Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat bergerak cepat melakukan penanganan darurat pascaambruknya sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tim di lapangan langsung memasang cerucuk dolken (kayu) dan bronjong untuk menahan tanah agar tidak terjadi longsor susulan. Pemasangan material pengaman ini menjadi langkah antisipatif mengingat struktur tanah di bantaran kali tersebut sudah tidak stabil pasca-kejadian.
Langkah Penanganan Darurat
Penanganan dilakukan sejak semalam, dimulai dari sisi jalan untuk mengamankan akses warga. Kemudian pada pagi harinya, fokus bergeser ke sisi rumah yang terdampak. Petugas dari Suku Dinas SDA Jakarta Pusat bekerja ekstra untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali menimpa rumah di sekitarnya. Cerucuk dolken dipancang sebagai tiang penahan, sementara bronjong disusun untuk menahan gerusan air kali dan mencegah tanah dari ambles lebih lanjut.
"Untuk progres penanganan di Benhil ini semalam itu kita sudah penanganan di sisi jalannya, kita sudah cerucuk dolken untuk pengamanan jalannya. Kemudian pagi ini kita itu pemasangan cerucuk dolken dan bronjong di sisi rumah yang samping yang terimbas kemarin, yang roboh itu kita amanin supaya tidak ambles ya, ambles susulan,"
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase pada Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati, saat dihubungi media kami pada Sabtu (27/6/2026). Ia menegaskan bahwa penanganan darurat ini dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan risiko terhadap warga sekitar. Menurutnya, prioritas utama adalah melindungi rumah-rumah di sekeliling yang masih berdiri agar tidak ikut terdampak pergerakan tanah.
Penyebab Ambruk
Berdasarkan penelusuran laporan di lapangan, ambruknya rumah di pinggir Kali Benhil tersebut diduga kuat akibat abrasi. Pengikisan tanah di bantaran kali yang terjadi secara terus-menerus membuat fondasi rumah tergerus hingga akhirnya tidak mampu menahan beban. Kondisi ini diperparah dengan aliran air kali yang cukup deras, terutama saat curah hujan tinggi yang mempercepat proses penggerusan.
Tim SDA Jakarta Pusat telah melakukan asesmen awal dan memutuskan untuk segera memasang konstruksi penahan darurat sembari menunggu rencana perbaikan permanen dari instansi terkait. Bronjong yang dipasang akan berfungsi sebagai dinding penahan sementara yang terbuat dari anyaman kawat berisi batu kali, sementara dolken kayu berperan sebagai tiang pancang darurat untuk menstabilkan struktur tanah. Langkah ini diharapkan mampu memberi waktu bagi warga dan pemerintah untuk merancang solusi jangka panjang.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di bantaran kali untuk selalu waspada terhadap gejala alam seperti retakan tanah atau ambles. Pemerintah daerah juga diharapkan lebih proaktif melakukan pemantauan dan pengerukan kali untuk mengurangi risiko longsor di permukiman padat penduduk seperti di Benhil. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga sekitar telah dievakuasi untuk sementara waktu demi keselamatan, dan pihak kelurahan beserta dinas sosial turut membantu penyediaan tempat tinggal sementara bagi penghuni rumah yang ambruk.
Comments (0)