ini sekaligus memperpanjang mimpi buruk Jessica Pegula saat bertemu Sabalenka di New York. Ini merupakan kekalahan ketiga secara beruntun bagi Pegula dari lawan yang sama di panggung US Open, setelah sebelumnya harus menyerah di babak final 2024 dan semifinal 2025. Bagi Pegula, kekalahan ini tentu terasa menyakitkan mengingat dirinya sangat mendambakan gelar Grand Slam pertamanya di tanah kelahiran sendiri.
Di sisi lain, ada fakta unik yang menyelimuti langkah Sabalenka di turnamen kali ini. Meski berhasil menembus babak final dan berpotensi meraih gelar juara, tempatnya di puncak tabel peringkat dunia WTA tetap akan tergusur. Sabalenka dipastikan harus merelakan predikat petenis nomor satu dunia kepada Elena Rybakina seusai turnamen ini berakhir.
Namun, hal itu tampaknya tak mengurangi fokus Sabalenka untuk mengukir sejarah baru. Di partai final hari Sabtu mendatang, ia tinggal menunggu pemenang antara unggulan kedua Elena Rybakina dan wakil tuan rumah Coco Gauff. Berdasarkan performa impresif yang ia tunjukkan saat melibas Pegula, Sabalenka diyakini akan melangkah ke lapangan Arthur Ashe dengan rasa percaya diri yang melimpah demi mengamankan piala ketiganya.
Aryna Sabalenka tampil dominan melibas Jessica Pegula dengan skor 7-5, 6-2 di semifinal US Open. Sabalenka kini berpeluang menyamai rekor legendaris Serena Williams dengan mencetak three-peat di New York. Simak berita selengkapnya hanya di Warkini.com!
Comments (0)