Pekerja Diterkam Buaya Saat Perbaiki Perahu, Ditemukan Tewas
Suasana sore di tepian Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, berubah mencekam ketika seorang pekerja perahu tiba-tiba menghilang diterkam buaya. Slamet Riyadi (
Suasana sore di tepian Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, berubah mencekam ketika seorang pekerja perahu tiba-tiba menghilang diterkam buaya. Slamet Riyadi (45), warga Desa Sungai Raya, tengah asyik menambal lambung perahu kayu miliknya yang bocor. Tanpa disangka, seekor buaya muara berukuran besar muncul dari bawah air dan langsung menyeretnya ke dalam sungai. Peristiwa yang terjadi pada Selasa petang itu hanya disaksikan seorang warga dari kejauhan yang tak sempat berbuat banyak.
Kronologi Serangan Maut
Menurut keterangan saksi mata, Darmawan (38), korban sedang bekerja seorang diri di atas perahu yang ditambatkan di dermaga sederhana. Sekitar pukul 17.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara percikan air keras dan teriakan singkat. Saat Darmawan berlari mendekat, ia hanya melihat gulungan air keruh dan perahu dalam posisi miring. "Saya langsung berteriak minta tolong, tapi arus sungai sangat deras dan tidak ada tanda-tanda korban muncul lagi," ujar Darmawan dengan suara bergetar.
"Saya melihat bayangan besar berwarna gelap menarik sesuatu ke bawah air. Semua terjadi sangat cepat, hanya hitungan detik."
— Darmawan, saksi mata
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan relawan lokal segera dikerahkan malam itu juga. Namun upaya pencarian terkendala arus sungai yang kuat dan jarak pandang terbatas. Selama tiga hari, puluhan personel menyusuri aliran Sungai Kapuas hingga radius 10 kilometer dari lokasi kejadian menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi.
Pencarian yang Menegangkan
Pencarian memasuki hari kedua tanpa hasil. Keluarga korban, terutama sang istri, Siti Aminah, terus berharap di posko darurat. Air mata tak terbendung setiap kali tim SAR melaporkan nihil temuan. Masyarakat sekitar juga ikut membantu dengan cara tradisional, seperti menabur bunga dan membunyikan alat musik untuk "memanggil" arwah korban. Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa buaya yang memangsa manusia kadang "menyimpan" tubuh korbannya di dasar sungai berhari-hari.
Pada hari ketiga, tepatnya pukul 09.15 WIB, tim penyelam menemukan jasad korban tersangkut di akar pohon sekitar 5 kilometer dari lokasi serangan. Kondisi tubuh sudah tidak utuh dengan luka gigitan di bagian dada dan paha. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena area tersebut dikenal sebagai zona sarang buaya. "Kami harus sangat hati-hati, karena ada indikasi buaya masih berada di sekitar lokasi penemuan," jelas Komandan Tim SAR, Letnan Dua Ahmad Fauzi.
Maraknya Serangan Buaya di Indonesia
Insiden ini menambah panjang daftar serangan buaya terhadap manusia di perairan Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), sepanjang tahun ini tercatat 23 kasus serangan buaya di Kalimantan saja, dengan 12 di antaranya berakibat fatal. Konflik manusia dan buaya kian meningkat seiring menyempitnya habitat alami reptil purba ini akibat pembukaan lahan dan pertambangan.
- 2023: 18 insiden, 9 korban jiwa
- 2024: 23 insiden, 12 korban jiwa (per September)
- 2025: 7 insiden, 4 korban jiwa (per Maret) — data sementara
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Dr. Hendra Wijaya, mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak beraktivitas sendirian di air, terutama saat senja dan malam hari. "Buaya muara adalah predator oportunistik. Mereka menganggap manusia yang berada sendirian di air sebagai mangsa potensial. Kami terus melakukan sosialisasi dan pemasangan papan peringatan," tegasnya.
Korban telah dimakamkan secara layak di pemakaman umum desa setempat. Pihak keluarga menerima santunan dari pemerintah daerah, namun trauma mendalam jelas tak akan mudah terhapus. Kehilangan yang begitu tragis ini menjadi pengingat betapa rawannya hidup di tepian sungai yang menjadi rumah bagi para buaya.
[SOCIAL_TWEET]: Tragedi di Sungai Kapuas: Seorang pekerja perahu tewas diterkam buaya saat memperbaiki perahunya seorang diri. Setelah tiga hari pencarian, jasadnya ditemukan tak utuh. Yuk, lebih waspada beraktivitas di perairan rawan buaya! #BuayaMengganas #KeselamatanSungai #KalimantanBarat[SOCIAL_TG]: 😢 Seorang pekerja perahu tewas diterkam buaya saat memperbaiki perahunya di Sungai Kapuas. Jasadnya ditemukan setelah tiga hari pencarian. Hati-hati, jangan pernah sendirian di air saat senja! 🐊
Comments (0)