warkini.
Travel

Paul Biya, Presiden Tertua Dunia, Tak Kembali Selama Dua Bulan

YAOUNDÉ — Paul Biya, presiden tertua di dunia, belum juga kembali ke Kamerun setelah dua bulan lamanya meninggalkan negaranya dengan alasan "kunjungan sing

Paul Biya, Presiden Tertua Dunia, Tak Kembali Selama Dua Bulan

YAOUNDÉ — Paul Biya, presiden tertua di dunia, belum juga kembali ke Kamerun setelah dua bulan lamanya meninggalkan negaranya dengan alasan "kunjungan singkat" ke Eropa. Ketidakhadiran pemimpin berusia 93 tahun itu memicu spekulasi liar mengenai kondisi kesehatannya dan masa depan kursi kepresidenan yang telah didudukinya selama lebih dari empat dekade.

Ketika Paul Biya memenangkan pemilihan presiden pertamanya di Kamerun pada 1984, Nformi Bime masih berusia 23 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Kini, Bime berusia 65 tahun dan telah pensiun dari profesi guru. Biya sendiri tetap bertahan di pucuk kekuasaan, dan tahun lalu kembali memenangkan masa jabatan kedelapan yang dipersengketakan — kemenangan yang berpotensi membuatnya berkuasa hingga mendekati usia 100 tahun.

"Ia telah menjadi presiden sepanjang hidup dewasa saya. Saya lahir, bersekolah, bekerja, dan pensiun, semuanya di bawah kepemimpinannya. Itu hal yang sulit dibayangkan bagi negara lain," ujar Bime kepada media.

Keberangkatan Mendadak dan Keheningan Berkepanjangan

Biya dikabarkan terbang ke Eropa sekitar dua bulan lalu dengan janji resmi bahwa kepergiannya hanya untuk "persinggahan singkat". Namun, hingga kini tidak ada tanggal kepulangan yang diumumkan, dan penampilan publik presiden di dalam negeri nihil. Ketidakjelasan ini memicu kecemasan di tengah masyarakat Kamerun yang terbiasa melihat pemimpinnya aktif dalam agenda kenegaraan.

Pemerintah Kamerun berulang kali membantah adanya masalah kesehatan. Dalam beberapa pernyataan resmi, pihak istana menyatakan Biya dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan dari luar negeri, termasuk menandatangani dokumen dan berkomunikasi dengan para pejabat. Meski begitu, minimnya bukti visual membuat klaim tersebut sulit dipercaya banyak pihak.

Sejarah Panjang Kekuasaan Sejak 1982

Perjalanan politik Biya adalah salah satu yang terpanjang di Afrika. Berikut kronologi perjalanan kekuasaannya:

  1. 1982 — Biya mengambil alih tampuk kepresidenan dari Ahmadou Ahidjo, yang mundur setelah memimpin Kamerun sejak kemerdekaan.
  2. 1984 — Memenangkan pemilihan presiden pertamanya secara langsung, mengawali rentetan kemenangan yang berlangsung hingga kini.
  3. 1990-an — Menghadapi tekanan reformasi politik dan gelombang protes, namun berhasil mempertahankan kendali kekuasaan.
  4. 2008 — Amandemen konstitusi menghapus batas masa jabatan presiden, membuka jalan baginya untuk terus berkuasa.
  5. 2018–2025 — Kemenangan beruntun diwarnai tuduhan kecurangan dari oposisi dan kritik internasional.
  6. 2025 — Memenangkan masa jabatan kedelapan yang kontroversial, yang dapat memperpanjang kekuasaannya hingga hampir satu abad usianya.

Selama lebih dari 40 tahun berkuasa, Biya telah melampaui banyak pemimpin dunia. Ia kini memegang rekor sebagai kepala negara tertua yang masih aktif menjabat, mengungguli tokoh-tokoh seperti Raja Salman dari Arab Saudi dan beberapa pemimpin senior lainnya di kawasan.

Spekulasi Suksesi Menguat di Tengah Kekosongan

Ketidakhadiran Biya dalam waktu lama menyeruakkan kembali perdebatan tentang suksesi — topik yang selama ini tabu di Kamerun. Kalangan oposisi menilai situasi ini menunjukkan lemahnya sistem pemerintahan yang bergantung penuh pada satu figur.

Analis politik yang diwawancarai media internasional menyebut ketiadaan wakil presiden yang jelas dan mekanisme transisi yang transparan sebagai kerentanan besar. Beberapa pihak bahkan mengaitkan situasi ini dengan gejolak di wilayah anglophone Kamerun yang sejak beberapa tahun terakhir dilanda konflik separatis berkepanjangan, yang oleh sebagian pengamat dianggap diperburuk oleh lemahnya kepemimpinan di masa transisi.

Dua Bulan yang Menentukan

Bagi warga seperti Nformi Bime, dua bulan ketiadaan presiden adalah pengingat betapa lamanya era Biya telah berjalan. "Kami tidak tahu apakah ini akhir atau hanya jeda panjang. Yang kami tahu, seluruh hidup kami berjalan seiring kepemimpinannya," katanya.

Hingga berita ini ditulis, pihak istana belum mengumumkan jadwal kepulangan resmi. Dunia kini menanti: apakah "kunjungan singkat" Biya ke Eropa akan berakhir, atau justru menjadi awal babak baru dalam politik Kamerun yang telah lama dikuasai satu nama.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden tertua dunia Paul Biya (93) belum kembali ke Kamerun dua bulan usai "kunjungan singkat" ke Eropa. Spekulasi kesehatan dan suksesi pun menguat. #Kamerun #PaulBiya[SOCIAL_TG]: 🇨🇲 Presiden tertua dunia, Paul Biya (93), hilang dari publik dua bulan setelah "kunjungan singkat" ke Eropa. Ia telah berkuasa sejak 1982 — dan kini dunia menanti kabar kepulangannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User