Pembongkaran JPO Mampang Rampung 10 Jam, Jalan Kembali Dibuka

Setelah melalui proses intensif selama lebih dari satu dekade waktu, pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta S

Jul 16, 2026 - 13:35
0 0
Pembongkaran JPO Mampang Rampung 10 Jam, Jalan Kembali Dibuka

Setelah melalui proses intensif selama lebih dari satu dekade waktu, pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akhirnya tuntas pada Selasa malam. Seluruh ruas jalan yang sempat ditutup total demi kelancaran proyek kini telah kembali dibuka untuk umum, mengakhiri kemacetan panjang yang melanda kawasan strategis ini sejak pagi hari.

Proses pembongkaran yang memakan waktu sekitar 10 jam ini melibatkan puluhan personel gabungan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta, kepolisian, dan tim teknis kontraktor. Pengerjaan dimulai sejak Selasa pukul 10.00 WIB dan baru benar-benar rampung menjelang pukul 20.00 WIB. Selama pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Mampang Prapatan—salah satu nadi transportasi utama yang menghubungkan Jakarta Selatan dan Pusat—dialihkan melalui rute-rute alternatif.

Kronologi dan Teknis Pembongkaran

Tim di lapangan menggunakan alat berat berupa hydraulic breaker dan crane berkapasitas tinggi untuk memotong struktur beton bertulang JPO secara bertahap. Pembongkaran dilakukan dengan metode segmentasi—jembatan dipotong menjadi beberapa bagian besar sebelum diangkat dan diangkut menggunakan truk trailer. Pendekatan ini dipilih untuk meminimalkan getaran dan risiko kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi.

"Kami sengaja menggunakan metode pemotongan segmen agar lebih terkendali. Struktur JPO ini cukup masif dengan beton bertulang tebal, jadi tidak bisa sekadar dirobohkan sekaligus," ujar Kepala Seksi Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta di sela pemantauan proyek.

Selama 10 jam pengerjaan, kawasan Mampang yang biasanya dipadati kendaraan bermotor berubah menjadi arena konstruksi terbuka. Mesin-mesin berat meraung tanpa henti, sementara petugas kepolisian berjibaku mengurai kemacetan di jalur pengalihan. Warga sekitar dan pengguna jalan terpaksa bersabar, meski tak sedikit yang mengeluhkan kemacetan parah yang mengular hingga ke kawasan Kemang dan Kuningan.

Mengapa JPO Ini Harus Dibongkar?

Pembongkaran JPO Mampang bukanlah keputusan mendadak. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga telah mengkaji kondisi jembatan ini selama beberapa bulan terakhir. Hasil inspeksi teknis menunjukkan bahwa struktur JPO mengalami penurunan kualitas signifikan, termasuk keretakan pada balok utama, korosi tulangan baja, dan lendutan melebihi ambang batas keamanan. Dengan rata-rata lebih dari 5.000 pejalan kaki melintas setiap harinya, risiko keselamatan publik menjadi pertimbangan utama.

Selain faktor keamanan, keberadaan JPO lama dianggap sudah tidak sesuai dengan rencana penataan kawasan Mampang. Proyek revitalisasi yang tengah digulirkan mencakup pelebaran trotoar, penambahan jalur sepeda, dan integrasi dengan halte Transjakarta terdekat. JPO baru yang direncanakan akan dibangun dengan desain lebih modern, ramah disabilitas, dan dilengkapi lift.

Dampak dan Antisipasi Lalu Lintas

Penutupan total Jalan Mampang Prapatan selama pembongkaran berdampak signifikan terhadap mobilitas warga. Data dari aplikasi navigasi menunjukkan peningkatan waktu tempuh hingga 300% di ruas-ruas alternatif seperti Jalan Kemang Raya dan Jalan Kapten Tendean pada jam sibuk siang hingga sore. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan 150 personel untuk mengatur rekayasa lalu lintas di 12 titik pengalihan.

Kini, dengan dibukanya kembali akses jalan, arus lalu lintas diharapkan kembali normal dalam 24 jam ke depan. Meski demikian, para pengendara diimbau tetap waspada karena masih terdapat sisa material di beberapa titik yang sedang dalam proses pembersihan oleh tim kebersihan.

"Pembongkaran ini memang menyakitkan untuk sementara waktu, tapi ini bagian dari peremajaan infrastruktur yang sudah saatnya dilakukan. Yang penting sekarang masyarakat bisa kembali beraktivitas normal," kata seorang pengamat transportasi dari Universitas Indonesia.

Rencana JPO Baru dan Harapan Warga

Pemprov DKI Jakarta menjanjikan pembangunan JPO pengganti akan dimulai dalam tiga bulan ke depan. Desain baru akan mengusung konsep accessible for all dengan ramp landai berkemiringan rendah, lantai bertekstur pemandu tuna netra, pencahayaan LED hemat energi, dan panel surya sebagai sumber daya listrik mandiri. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 8,5 miliar dengan target penyelesaian enam bulan pasca-groundbreaking.

Warga Mampang menyambut pembongkaran ini dengan perasaan campur aduk—lega karena JPO yang sudah tidak aman akhirnya dibongkar, namun khawatir akan masa transisi tanpa fasilitas penyeberangan yang memadai. Saat ini, pejalan kaki diarahkan menggunakan pelican crossing temporer yang dijaga petugas di dekat lokasi bekas JPO.

Keberhasilan pembongkaran JPO Mampang dalam tempo 10 jam menjadi bukti bahwa perencanaan matang dan koordinasi antarinstansi mampu meminimalkan durasi gangguan publik. Masyarakat kini menanti realisasi janji JPO baru yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.

[SOCIAL_TWEET]: Setelah 10 jam berjibaku, pembongkaran JPO Mampang akhirnya rampung! Jalan kembali dibuka dan warga bisa bernapas lega. JPO baru ramah disabilitas akan dibangun dalam 3 bulan ke depan. #JPOJakarta #InfrastrukturDKI #MampangPrapatan[SOCIAL_TG]: 🏗️ Selesai sudah! JPO Mampang berhasil dibongkar setelah 10 jam pengerjaan intensif. Jalan kini kembali dibuka. JPO baru modern dan ramah disabilitas segera dibangun. Baca selengkapnya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User