PDIP DKI Tabur Bunga di Kepulauan Seribu Peringati Lahirnya Surindro Supjarso

Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti perairan Kepulauan Seribu. Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar sebuah prosesi sakral di tengah laut: upacara tabur bunga. Age...

Jul 12, 2026 - 08:27
0 0
PDIP DKI Tabur Bunga di Kepulauan Seribu Peringati Lahirnya Surindro Supjarso

Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti perairan Kepulauan Seribu. Jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar sebuah prosesi sakral di tengah laut: upacara tabur bunga. Agenda ini digelar bukan tanpa alasan, melainkan untuk menandai satu tanggal penting dalam sejarah partai, yakni peringatan hari kelahiran sosok yang jasanya begitu lekat dengan trah kepemimpinan PDI Perjuangan.

Sosok di Balik Prosesi Kenegarawanan

Fokus utama dari upacara ini adalah mengenang Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso. Namanya mungkin tak sepopuler tokoh politik nasional lainnya, namun bagi keluarga besar PDI Perjuangan, ia adalah figur monumental. Surindro merupakan suami pertama dari Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri. Lebih dari sekadar ikatan keluarga, ia dikenang sebagai seorang perwira TNI AU yang gugur dalam tugas kenegaraan, meninggalkan dedikasi tanpa batas bagi republik ini.

Rangkaian upacara digelar dengan penuh penghormatan. Para kader partai berlambang banteng moncong putih itu berlayar ke tengah perairan, menjadikan hamparan laut sebagai saksi bisu penghormatan mereka. Prosesi ini menjadi simbol bahwa pengorbanan Surindro Supjarso tidak akan pernah larut dimakan waktu, melainkan terus mengalir bersama gelombang laut Nusantara, persis seperti kapal-kapal yang pernah ia terbangkan dan kawal di angkasa.

Melampaui Seremonial Partai

Tabur bunga ini bukan sekadar rutinitas politik atau seremoni organisasi biasa. Ada benang merah historis yang sangat kuat antara keluarga Soekarno dengan TNI Angkatan Udara, dan Surindro adalah salah satu representasi paling konkret dari ikatan itu. Kepergiannya dalam sebuah tragedi penerbangan militer meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi Megawati dan keluarganya, tetapi juga bagi dunia kedirgantaraan Indonesia. PDI Perjuangan DKI Jakarta tampaknya ingin memastikan bahwa memori kolektif soal pengorbanan ini tetap terawat, terutama di tengah generasi kader yang lebih muda.

Prosesi ini juga bisa dibaca sebagai pesan ideologis. Di tengah derasnya arus politik praktis, partai ingin menunjukkan bahwa mereka dibangun di atas fondasi pengorbanan nyata, bukan sekadar retorika. Laut Kepulauan Seribu dipilih sebagai lokasi, menghadirkan dimensi reflektif yang kontras dengan hingar-bingar politik di daratan Jakarta.

Warisan Abadi di Lautan

Peringatan hari lahir ini menjadi momen reflektif yang mengingatkan bahwa di balik panggung politik nasional, ada kisah-kisah personal dan pengorbanan yang membentuk ketangguhan para pemimpinnya. Bagi Megawati Soekarnoputri, Surindro bukan hanya kenangan masa lalu, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang menempa karakternya sebagai negarawan.

Dengan berakhirnya tabur bunga di atas gelombang, pesannya jelas: selama laut masih berombak dan bendera masih berkibar, nama seperti Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso akan tetap hidup dalam sanubari partai dan sejarah bangsa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User