Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Warkini.com — Ribuan pelayat tumpah ruah memadati kompleks Masjid Imam Khomeini di selatan Teheran, Rabu (28/5), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayat

Jul 06, 2026 - 07:42
0 0
Panas Menyengat, Pelayat Disiram Air Saat Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Teheran, Warkini.com — Ribuan pelayat tumpah ruah memadati kompleks Masjid Imam Khomeini di selatan Teheran, Rabu (28/5), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat pada usia 86 tahun. Di bawah terik matahari yang menyengat dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, pihak berwenang mengerahkan sejumlah mobil tangki air untuk menyemprotkan kabut air ke tengah kerumunan guna mencegah pelayat jatuh pingsan akibat sengatan panas.

Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, lautan manusia berbondong-bondong sejak dini hari sambil membawa bendera hitam dan foto almarhum. Ratusan petugas keamanan dan relawan medis disiagakan di sepanjang rute prosesi. Suasana duka kental terasa; ratapan dan isak tangis mewarnai setiap sudut masjid. "Kami tidak sanggup menahan panas ini, tetapi rasa cinta kami kepada Ayatollah lebih besar dari segalanya," ujar Hossein, seorang pelayat yang datang dari kota Qom, saat ditemui di sela-sela prosesi.

Kipas Angin Raksasa dan Posko Medis

Selain semprotan air, panitia pemakaman juga memasang puluhan kipas angin raksasa berukuran industri dan tenda-tenda peneduh di sekitar area parkir masjid. Posko medis darurat didirikan untuk menangani pelayat yang mengalami dehidrasi atau kelelahan. Seorang relawan PMI Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Warkini.com bahwa hingga siang hari mereka telah menangani lebih dari 200 kasus, sebagian besar berupa pusing dan sesak napas ringan.

Prosesi penghormatan ini merupakan puncak dari rangkaian upacara kenegaraan yang digelar sejak pengumuman wafatnya Khamenei dua hari sebelumnya. Jenazah disemayamkan di dalam masjid dengan pengawalan ketat dari Pasukan Garda Revolusi. Para pejabat tinggi negara, termasuk presiden dan ketua parlemen, turut hadir menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga almarhum.

"Ini adalah hari yang sangat berat bagi rakyat Iran. Kami kehilangan seorang pemimpin spiritual yang telah membimbing kami selama lebih dari tiga dekade," kata Presiden dalam sambutan singkatnya.

Pemerintah Iran sebelumnya telah mengimbau warga, terutama lansia dan anak-anak, untuk mempertimbangkan kondisi fisik sebelum datang ke lokasi. Meski demikian, antusiasme massa tak terbendung. Sejumlah sekolah dan kantor di Teheran diliburkan untuk memberi kesempatan warga memberikan penghormatan terakhir. Rencananya, setelah salat jenazah yang dipimpin oleh figur senior agama, jasad Khamenei akan dimakamkan di kompleks makam Imam Khomeini pada sore hari waktu setempat.

Laporan media kami menunjukkan bahwa aparat keamanan juga memberlakukan penutupan jalan di sekitar area masjid serta pengalihan arus lalu lintas, sementara helikopter militer berpatroli di udara untuk mengantisipasi potensi gangguan. Hingga berita ini ditulis, prosesi masih berlangsung dengan tertib meski di bawah tekanan cuaca ekstrem. (Buffy/Warkini.com)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User