Penataan Kampung Kota Keranggan: Sentuhan Baru Infrastruktur di Setu

Sebuah angin segar tengah berhembus di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Pemerintah kota setempat kini gencar melakukan penataan kawasan pemukiman padat penduduk yang dikenal seb...

Jul 12, 2026 - 08:27
0 0
Penataan Kampung Kota Keranggan: Sentuhan Baru Infrastruktur di Setu

Sebuah angin segar tengah berhembus di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Pemerintah kota setempat kini gencar melakukan penataan kawasan pemukiman padat penduduk yang dikenal sebagai Kampung Kota. Fokus utamanya adalah pembenahan infrastruktur dasar yang selama ini mungkin luput dari perhatian, memberikan wajah baru bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.

Langkah Konkret Pembangunan

Proyek ini bukan sekadar wacana. Berbagai pembangunan langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan, pengelolaan sanitasi, hingga penyediaan fasilitas air bersih. Langkah ini diambil untuk mengatasi persoalan klasik yang kerap menghantui kampung kota: akses yang buruk dan minimnya utilitas. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, mobilitas warga dan kesehatan publik diharapkan bisa meningkat secara signifikan. Tak hanya itu, penerangan jalan umum juga menjadi prioritas agar kawasan ini lebih aman di malam hari. Taman-taman kecil dengan tempat duduk juga mulai disiapkan sebagai ruang publik bagi warga.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan estetika kawasan. Penataan rumah-rumah semi permanen dan penghijauan di lahan-lahan sempit mulai diterapkan. Ini bukan hanya soal cantik dipandang, tapi juga menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman untuk ditinggali.

Menyasar Wilayah yang Terabaikan

Keranggan, sebagai salah satu wilayah di Setu, memiliki karakteristik unik dengan campuran area rural dan urban. Namun, pertumbuhan penduduk yang pesat seringkali tidak diimbangi dengan fasilitas yang layak. Kawasan Kampung Kota di sini kerap diidentikkan dengan kumuh dan kotor. Program penataan ini hadir sebagai upaya untuk mengubah stigma tersebut menjadi kawasan yang tertib dan fungsional.

Warga setempat menyambut baik inisiatif ini. Salah satu warga, yang kami temui secara acak, mengungkapkan harapannya. "Semoga setelah ini, banjir langganan tidak lagi melanda. Jalan becek jadi kenangan saja," ujarnya penuh harap. Senada dengan itu, tokoh masyarakat setempat menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga hasil pembangunan. "Kami siap berpartisipasi," katanya.

Dampak Jangka Panjang

Lebih dari sekadar perbaikan fisik, penataan ini diyakini bakal membawa efek domino. Mulai dari peningkatan nilai properti, tumbuhnya ekonomi mikro, hingga kohesi sosial yang lebih kuat. Ketika lingkungan membaik, investasi publik dan swasta pun akan lebih tertarik untuk masuk. Para ahli tata kota juga mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk urbanisme taktis yang memanusiakan warganya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui dinas terkait terus mengawal proyek ini agar tepat sasaran. Tidak hanya membangun, tapi juga melibatkan warga dalam perencanaan partisipatif. Dengan begitu, hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan mereka, bukan proyek top-down semata.

Ke depan, model penataan di Keranggan ini diharapkan bisa direplikasi ke kawasan padat lainnya di Tangerang Selatan. Visi besarnya adalah menciptakan kota yang inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap warga memiliki akses yang setara terhadap layanan dasar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User