warkini.
Travel

PARIS — Sahabat Federico Aramburú Beri Kesaksian Mengharukan di Pengadilan Pembunuhan

Suasana Pengadilan Kriminal Paris di ruang Voltaire mendadak hening ketika Shaun Hegarty melangkah menuju mimbar saksi. Pria berpostur 1,85 meter dengan se

PARIS — Sahabat Federico Aramburú Beri Kesaksian Mengharukan di Pengadilan Pembunuhan

Suasana Pengadilan Kriminal Paris di ruang Voltaire mendadak hening ketika Shaun Hegarty melangkah menuju mimbar saksi. Pria berpostur 1,85 meter dengan setelan jas biru gelap dan celana krem itu berdiri tegap, tetapi getaran dalam suaranya tak bisa menyembunyikan rasa haru yang mendalam. Selama lebih dari empat tahun, mantan pemain rugbi Klub Biarritz Olympique ini menyimpan kepedihan mendalam atas kematian sahabat karibnya, Federico Martín Aramburú. Di sudut ruang sidang yang dipadati pengunjung, janda Aramburú menundukkan kepala, menangis tanpa suara meratapi tragedi yang merenggut nyawa suaminya.

Hari Selasa, 15 September 2026, menandai hari ketujuh proses persidangan atas kasus pembunuhan mantan bintang rugbi asal Argentina tersebut. Hegarty tidak datang membawa dendam pribadi, melainkan keinginan kuat untuk menyampaikan fakta kebenaran yang sejujurnya. "Terima kasih telah mendengarkan saya. Saya harus mengaku bahwa saya sangat emosional. Saya telah menunggu momen ini selama lebih dari empat tahun," ujar Hegarty di hadapan majelis hakim dengan suara yang beberapa kali terputus akibat gejolak emosi.

Dari Rival Lapangan Menjadi Saudara Kandung

Kenangan Hegarty mundur ke tahun 2004 di kota Biarritz, tempat ia pertama kali bertemu dengan Aramburú. Di awal pertemuan mereka, keduanya merupakan rival langsung yang bersaing ketat untuk merebut posisi utama di tim rugbi mereka. Namun, persaingan profesional itu justru menempa benih-benih persahabatan yang luar biasa erat. Bersama-sama, mereka berhasil membawa Biarritz meraih dua gelar juara bergengsi pada musim 2005 dan 2006. Persahabatan yang lahir dari persaingan ketat di lapangan hijau bertransformasi menjadi ikatan persaudaraan yang tak terpisahkan.

Setelah pensiun dari dunia rugbi profesional, ikatan persaudaraan mereka tidak memudar sedikit pun. Kedua sahabat ini memutuskan untuk melangkah ke dunia bisnis dengan mendirikan perusahaan penyelenggara acara bernama Esprit Basque. Mereka berbagi segalanya, mulai dari tawa, bisnis, hingga mimpi masa depan. Sayangnya, takdir berkata lain ketika kebersamaan mereka harus berakhir secara tragis pada suatu malam kelam di jantung kota Paris.

"Kami berbagi segalanya di dalam dan di luar lapangan. Dari mengangkat trofi juara bersama hingga membangun bisnis. Saya berdiri di sini bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk menjadi saksi objektif atas apa yang terjadi pada sahabat saya," ungkap Shaun Hegarty dalam kesaksiannya.

Kronologi Malam Kelam di Boulevard Saint-Germain

Peristiwa tragis itu terjadi pada malam 19 Maret 2022. Hegarty dan Aramburú sedang berada di kawasan Saint-Germain, tempat berkumpul favorit para pencinta dan pemain rugbi yang berkunjung ke ibu kota Prancis. Naas, perselisihan yang berujung fatal meletus di sebuah bar setempat, yang berlanjut pada aksi penembakan brutal di Boulevard Saint-Germain. Hegarty menceritakan betapa mencekamnya momen ketika ia hanya berjarak lima meter dari tempat Aramburú jatuh tersungkur.

Sebanyak sepuluh tembakan meletus di tengah kegelapan malam, merenggut nyawa mantan pemain tim nasional Argentina tersebut secara seketika. Momen mengerikan itu terus menghantui kehidupan Hegarty selama bertahun-tahun hingga akhirnya ia mendapat kesempatan bersaksi di muka pengadilan.

Parameter Kejadian Detail Informasi Kasus
Korban Utama Federico Martín Aramburú (Mantan Pemain Rugbi Argentina)
Saksi Utama Shaun Hegarty (Sahabat & Rekan Bisnis Korban)
Waktu Tragedi 19 Maret 2022
Lokasi Kejadian Boulevard Saint-Germain, Paris, Prancis
Jumlah Tembakan 10 Kali Tembakan Fatal
Agenda Sidang Pengadilan Kriminal Paris (September 2026)

Menanti Keadilan dan Luka yang Belum Pulih

Proses hukum yang berjalan hingga tahun 2026 ini kembali membuka luka lama bagi keluarga, kerabat, dan komunitas rugbi internasional. Ruang sidang yang dipadati oleh keluarga korban, rekan atlet, serta media massa menjadi saksi betapa besar dampak kehilangan yang ditinggalkan oleh sosok Aramburú. Kesaksian Hegarty memberikan gambaran jernih mengenai detik-detik terakhir kehidupan sosok yang sangat dicintai publik rugbi Prancis dan Argentina tersebut.

Bagi publik rugbi dunia, Aramburú bukan sekadar atlet berbakat di lapangan, melainkan sosok hangat yang selalu menginspirasi banyak orang di luar lapangan. Luka akibat kepergiannya yang mendadak tak akan pernah benar-benar pulih, namun keberanian sang sahabat menyuarakan kebenaran memberi secercah harapan akan tegaknya keadilan. Persidangan marathon ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum yang seadil-adilnya bagi para pelaku yang bertanggung jawab atas penembakan fatal tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User